Membuat Tulisan yang Tak Dibaca

Saat ini, sejak mereset ulang blog ini, pengunjung blog ini adalah 0 orang perhari. Cukup rendah menurut saya. Maka di saat inilah kegiatan menulis blog terasa sedikit aneh. Karena saya pada dasarnya membuat tulisan yang tidak ada yang membaca.

Atau mungkin tidak aneh? Karena membuat diary memiliki konsep yang sama.

Oh, saya tidak pernah menulis diary.

Namun, hal baiknya adalah saya sama sekali tidak terbebani menulis blog setiap hari. Mungkin ini yang namanya kebebasan menulis. Kita bisa menulis apa saja yang kita inginkan tanpa memikirkan apa kata orang lain atau memikirkan segala trik-trik ngeblog yang terkadang hanya intrik belaka.

Tanpa memikirkan SEO, tanpa memikirkan banyak pengunjung, tanpa memikirkan popularitas, tanpa memikirkan niche.

Bebas.

Tapi mungkin juga ini adalah proses menjadi seorang penulis. Penulis yang baik dan benar. Penulis yang kerjanya menulis apa yang ada dipikirannya tanpa terkekang oleh suatu apapun.

Ah,ya. Saya pernah bercita-cita menjadi penulis novel. Saya punya konsep novel yang saya buat beberapa tahun yang lalu di suatu tempat di hardisk atau Google Drive saya.

Mungkin nanti saya cari dan mempostingnya di sini.

Tapi kini saya ingin menikmati menulis bebas dulu.

Tidak banyak orang yang sukses dengan menulis bebas tho…

Author: Dipo Putra

Seorang pelukis gagal, musisi gagal, blogger gagal, audio engineer gagal, novelis gagal, mangaka gagal, programmer gagal, nuclear engineer gagal dan app developer gagal. Dari semua kegagalan itu akhirnya saya sadar akan satu hal yang tak pernah gagal saya lakukan: Procrastinating!