Akhirnya Datang Juga: Panasonic HC-V180

Seperti yang sudah pernah saya tulis di postingan Kamera Murah Berkualitas Buat Bikin Video YouTube 2018, saya sudah memesan handycam Panasonic HC-V180. Dan kamera tersebut akan tiba dalam beberapa hari. Well, coba tebak? Sekarang kameranya sudah datang dan saya sangat antusias membagikan foto-foto dari handycam Panasoni HC-V180 di blog ini.

Huh? Hasil videonya? Itu nanti saja. Sekarang saya cuma mau post fotonya dulu.

Ukuran handycam ini sendiri ternyata kecil. Hanya sebesar smartphone 4 inci. Tetapi ukuran tersebut menurut saya sangat pas di genggaman.

Walaupun kecil, handycam ini mampu merekam video dengan resolusi FullHD. Dari percobaan yang saya lakukan, hasil videonya sangat memuaskan.

Saya sudah tidak sabar untuk mengupload video pertama saya di YouTube yang direkam menggunakan handycam ini.

Ah, saya berharap bisa mengupload video secepatnya!

Apakah Sudah Telat Bikin Channel YouTube di 2018?

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa saat ini YouTube telah memperketat aturan monetisasi. Yang mana aturan tersebut akan sangat memberatkan mereka yang baru akan memulai channel YouTube di tahun 2018 ini.

Bagaimana tidak? Agar bisa menampilkan iklan di video Anda, sekarang Anda harus memiliki 4.000 jam penayangan dan 1.000 subscribers. Sebuah target yang membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Terlebih jika Anda berencana membuat konten original dengan tim kecil atau malah seorang diri.

Lalu sekarang timbul pertanyaan, apakah sekarang sudah terlambat untuk memulai channel YouTube?

Well, iya dan tidak.

Sudah terlambat jika…

Anda ingin menghasilkan uang secara cepat melalui YouTube.

Tidak ada bedanya dengan blog. YouTube harus kita akui sekarang sudah menjadi pengganti blog sebagai sarana menghasilkan uang dari internet. Banyak… Maksud saya, SUANGAT BUANYAK orang yang tertarik menjadikan YouTube sebagai sarana pemasukan. Orang berbondong-bondong membuat channel YouTube dengan harapan agar nantinya mereka bisa menghasilkan uang.

Tidak ada yang salah memang. Semua orang punya hak untuk itu. Tidak ada yang melarang Anda menghasilkan uang dari internet.

Tetapi, seperti yang bisa Anda baca lagi pada kalimat di atas yang saya cetak tebal: menghasilkan uang secara cepat. Maka masalah muncul…

Banyak kita temui saat ini di YouTube, video-video yang pada dasarnya hanya melakukan re-upload video orang lain. Apakah itu video dari channel orang lain yang sudah terkenal, atau video dari channel luar negeri yang di-dubbing tanpa izin, atau rekaman acara televisi.

Selain itu juga ada video yang sama sekali tidak sesuai judul yang diberikan atau video dengan thumbnail yang direkayasa sedemikian rupa sehingga video tersebut terlihat mencengangkan, alias click-bait.

Ya, video-video seperti yang saya sebutkan di atas adalah contoh video-video yang ada karena satu hal: menghasilkan uang secara cepat.

Dan sekali lagi, saya juga tidak menyalahkan orang yang mengupload video hanya untuk menghasilkan uang secara cepat. Siapa juga yang tidak mau mendapatkan uang secara cepat tanpa banyak usaha? Saya juga mau.

Namun juga tidak bisa kita pungkiri bahwa aturan monetisasi baru yang diterapkan YouTube juga disebabkan oleh video-video penghasil uang secara cepat tersebut. Oleh karenanya YouTube kini mempersulit syarat sebuah channel untuk dapat menghasilkan uang secara cepat. Kini YouTube ingin Anda menghasilkan uang agak lama dan dengan lebih banyak berusaha.

Untuk mendapatkan 4.000 jam penayangan, Anda wajib memiliki video yang memang patut ditonton. Jika video yang Anda buat ternyata membuat orang tidak betah menontonnya selama beberapa detik, maka orang akan lari dari video Anda. Anggaplah Anda membuat video dengan panjang 10 menit, tetapi ternyata kualitas video tersebut buruk, maka kemungkinan orang akan berhenti menonton setelah 10 detik. Hal tersebut akan membuat jam penayangan Anda bergerak lambat.

Selain itu, Anda juga memiliki tantangan lainnya yaitu jumlah subscribers yang minimal 1.000. Nah, jika video yang Anda buat ternyata tidak enak ditonton, siapa yang mau subscribe?

Oleh karena itu menurut saya, jika Anda berniat untuk menghasilkan uang secara cepat melalui YouTube, maka Anda sudah terlambat. Saat ini sudah banyak channel-channel penghasil uang secara cepat yang sudah memiliki banyak subscribers. Video-video di channel seperti itu juga sudah mengalami peningkatan kualitas, karena pengalaman si creator yang membuat. Sehingga akan menyulitkan Anda yang baru memulai membuat channel penghasil uang untuk bersaing.

Tetapi…

Belum terlambat jika…

Anda memiliki sebuah passion yang ingin Anda abadikan dalam bentuk video dan dibagikan ke khalayak ramai.

Dengan begitu, pada kenyataannya , Anda tidak akan pernah terlambat memulai sebuah channel YouTube.

Passion adalah sesuatu yang Anda kerjakan tanpa mengenal lelah. Anda selalu bersemangat mengerjakannya, selalu ingin melakukannya lagi di hari berikutnya dan membuat Anda ingin hidup untuk selamanya.

Tentunya passion bukan sesuatu yang bisa membuat Anda merasa bersalah dan merugikan orang lain atau diri Anda sendiri.

Coba Anda perhatikan mereka-mereka yang sudah terkenal di YouTube, pada dasarnya orang-orang tersebut adalah mereka yang memiliki passion di bidang tertentu. Seperti bermain game, bermain slime, traveling, makan, melukis, olahraga, filmmaking, photography, otomotif dan lain sebagainya.

Hanya saja, karena kita hidup di jaman teknologi informasi, orang-orang yang memiliki passion tersebut bisa membagikan aktivitas yang mereka lakukan melalui media berupa video dan tersedia untuk ditonton oleh khalayak ramai melalui situs berbagi video. Dalam hal ini YouTube.

Tanpa ada YouTube sekalipun, orang-orang yang memiliki passion akan tetap melakukan aktivitasnya. Orang yang memiliki passion di dunia photography akan tetap menekuni dunia photography-nya tanpa ada yang bisa menghalangi. Orang yang memiliki passion di dunia musik akan tetap bermusik tanpa memikirkan seberapa banyak orang yang mendengarkan musiknya.

Orang yang memiliki passion, tidak akan pernah kehabisan topik pembicaraan tentang apa yang menjadi passionnya.

Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki passion pada suatu bidang, maka tidak ada yang melarang Anda untuk membuat video tentang passion Anda dan menguploadnya di YouTube.

Bagi Anda yang punya passion di bidang photography misalnya, buatlah video yang menceritakan pengalaman Anda menekuni bidang photography, buat video tutorial, buat video tips dan trik, buat video tentang rekomendasi kamera, buat video review kamera, buat video tentang semua yang berhubungan dengan passion Anda. Maka saya jamin, Anda tidak akan pernah lelah melakukannya. Anda tidak akan peduli dengan jumlah subscribers atau jam penayangan. Subscribers akan datang dengan sendirinya. Orang yang melihat video Anda yang penuh rasa percaya diri membahas tentang passion Anda akan tertarik untuk menonton video Anda selanjutnya. Itulah alasan orang untuk subscribe sebuah channel.

Bukan hanya karena subscribe itu gratis.

Tapi tentu saja, tidak semua channel seperti itu akan berhasil dengan cepat. Terkadang butuh waktu untuk mendapatkan 1.000 subscriber. Berapa lama? Ada yang butuh waktu 6 bulan, 1 tahun bahkan 5 tahun untuk mencapai 1.000 subscriber.

Terdengar melelahkan memang. Tidak semua orang akan berhasil dalam mengelola sebuah channel dengan konten original. Banyak yang gagal dan merasa apa yang dilakukannya sia-sia belaka. Seperti yang sudah kita bahas, jika Anda mengelola channel YouTube untuk menghasilkan uang dengan cepat, maka Anda sudah terlambat. Tetapi jika Anda benar-benar memiliki passion, maka Anda boleh memulai channel YouTube kapan saja Anda mau. Bisa nanti, besok atau setelah keluar aturan monetisasi yang lebih ketat lagi.

Semuanya tergantung motivasi Anda. Uang atau Passion?

Kamera Murah Berkualitas Buat Bikin Video YouTube 2018

Anda ingin memulai sebuah channel YouTube di tahun 2018 ini? Sama. Anda ingin memiliki konten berkualitas untuk menerjang peraturan ketat YouTube di tahun ini?? Samaaa. Anda tidak punya budget berlimpah untuk membeli kamera sekelas Arri Alexa??? SAMAAAAAA…

Well, dengan adanya aturan monetisasi baru dari YouTube, mengelola sebuah channel YouTube baru akan menjadi tantangan besar. Terlebih bagi Anda yang memiliki budget terbatas. Seperti saya.

Oleh karena itu, sama seperti Anda, sayapun melakukan pencarian tentang kamera murah berkualitas yang bagus untuk membuat video YouTube. Saya membaca banyak artikel yang saya temukan dari hasil pencarian saya. Dari artikel-artikel tersebut saya mendapatkan sebuah kesimpulan: mending bikin artikel sendiri.

Kenapa begitu? Jujur saja, saya merasa banyak penulis artikel-artikel tersebut sepertinya tidak memiliki pemahaman yang sama dengan saya tentang pengertian “murah dan berkualitas”.

Beberapa beranggapan bahwa kamera seharga 5 jutaan adalah kamera murah. Well, tentu saja setiap orang memiliki ketebalan dompet yang berbeda untuk bisa berpendapat bahwa 5 juta itu murah. Tetapi, jika Anda meminta pendapat dompet saya, maka dompet saya akan memilih diam seribu bahasa.

Sebagian lagi beranggapan bahwa kamera dengan merek yang entah datang dari mana, dengan spesifikasi dipertanyakan, dengan embel-embel tidak jelas, service entah bagaimana, tetapi memiliki harga di bawah 1 jutaan, maka itu bisa dibilang kamera murah.

Ya, memang murah. Tapi murahan.

Maka dari itu, jika Anda bertanya kepada saya dan dompet saya tentang kamera murah berkualitas yang pantas digunakan sebagai kamera untuk membuat video YouTube berkualitas di tahun 2018 ini, maka saya hanya memiliki 2 kriteria untuk tipe kamera tersebut. 2 kriteria itu adalah:

  • Bisa merekam FullHD dalam 30fps.
  • Harga Maksimal Rp 2.500.000,-

Oleh karena itu, siapkan diri Anda karena di bawah ini sudah saya sadur dari hasil pencarian saya selama lebih dari 4 jam, kamera-kamera murah dan berkualitas terbaik yang bisa Anda beli untuk membuat video YouTube di tahun 2018 yang memenuhi 2 kriteria yang saya sebutkan di atas!

1. Xiaomi Yi

Tidak bisa dipungkiri bahwa Xiaomi Yi merupakan kamera murah dan berkualitas yang bisa Anda andalkan untuk membuat video YouTube. Harganya sekitar 1 jutaan dan bisa merekam FullHD di 60fps. Saya sendiri pernah memiliki kamera ini untuk saya gunakan sebagai kamera latihan. Hasil videonya juga bisa dibilang cukup bagus dalam pencahayaan yang cukup.

Tetapi kamera ini memiliki 1 kekurangan yang mungkin hanya berlaku untuk saya saja: lensa wide-nya akan membuat orang terlihat lebih kurus dari aslinya.

Bagi sebagian orang mungkin itu adalah hal yang bagus. Tapi bagi saya yang memiliki badan sudah kurus ini, merekam diri saya sendiri menggunakan wide-lensnya Xiaomi Yi, membuat saya terlihat seperti orang yang tidak makan lebih dari sebulan.

Selain itu karena sudah sifatnya wide-lens, jika Anda merekam wajah Anda berhadapan langsung ke kamera, maka hidung Anda akan terlihat lebih besar dari pada seharusnya. Sekali lagi, hidung saya juga sudah cukup besar, jadi sepertinya saya tidak perlu kamera dengan wide-lens se-ekstrem kamera action seperti Xiaomi Yi lagi.

Karena alasan tersebut kamera Xiaomi Yi saya, saya jual.

Tapi hey! Jika Anda berencana membuat video di alam bebas, merekam aksi-aksi yang keren, merekam pemandangan dan merekam aktivitas Anda sehari-sehari di luar ruangan, maka Xiaomi Yi akan menjadi kamera yang sempurna untuk itu!

Kisaran Harga: Rp 1.000.000,- (tanpa aksesoris)

Kelebihan:

  • Harga bersahabat
  • Software dan firmware selalu di-update
  • Banyak aksesoris dengan harga terjangkau
  • Hasil video cukup memuaskan

Kekurangan:

  • Wide-lens membuat badan Anda terlihat lebih kurus dan hidung Anda terlihat lebih besar

2. Sony HDR-CX405

Ini merupakan kamera atau handycam atau camcorder yang cukup banyak digunakan oleh para youtubers. Karena harganya yang cukup terjangkau dan memiliki hasil rekaman yang berkualitas di resolusi FullHD.

Saya tidak memiliki kamera ini, tetapi dari hasil pengamatan saya melalui video test di YouTube, kamera ini memang memiliki hasil rekaman yang bagus. Anda boleh lihat sendiri.

Tetapi ketika saya mencoba mendownload dan membaca user manual kamera ini saya menemukan sebuah kekurangan. Kamera ini ternyata minim fitur. Tidak seperti kamera yang akan kita bahas selanjutnya.

Walaupun minim fitur, kamera ini sudah mencukupi untuk membuat video berkualitas di YouTube.

Kisaran Harga: Rp 2.350.000,-

Kelebihan:

  • Hasil rekaman berkualitas
  • Harga baterai terjangkau

Kekurangan:

  • Minim fitur

3. Panasonic HC-V180

Nah, ini dia kamera yang saya rasa sangat cocok sekali untuk memenuhi semua kebutuhan youtuber pemula. Harganya tidak jauh berbeda dengan Sony HDR-CX405 yang kita bahas sebelumnya, bahkan lebih murah. Tetapi kamera ini memiliki lebih banyak fitur (dari yang saya baca di user manual).

Fitur seperti apa?

Fitur seperti time-lapse, macro, miniature effect, manual recording dengan manual focus dan banyak lagi. Walaupun hasilnya saya rasa tidak akan sebagus kamera DSLR, tetapi dengan fitur-fitur seperti itu Anda bisa memulai mengembangkan kreatifitas Anda sebagai seorang filmmaker. Dan tentu saja, Anda bisa melihat hasil video menggunakan fitur di Panasonic HC-V180 ini di YouTube.

Pada kenyataannya, saya sudah memesan kamera ini untuk saya gunakan di video saya nantinya. Kamera ini akan datang beberapa hari lagi dan bisa kita lihat bagaimana hasilnya.

Kisaran Harga: Rp 2.200.000,-

Kelebihan:

  • Zoom mengagumkan
  • Banyak fitur bermanfaat untuk filmmaker pemula

Kekurangan

  • Harga baterai cukup mahal

Penutup

Cukup disayangkan bahwa pencarian saya selama 4 jam hanya bisa menemukan 3 kamera yang murah dan berkualitas di bawah Rp 2.500.000. Memang pada rentang harga segitu kita masih bisa menemukan kamera pocket dari brand ternama dalam rentang harga Rp 1.500.000. Tetapi kamera pocket yang saya temukan pada rentang harga segitu hanya bisa merekam di resolusi HD 1280×720. Sebuah investasi yang tanggung. Karena dengan menambahkan beberapa ratus ribu lagi, Anda bisa mendapatkan kamera FullHD seperti Sony HDR-CX405 atau Panasonic HC-V180.

Selain itu Sony HDR-CX405 dan Panasonic HC-V180 adalah camcorder yang mana memiliki hasil lebih baik dalam merekam video daripada kamera pocket. Bagusnya, ke-dua camcorder yang kita bahas di atas memiliki layar flip-screen sehingga sangat memudahkan Anda membuat video YouTube seperti daily vlog.

Baiklah, semoga artikel ini membantu Anda dalam menetapkan pilihan kamera yang akan Anda gunakan untuk membuat video YouTube Anda. Memang, artikel ini tidak lengkap dan kurang mendalam. Tetap saya bisa jamin, ke-tiga kamera yang saya sebutkan di atas adalah kamera yang bisa Anda andalkan dalam membuat video YouTube walau dengan budget terbatas.

YouTube Memperketat Aturan Monetisasi

Hari ini saya mendapat sebuah email yang sepertinya sangat penting. Bisa saya pastikan email penting karena judul email tersebut adalah Important updates to the YouTube Partner Program. Email tersebut dikirim oleh no-reply@youtube.com, jadi saya bisa pastikan juga itu email asli dari YouTube.

Dalam email tersebut terdapat sebuah pemberitahuan penting akan sebuah pemberitahuan penting lainnya yang dapat saya buka pada link yang diberikan. Karena kebetulan hari ini saya tidak memiliki pekerjaan lain untuk dikerjakan, saya memilih untuk membaca pemberitahuan penting di link tersebut.

Isinya membuat saya terpana.

Intinya adalah: YouTube memperketat aturan monetisasi. Lebih ketat dari sebelumnya.

Link yang diberikan oleh email yang saya terima bisa Anda lihat di sini.

Dalam postingan blog yang cukup panjang tersebut dikatakan bahwa untuk ikut serta dalam YouTube Partner Program (baca: untuk ikut serta menghasilkan uang dari YouTube dengan menampilkan iklan di video Anda), sebuah channel wajib memiliki 4.000 watchtime dalam 12 bulan terakhir dan 1.000 subscriber.

Ya, Anda boleh baca lagi kalimat di atas jika Anda kurang yakin.

Jika sebelumnya syarat untuk ikut serta YouTube Partner Program (YPP) adalah video di channel Anda minimal harus memiliki 10.000 views sejak channel itu dibentuk, maka sekarang video-video di channel Anda harus ditonton sebanyak 4.000 jam dalam 12 bulan terakhir DAN channel Anda harus memiliki setidaknya 1.000 subscriber.

Sebuah kebijakan yang saya sendiri tidak tahu harus berkata apa.

Di satu sisi, peraturan tersebut akan sangat membantu dalam mengurangi channel-channel ‘sampah’ yang bertebaran di YouTube. Channel-channel yang tujuan utamanya adalah menghasilkan uang dari YouTube. Tanpa memikirkan subscriber atau kualitas konten. Yang penting adalah: klik, iklan muncul di awal video dan dolar mengalir ke rekening.

Selain itu, peraturan ini juga akan membuat aksi ‘mengemis subscriber’ tidak efektif lagi. Karena walaupun sebuah channel sudah memenuhi syarat pertama, yaitu 1.000 subscribers, tapi subscribers-nya ternyata tidak pernah menonton video di channel tersebut, maka syarat kedua yaitu waktu tonton 4.000 jam tidak terpenuhi (karena biasanya mereka yang mengemis subscriber jarang memiliki video berkualitas untuk ditonton). Dengan begitu, channel tersebut tidak bisa menampilkan iklan.

Kecuali jika si pemilik channel benar-benar menjadi seorang youtuber murni karena hobi.

Di sisi lain, peraturan ini akan sangat memberatkan mereka yang baru merintis channel YouTube. Karena dengan konten original, mencapai angka 10.000 views saja sudah sangat sulit. Apalagi dengan peraturan baru ini.

Karena yaaaa untuk mendapatkan subscribers setia yang benar-benar akan menonton video yang Anda buat, Anda harus memiliki konten yang original.

Bukan hasil re-upload.

Dengan peraturan yang tergolong ketat tersebut, maka bisa dipastikan akan banyak orang-orang yang ingin menjadi youtuber, harus berpikir ulang. Karena butuh perjuangan ekstra untuk bisa menikmati hasil jerih payah yang dilakukan dalam membangun sebuah channel YouTube. Tapi tentu saja, di masa depan mungkin kita akan melihat lebih sedikit video-video yang hanya mengejar pendapatan, sehingga muncullah video-video yang lebih berkualitas.

Khususnya video-video buatan creator dari Indonesia.

Semoga.

Kriteria Kamera Terbaik Untuk Video Youtube

Berangan-angan memiliki kamera yang mumpuni untuk membuat video Youtube sepertinya tidak ada  salahnya. Walaupun saat ini saya sendiri belum mengupload satu video-pun di channel pribadi saya, tapi saya sudah punya gambaran ke depannya kamera seperti apa yang akan saya pakai untuk membuat video Youtube yang lebih baik dan efisien. Oleh karena itu, tanpa berlama-lama lagi, inilah kriteria yang harus dimiliki sebuah kamera untuk membuat video Youtube versi saya:

1. Bisa Merekam dengan Resolusi FullHD

Video FullHD atau video dengan resolusi 1920×1080 adalah sebuah standar minimal jaman sekarang. Karena sekarang sudah banyak juga orang membuat video dengan resolusi 4K, maka video ‘HD’ saja atau 1280×720 terasa sudah ketinggalan jaman.

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin membeli kamera untuk keperluan vlogging atau membuat video Youtube, maka pastikan kamera tersebut bisa merekam dengan resolusi FullHD!

Tapi kalau bisa merekam dengan resolusi 4K akan lebih bagus.

2. Flip Screen

Kamera dengan flip screen memiliki keunggulan dalam hal merekam video Youtube. Karena video Youtube seperti vlogging biasanya direkam seorang diri. Oleh karena itu sebuah kamera yang memiliki flip screen akan sangat membantu untuk melihat apa yang sedang direkam oleh kamera.

3. Autofocus Cepat

Sejalan dengan poin nomor 2, autofocus yang cepat juga menjadi suatu hal yang sangat membantu ketika Anda membuat vlog atau merekam seorang diri. Tapi tentu saja, cepat saja tidak cukup. Harus akurat dan smooth. Karena ketika Anda merekam video seorang diri, akan menjadi suatu yang menjengkelkan jika kamera melakukan autofocus terlalu lama atau tidak akurat.

4. External Mic Jack

Jarang sekali ada kamera konsumer yang dirancang untuk merekam audio berkualitas. Biasanya, microphone yang tertanam pada kamera semacam DSLR, Mirrorles atau Handycam dengan rentang harga di bawah 10jutaan adalah microphone yang dirancang sebagai ‘syarat’ merekam video saja.

Toh, semua videographer professional bakalan pakai audio recorder terpisah untuk merekam audio.

Tapi untuk video Youtube, akan sangat membantu sekali jika sebuah kamera dilengkapi audio-jack untuk menyambungkan sebuah microphone lavalier atau shotgun-mic untuk mendapatkan hasil audio yang jauh lebih baik.

5. Harga di Bawah 10 Juta

Jika saya punya budget 1 Milyar untuk membeli kamera buat video Youtube, maka saya akan membeli kamera dengan rentang harga 10 juta atau di bawah 10 juta.

Kenapa?

Karena pada kenyataannya, saya belum menemukan alasan mengapa harus mengeluarkan uang lebih dari 10 juta untuk sebuah kamera yang diperuntukkan untuk merekam video Youtube. Terlepas dari fakta bahwa saat ini saya tidak memiliki budget 1 Milyar untuk membeli kamera, saya merasa kamera yang berharga puluhan juta terlalu overkill untuk membuat video Youtube.

Tapi jika Anda ingin membuat video yang cinematic atau film berkualitas Hollywood, sudah pasti uang 10 juta tidak akan cukup.

Semuanya tergantung tujuannya juga sih…

6. Harga Baterai Murah dan Banyak yang Jual

Berbeda dengan smartphone, untuk kamera saya tidak terlalu memusingkan kapasitas baterai. Saya lebih peduli apakah baterai kamera tersebut banyak dijual di pasaran dan memiliki harga yang masuk akal. Karena saya sendiri lebih mengandalkan baterai cadangan daripada mengandalkan satu baterai yang dicas full untuk melakukan pengambilan gambar atau video.

Kamera yang Memenuhi Semua Kriteria di Atas?

Saya sudah melakukan banyak pencarian kamera yang kiranya memenuhi kriteria kamera terbaik untuk Youtube, maka menurut saya kamera yang memenuhi semua kriteria yang saya sebutkan di atas adalah Panasonic Lumix G7.

Tulisan ini bukan iklan, tapi hey! Apa kira-kira yang kurang dari Panasonic Lumix G7? Ia bisa merekam dengan resolusi 4K, lebih dari yang saya harapkan, memiliki layar flip-screen, saya baca di banyak review kamera ini memiliki autofocus lumayan cepat, ada jack microphone external, harga di bawah 10 Juta dan baterainya juga banyak yang jual dengan harga masuk akal.

Ya, inilah kamera yang kemungkinan akan saya beli untuk video Youtube di masa depan. Tidak sekarang, mungkin beberapa bulan ke depan. Sekarang rasanya merekam video pakai smartphone saja sudah cukup.