Tahun Baru Lagi

Sebagai seorang procrastinator, bukanlah suatu yang mengherankan jika saya punya banyak target-target yang tidak terwujud sepanjang hidup saya. Saya masih ingat ketika SMA dulu, saya punya rencana ingin membuat logo kelas untuk dipajang di dinding kelas. Sudah bisa ditebak, hal itu tidak pernah terwujud.

Waktu kuliah saya juga punya target untuk membaca banyak buku. Setidaknya 4 buku dalam sebulan. Well, saya membaca 4 buku dalam 5 tahun.

Saya juga pernah membuat target untuk serius ngeblog, punya view besar, terkenal dan bisa menghasilkan uang dari ngeblog. Hasilnya? Saya menyerah.

Di tahun awal 2017 saya pernah membuat catatan seperti ini di Google Keep:

“Tahun 2017  ini merupakan tahun yang krusial. Krusial karena saya sudah tidak ada waktu lagi untuk mengatur masa depan. Karena inilah masa depan. Setidaknya tahun ini harus ada beberapa hal yang harus terwujud. Tidak boleh tidak.”

Naif sekali.

Lalu bagaimana dengan tahun 2018 ini?

Tentu saja saya sudah punya target.

Target saya adalah berhenti memikirkan target.

Ya, setelah banyak target-target yang tidak tercapai. Sepertinya saya sudah bisa menyimpulkan bahwa saya tidak mahir dalam hal mencapai target. Jadi tidak ada artinya lagi memiliki target.

Tidak ada artinya lagi memikirkan target-target.

Sekarang mari mengikuti ke mana angin berlalu. Menikmati hidup. Atau apalah kata-kata bernada positif lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.