Video Editor Gratis Terbaik Buat YouTube

Setelah sehari sebelumnya saya membuat tulisan Software Video Editor yang Mungkin Sempurna Buat Youtube, saya menghabiskan waktu berjam-jam sambil menikmati Super Blue Blood Moon untuk melakukan testing terhadap DaVinci Resolve 14. Hasilnya membuat saya menjadi yakin, DaVinci Resolve 14 merupakan software video editor gratis terbaik yang bisa Anda temukan untuk mengedit video YouTube.

Mengapa saya bilang begitu?

Mudah Digunakan

Terlepas dari kenyataan bahwa saya memiliki sedikit pengalaman menggunakan Adobe Premiere Pro, menggunakan DaVinci Resolve 14 ternyata benar-benar mudah. Bisa saya katakan semudah menggunakan Microsoft Movie Maker dahulu. Semua icon-icon dan fungsi yang ada di DaVinci Resolve 14 mudah dipahami. Semua fungsi-fungsi yang rumit dipisahkan menurut keperluannya masing-masing.

Berbeda halnya saat menggunakan Adobe Premiere Pro untuk pertama kalinya, saya bingung dari mana akan memulai mengedit video. Saya perlu mendownload buku bajakan dan video tutorial bajakan untuk mengerti bagaimana Adobe Premiere Pro bekerja.

Dan Adobe Premiere Pro-nya juga bajakan.

Tetapi dengan DaVinci Resolve 14, semuanya mudah. Masuk akal. Yang perlu saya lakukan untuk memulai adalah membaca User Manual yang disediakan dan saya sudah bisa mengedit video dengan cepat.

Yup, dengan cepat!

Walaupun itu semua juga tergantung dari pengalaman Anda dalam menggunakan video editor sebelumnya, tetapi DaVinci Resolve 14 bisa saya jamin lebih mudah digunakan dari pada software-software video editor gratisan lainnya. Saya sudah pernah mencoba software video editor lain seperti Lightworks, Cyberlink PowerDirector, Magix Movie Edit Pro sampai Final Cut Pro dengan MacBook saya yang sudah uzur. Tapi hanya DaVinci Resolve 14 yang bisa membuat saya langsung bisa bekerja.

Lebih Ringan

Komputer yang saya gunakan selama ini tidak bisa dibilang komputer yang memiliki spesifikasi tinggi. Intel Pentium G2010, RAM DDR3 6GB, GPU Nvidia GTX550 Ti. Sudah barang tentu komputer dengan spek segitu tidak akan mampu meng-handle software video editor seperti Adobe Premiere Pro dan DaVinci Resolve 14 sekalipun dengan lancar tanpa lag.

Tetapi saya menemukan kenyataan bahwa DaVinci Resolve 14 lebih ringan digunakan dari pada Adobe Premiere Pro.

Ya, walaupun masih ada lag pada saat kita mengaplikasikan effect dan color-grading, tetapi pada saat melakukan fungsi-fungsi dasar seperti cutting dan playback, semuanya lancar. Lebih lancar dari pada Adobe Premiere Pro.

Selain itu, wow, untuk yang satu ini saya cukup kagum. Proses rendering. Proses rendering pada DaVinci Resolve 14 jauh lebih cepat dari pada Adobe Premiere Pro dan bisa dilakukan pada satu aplikasi.

Ya, biasanya jika Anda ingin merender video Anda (menghasilkan video yang siap di-upload di YouTube) di Adobe Premiere Pro, Anda harus membuka aplikasi lainnya yang bernama Adobe Media Encoder supaya hasilnya lebih sempurna. Di DaVinci Resolve 14, sudah ada tab untuk mengolah video hasil editing Anda ke dalam format yang Anda inginkan tanpa banyak neka neko.

Memang, pada saat ini saya menilai kecepatan rendering kedua aplikasi tersebut hanya berdasarkan pengamatan saya saja. Mungkin lain kali saya akan melakukan pengetesan yang lebih dalam untuk mengukur benchmark kedua aplikasi ini dalam melakukan proses rendering.

Serasa Memakai Software Berbayar

Pada beberapa software video editor gratisan, biasanya Anda akan dikenakan sedikit keterbatasan. Seperti watermark dari software yang Anda gunakan, fitur-fitur yang tidak tersedia di menu atau batasan resolusi yang bisa Anda hasilkan. Di DaVinci Resolve 14, saya sama sekali tidak menemukan keterbatasan tersebut.

Semua yang ditawarkan oleh DaVinci Resolve 14 versi gratisan sudah lebih dari cukup bagi Anda yang ingin membuat video YouTube bahkan film indie sekalipun. Tanpa watermark pada hasil rendering, serta resolusi yang bisa Anda hasilkan pada versi gratisan adalah 3840×2610 alias ULTRA HD!

Keterbatasan yang mungkin akan Anda temui adalah fitur-fitur yang menurut saya hanya akan digunakan oleh professional. Seperti:

  • Resolusi 4K dan lebih tinggi (jika Anda punya kamera 4K dan PC Anda sanggup memproses video 4K, maka Anda sanggup membeli versi berbayar)
  • Multi GPU (jika Anda sanggup membeli PC dengan lebih dari 1 GPU, maka Anda sanggup membeli versi berbayar)
  • Motion blur effect (effect yang biasa digunakan profesional dalam memproses RAW video)
  • Collaboration tools (melakukan editing secara bersamaan dari banyak komputer)
  • External database server (menggunakan media penyimpanan external seperti NAS)

Seperti yang sudah saya tulis, fitur-fitur di atas hanyalah fitur yang digunakan oleh profesional dan orang yang mampu membeli versi berbayar dari DaVinci Resolve 14 ini. Untuk Anda yang merasa tidak membutuhkan semua fitur profesional tersebut, maka versi gratisan dari DaVinci Resolve 14 ini sudah memenuhi segala kebutuhan Anda.

Oleh karena itu, walaupun menggunakan sebuah software yang gratisan tetapi serasa menggunakan software berbayar.

Harga Terjangkau

Jujur saja, saya merupakan orang yang merasa bersalah saat menggunakan software bajakan. Selama ini saya sudah sering menggunakan software dan game bajakan. Oleh karena itu saat ini saya sebisanya mencoba menghindari menggunakan software bajakan. Jika saya merasa sanggup membeli software yang akan saya gunakan, maka saya lebih memilih membeli software tersebut dari pada mencari torrent-nya.

Adobe Premiere Pro bisa dikatakan software yang terjangkau. Karena sistem pembayarannya adalah sistem sewa. Anda menyewa paket Adobe Creative Cloud seharga Rp269.800/bulan untuk satu software atau Rp674.600 untuk semua software yang diciptakan oleh Adobe.

Jika dibandingkan dengan biaya sewa toko di Tanah Abang untuk berdagang, maka biaya sewa Adobe Creative Cloud jauh lebih murah. Perbandingan yang agak klise memang, tapi toh baik toko dan software pada dasarnya disewa agar kita bisa menggunakannya untuk mencari uang, jadi sah-sah saja menurut saya.

TETAPI!

Untuk menyewa Adobe Creative Cloud, Anda harus memiliki kartu kredit atau akun PayPal yang telah diverifikasi (pakai kartu kredit juga). Saya tidak memiliki keduanya. Biasanya saya akan menggunakan jasa pembayaran untuk membeli sesuatu yang harus menggunakan kartu kredit, tapi dalam kasus ini saya adalah menyewa. Bukan membeli. Jadi opsi menggunakan jasa pembayaran menjadi lebih rumit dan tidak ada jasa pembayaran yang saya hubungi bisa melakukan transaksi seperti yang saya sebutkan.

Berbeda halnya dengan DaVinci Resolve 14, pada versi ke-14 ini, Blackmagic Design melakukan pemangkasan harga yang sebelumnya $999 menjadi $299 saja! Dan sekali bayar, bukan sewa. Setelah Anda melakukan pembelian, maka Anda juga akan mendapatkan update secara gratis di masa depan! Tentu saja, dengan sistem pembayaran seperti itu saya bisa menggunakan jasa pembayaran untuk memproses transaksi saya. Tanpa perlu memusingkan kartu kredit lagi.

Harga $299 untuk sebuah software profesional menurut saya tidaklah mahal. Bahkan sangat murah. Lebih murah dari pada sebuah kamera DSLR kelas pemula dan Anda bisa menggunakan software tersebut selamanya. Tidak seperti kamera DSLR yang bisa rusak kalau tidak dirawat dengan baik.

Walaupun begitu, dengan harga murah, saya sendiri belum akan memikirkan untuk menggunakan versi berbayar dari DaVinci Resolve 14 alias DaVinci Resolve 14 Studio. Karena versi gratisnya saja sudah lebih dari cukup!

Well, mungkin nanti kalau saya sudah jadi filmmaker profesional. Hehe

Kesimpulan

Saya rasa cukup itu dulu poin yang perlu saya sampaikan untuk menjelaskan mengapa saya menyebut DaVinci Resolve 14 sebagai software gratis terbaik yang bisa Anda dapatkan untuk mengedit video YouTube Anda. Karena saya sendiri baru mengetes software ini selama 2 hari. Mungkin di masa depan saya bisa membuat review lengkap tentang DaVinci Resolve 14 ini dan menemukan lebih banyak kelebihan serta kekurangan software ini dari pada software video editor lainnya.

Suatu hal yang bisa saya pastikan saat ini adalah DaVinci Resolve 14 sudah saya putuskan untuk menjadi pengganti Adobe Premiere Pro sebagai software utama yang saya gunakan untuk video editing. Satu lagi software yang dicoret dari daftar software-software bajakan yang saya pakai selama ini.

Dan saya sangat bahagia karenanya!

Author: Dipo Putra

Seorang pelukis gagal, musisi gagal, blogger gagal, audio engineer gagal, novelis gagal, mangaka gagal, programmer gagal, nuclear engineer gagal dan app developer gagal. Dari semua kegagalan itu akhirnya saya sadar akan satu hal yang tak pernah gagal saya lakukan: Procrastinating!