Trik SEO yang Saya Gunakan

Pada beberapa tulisan saya sebelumnya, saya menuliskan bahwa saya tidak terlalu peduli dengan SEO blog ini. Biarkan saja waktu yang membawa blog ini ke peringkat atas pencarian Google. Tapi tidak peduli bukan berarti saya tidak menerapkan SEO sama sekali. Saya tetap menerapkan beberapa dasar SEO di blog ini.

Ya, hanya dasar-dasarnya saja. Tidak terlalu intensif dan tidak terlalu bernafsu masuk page one.

Oleh karena itu, bisa saya pastikan trik SEO yang saya bagikan di sini layak untuk ditertawakan oleh para master-master SEO di luar sana. Karena trik yang saya gunakan termasuk trik ampas dan sudah banyak diketahui orang.

Tapi siapa peduli? Dari pada saya tidak memberikan apapun tentang SEO blog ini, yang mana akan membuat tanda tanya besar bagi sebagian orang yang penasaran nantinya.

Ya sudah, mari kita mulai!

1. Submit Sitemap

Duh, ini sangat dasar sekali.

Jika Anda ingin blog Anda diindex secara baik dan benar oleh Google, maka hal wajib yang Anda lakukan adalah memberikan peta situs Anda ke Google Search Console.

Mengapa?

Karena hal tersebut akan memudahkan kerja mesin pengindex saat berkunjung ke blog Anda. Sehingga mesin pengindex akan tahu mana yang merupakan post, mana yang tag, mana yang kategori.

Jadi mesin pegindex tidak tersesat…

Jadi mesin pengindex tidak salah mengartikan keterangan pada kategori sebagai post…

Jadi mesin pengindex lebih efisien dan hemat listrik dan Google suka sesuatu yang hemat listrik.

Nnnggg…

Ya, kira-kira seperti itu.

Saya sendiri men-submit sitemap yang disediakan oleh plugin JetPack (jika Anda belum tahu, saya pakai WordPress self-host).  Sehingga sitemap saya ada di alamat https://dipoputra.com/sitemap.html

Oleh karena itu, pastikan Anda men-submit sitemap Anda ke Google Search Console!

Oh ya, dulu namanya Google Webmaster Tools.

2. Posting Tiap Hari

Saya sendiri tidak yakin jika ini merupakan cara yang bagus buat SEO. Karena dengan posting tiap hari akan membuat tulisan Anda menjadi terkesan buru-buru (seperti tulisan ini) dan tidak profesional. Tidak memberikan nilai tambah dalam hasil pencarian Google.

Tapi, siapa peduli?

Saya sering melihat tulisan para profesional yang panjang minta ampun.

Yup, cuma saya lihat. Tidak saya baca. Saya bacanya palingan cuma scroll-scroll saja. Atau awal paragraf saja. Karena kebanyakan tulisan tersebut membosankan.

Jangan salahkan saya.

Tidak hanya itu, juga banyak saya temui tulisan blogger pemula yang mencoba terlalu keras untuk membuat tulisan panjang minta ampun layaknya tulisan profesional tadi. Sudah bisa ditebak, tulisannya berkali-kali lipat lebih membosankan dari pada tulisan profesional yang sebenarnya.

Jadi, apa gunanya membuang-buang waktu hingga berhari-hari membuat tulisan panjang lebar dan membosankan hanya untuk mendapatkan ranking yang bagus di hasil pencarian Google?

Lebih baik buat saja tulisan yang sama panjang dan sama membosankannya, tapi dalam waktu singkat!

Ya, itulah yang saya lakukan saat ini. Saya dapat ide judul artikel, lalu saya menulis. Sekarang saya sudah menghabiskan waktu sekitar 10 menit untuk mengetik artikel ini. Dan panjangnya cukup panjang menurut saya. Malah sepanjang ini sudah siap untuk di-publish. Cuma tinggal tambah penutup saja.

Oleh karena itu, mari post tulisan panjang dan membosankan tiap hari!

3. Gunakan Plugin Cache

Bagi Anda yang menggunakan WordPress self-host seperti saya, maka menggunakan plugin untuk men-caching blog Anda merupakan hal yang penting.

Cache itu ibarat menampilkan screenshot blog Anda ke pengunjung, tanpa menampilkan blog yang sesungguhnya.

Nnnggg…

Kira-kira begitu.

Atau begini, saat orang berkunjung ke blog Anda, server tempat Anda meng-hosting blog Anda akan bekerja melakukan segala proses yang diperlukan untuk menampilkan blog Anda ke pengunjung. Proses ini membutuhkan waktu dan memakan kinerja dari server tempat blog Anda tersimpan.

Nah, dengan menggunakan plugin cache, maka proses ini hanya perlu dilakukan sekali di saat plugin cache membuat ‘screenshot’ dari blog Anda. Atau biasa disebut dengan halaman web statis. Dengan begitu, di saat ada orang yang berkunjung ke blog Anda, maka yang ditampilkan adalah halaman web statis tadi. Jadi server tidak perlu bekerja setiap ada pengunjung. Sehingga loading blog Anda akan menjadi lebih cepat dan lebih cepat berarti lebih SEO.

Kenapa?

Karena Google suka blog yang loadingnya cepat! Tidak hanya Google, pengunjung Anda juga suka!

Saya sendiri menggunakan plugin WP Super Cache dari Automattic. Ya, bisa dibilang plugin cache resmi dari WordPress. Selama ini hasilnya cukup baik dan tanpa masalah.

4. Pakai Tema Standar

Banyak orang yang berpikir bahwa tema sangat berpengaruh pada SEO. Ya, memang benar sih. Jika Anda menggunakan tema yang tidak dioptimisasi, maka  itu akan berakibat terhadap lambatnya loading blog Anda. Oleh sebab itu, banyak kita temui orang-orang yang menjual tema (theme) atau template (bagi pengguna Blogspot) yang diklaim bisa mengoptimalkan SEO dari blog Anda.

Dan yaaa… menurut saya sah-sah saja pakai tema khusus yang SEO. Tapi, memangnya apa yang salah dengan tema bawaan WordPress atau template bawaan Blogspot?

Nggak ada!

Bisa Anda lihat sendiri, blog ini pakai tema bawaan WordPress. Atau tema standar WordPress. Saya nggak pakai tema macam-macam. Temanya gratis dan selalu di-update sejalan dengan update WordPress.

Selain itu, menurut saya untuk mendapatkan tema yang benar-benar dioptimisasi serta mendapat dukungan penuh dari si pembuat tema, maka Anda perlu mengeluarkan uang extra. Mungkin lebih dari Rp700.000 untuk membeli tema premium di Envato Market. Yang mana tema tersebut hanya buang-buang uang saja jika blog Anda tidak memiliki pengunjung lebih dari 200/hari.

Jika Anda tidak punya pengunjung sebanyak itu, lebih baik pakai tema bawaan saja. Tidak perlu pusing-pusing cari tema yang SEO di kisaran harga Rp100.000 misalnya. Ngeblog tidak segampang itu. Beli tema, lalu page one. Oh, sekali lagi. Tidak segampang itu.

Tapi hey hey… itu cuma pendapat saya saja. Jika Anda memang punya uang berlebih, saya tidak bisa melarang Anda untuk membeli apapun yang Anda mau.

Atau jika Anda punya blog untuk kepentingan bisnis dan ingin bisnis Anda segera ditemukan oleh orang, maka tidak ada salahnya berinvestasi ke tema premium.

Bonus

Ini cuma screenshot dari plugin yang saya gunakan di blog ini. Mana tahu ada yang peduli:

Seperti yang bisa Anda lihat sendiri, saat ini saya hanya menggunakan 4 plugin di blog ini. Saya sama sekali tidak pakai Yoast SEO atau apalah itu plugin untuk SEO-SEO lainnya. Karena seperti yang saya sebutkan di awal artikel, saya tidak terlalu peduli dan tidak terlalu bernafsu tentang ranking blog saya di hasil pencarian Google.

Penutup

Well, kita sampai juga ke penutup.

Untuk personal blog, sekali lagi saya tekankan bahwa SEO itu tidak terlalu penting. Yang perlu Anda lakukan hanyalah melakukan trik-trik dasar penerapan SEO dan Anda sudah ready to go. Jangan biarkan tulisan Anda dikekang karena Anda terlalu memusingkan SEO di blog Anda.

Oleh karena itu, seperti yang sudah saya sebutkan pada poin kita yang ke-3, menulislah setiap hari. Karena seorang blogger adalah penulis yang tidak akan lelah untuk menulis.

Cara Mengatasi Malas Ngeblog

Jika saya melihat postingan-postingan saya sebelumnya, tersirat sebuah rasa bangga akan diri saya sendiri. Ya, karena ini adalah tulisan yang ke 21 selama 21 hari berturut-turut saya ngeblog. Ini adalah pertama kalinya saya melakukan sebuah konsistensi.

Seperti yang sudah pernah saya sebutkan berulang-ulang di postingan saya sebelumnya, saya pernah membuat blog dan gagal. Kegagalan karena banyak alasan. Alasan yang kebanyakan adalah alasan yang saya buat sendiri. Salah satunya adalah karena malas menulis.

Tapi tentu saja, blog saya sekarang juga tidak bisa dikatakan blog yang berhasil. Memang, saya berhasil menjaga runtutan 21 hari berturut-turut. Sebuah keberhasilan kecil yang membuat saya bertanya pada diri saya sendiri: mengapa sekarang saya tidak malas ngeblog?

Oleh karena itu, di bawah ini saya jabarkan poin-poin yang ternyata bisa membuat rasa malas menulis saya hilang.

1. Miliki Target

Target saya di awal tahun 2018 ini adalah selalu konsisten membuat postingan blog. Tetapi konsisten seperti apa? Sekali seminggu? Dua kali seminggu? Karena saya tidak ingin gagal lagi, saya memasang target yang ambisius: satu kali sehari.

Dan sepertinya cara ini berhasil, karena saya tidak pernah melewatkan sehari-pun tanpa ngeblog.

Dengan adanya target sehari sekali dan rentetan yang sudah terkumpul sebanyak 21 hari, saya merasa akan bersalah sekali jika nanti saya tidak ngeblog satu hari saja.

Memang, membuat tulisan setiap hari bukanlah suatu cara yang akan membuat sebuah blog berhasil. Tetapi ini adalah cara untuk membuat blog saya tetap menjadi blog.

2. Tidak Memikirkan Apapun Selain Ngeblog

Pada blog saya dahulu, saya selalu menulis dengan berfokus pada SEO, visitor, kata kunci dan apapun untuk membuat blog saya berhasil. Namun sekarang, saya tidak memikirkan hal itu sama sekali. Bahkan saya sama sekali tidak menginstall plugin wajib bagi blogger WordPress, yaitu Yoast SEO di blog saya. Karena saya tidak ingin lagi tulisan saya terpaku pada SEO dan segala optimisasi lainnya.

Biarlah tulisan saya menjadi tulisan saya yang apa adanya.

Dan jujur saja, walaupun pengunjung blog saya sampai saat ini bisa dikatakan tidak ada, saya merasa lebih bahagia ngeblog dari pada sebelumnya.

3. Blog Personal, Niche Personal

Dahulu tagline blog ini adalah: Blognya gamer, programmer dan blogger.

Terdengar sangat ambisius. Saya membahas tiga niche pada satu blog. Blog yang beralamatkan nama saya sendiri.

Dan itu adalah sebuah kesalahan.

Seharusnya, jika blog Anda adalah nama Anda sendiri, maka isi tentang blog tersebut adalah tentang diri Anda sendiri. Karena pada kenyataannya, Anda sangat tahu tentang diri Anda sendiri. Dengan begitu, Anda tidak akan kehabisan ide dalam membuat tulisan tentang sesuatu yang sudah sangat Anda ketahui: diri Anda sendiri.

Lain halnya jika blog Anda adalah blog khusus yang membahas satu niche, maka pastikan Anda sangat menguasai niche yang Anda bahas dan pastikan juga bahwa niche yang Anda bahas adalah niche yang bisa Anda bahas seumur hidup Anda.

Ah, saya menemukan arti penting dari niche di sini.

4. Biarkan Ide Mengalir

Jika dahulu saya bolak-balik cari ide penulisan, lalu bolak-balik lagi cari keyword yang mantap, maka sekarang saya cuma membiarkan ide datang begitu saja dan langsung mulai menulis.

Ya, ternyata ide itu tidak bisa dipaksakan. Karena hal itu akan membuat Anda sendiri kehabisan ide. Yang perlu Anda lakukan untuk mendapatkan ide adalah membuat suatu tujuan, maka ide akan mengalir begitu saja.

Contohnya tulisan ini. Tujuan saya membuat tulisan ini adalah memberikan tips bagaimana caranya mengatasi malas ngeblog. Cuma itu saja awalnya. Sekarang bisa Anda lihat sendiri dari panjang tulisan ini, ide-ide tentang apa yang akan ditulis bermunculan dengan sendirinya. Saya sama sekali tidak melakukan riset apapun, semuanya mengalir tanpa hambatan dari otak saya ke jari-jari saya yang mengetik tulisan ini.

Juga bisa Anda lihat sendiri kategori tulisan ini adalah Minutes. Artinya saya menyelesaikan tulisan ini dalam beberapa menit saja. Tidak sampai satu jam. Dan saya tidak akan berbohong akan penentuan ketegori tersebut.

Oleh karena itu, jika Anda merasa kesulitan menemukan ide penulisan. Caranya mudah saja, tetapkan suatu tujuan kecil dan biarkan ide-ide mengalir dengan sendirinya.

5. Blog Saya adalah Tulisan Saya

Lha? Kan seharusnya memang begitu?

Well…

Pada kenyataannya, banyak blogger di luar sana yang tidak menjadi dirinya sendiri. Semua orang memiliki gaya penulisan yang berbeda-beda satu sama lain. Setiap orang memiliki suatu keunikan. Tetapi, banyak orang yang memilih untuk terlihat sama dengan orang lain.

Maksud saya adalah, Anda tentunya pernah membaca berita-berita di internet. Berita-berita tersebut dibuat oleh seorang jurnalis, menggunakan bahasa Indonesia yang baku, sehingga berita yang dibuat terkesan lebih profesional. Tetapi ternyata hal ini mempengaruhi gaya penulisan seorang blogger, seperti yang saya alami. Di saat menulis sebuah tulisan tentang suatu hal teraktual, banyak blogger yang memilih menuliskannya dengan gaya seorang jurnalis: menggunakan bahasa formal dan baku. Maka hal itulah yang membuat seorang blogger menjadi malas menulis karena tulisannya akan terkesan dipaksakan. Membosankan. Seperti robot. Mudah di copas. Merasa seperti bekerja di kantor berita, padahal tidak.

Oleh karena itu, bagi Anda yang ngeblog, biarkan saja tulisan yang Anda buat adalah tulisan Anda sendiri. Gaya bahasa Anda sendiri. Sesuatu yang lebih membuat Anda nyaman dari pada meniru gaya orang lain.

Dan ya, gaya penulisan saya adalah seperti ini. Tidak pernah saya paksakan seperti blog saya terhahulu.

Penutup

Well, sekarang sudah jam 23:45. Saya hanya punya 15 menit lagi untuk menyelesaikan tulisan ini. Tapi hey! Tulisan ini sudah selesai.

Harus saya akui bahwa cara mengatasi malas ngeblog yang saya bahas di sini mungkin agak berbeda dengan tips-tips lain yang ditulis oleh mereka yang sudah berpengalaman ngeblog. Tetapi setidaknya ini adalah cara yang saya terapkan sendiri untuk mencapai rentetan 21 hari saya.

Semoga tulisan ini bisa sedikit membantu Anda dalam mengatasi rasa malas ngeblog!

Jangan Biarkan Tulisanmu Dikekang

Pada postingan pertama saya di blog ini, saya menulis tentang kegagalan ngeblog yang saya alami sebelumnya. Saya merasa ngeblog itu adalah sesuatu yang sulit, sesuatu yang tidak mudah, sesuatu yang banyak menghabiskan waktu dan pikiran.

Tetapi jika diingat-ingat lagi, sebenarnya apa yang membuat ngeblog terasa seperti pekerjaan yang melelahkan?

Blog saya sebelumnya berisi tentang tutorial membuat aplikasi Android, pemrograman dan berbagai informasi tentang dunia teknologi. Sebuah bidang yang cukup saya kuasai.

Menulis tentang topik yang Anda kuasai tentu bukan hal yang sulit, bukan?

Tetapi, mengapa pada kenyataannya hal tersebut terasa sulit?

Saya benar-benar ingat, untuk membuat sebuah postingan tutorial membutuhkan waktu setidaknya 3 hari sebelum tulisan itu bisa dipublish. Itu yang tercepat.

Paling lama saya membutuhkan waktu 1 bulan untuk membuat sebuah tutorial.

Pada proses penulisan, saya akan menemukan banyak hal yang seharusnya tidak perlu saya pikirkan. Seperti SEO, persaingan, kata kunci, jumlah kata, meta-tag dan lain sebagainya.

Apakah itu yang membuat saya merasa terkekang?

Sepertinya iya.

Setiap akan membuat paragraf baru di tulisan tutorial, saya selalu berpikir keras. Apa kira-kira kalimat yang cocok? Apakah saya perlu menyelipkan humor di sini? Apakah saya perlu mencantumkan informasi yang jarang orang ketahui agar saya terlihat lebih pintar?

Sudah barang tentu hal tersebut menjadi hal yang melelahkan. Jika sudah merasa lelah, saya memilih untuk beristirahat.

Istirahat yang biasa dilakukan seorang procrastinator. Browsing meme hingga lupa dengan tulisan yang dibuat.

Lupa tujuan hidup.

Namun, menjadi hal yang melegakan saya setelah saya memilih untuk memulai semuanya dari awal. Tanpa memikirkan SEO, tanpa memikirkan keyword, tanpa memikirkan semua hal yang hanya dipikirkan oleh blogger profesional.

Karena saya bukan seorang blogger profesional.

Oleh karena itu, bagi Anda yang juga mengalami hal sama seperti saya. Saya sarankan untuk melepaskan semua hal yang mengekang tulisan Anda. Biarkan masalah SEO, keyword, Adsense dan segalanya itu dilakukan oleh mereka yang mengerti akan hal tersebut. Bagi Anda yang benar-benar ingin ngeblog, maka ngeblog-lah.

Jika ada satu hal kecil saja yang terasa sebagai hambatan, maka lepaskan. Fokus pada tulisan, fokus pada kreatifitas, fokus pada diri Anda sendiri.

Membuat Tulisan Panjang atau Pendek?

Menjadi suatu hal sering diperdebatkan oleh blogger-blogger di luar sana: apakah lebih baik membuat postingan panjang atau pendek? Karena memang, saat ini harus kita akui bahwa SEO penting jika ingin sukses ngeblog. Tanpa SEO, blog sebagus apapun akan mati sebelum berkembang jika tidak ada yang mengunjungi lewat mesin pencari. Dan salah satu dari teknik SEO adalah membuat tulisan panjang lebar.

Minimal 2000 kata.

Tak ayal, para blogger-blogger pemula juga melakukan teknik yang sama. Semua berbondong-bondong membuat tulisan panjang lebar. Dengan harapan blog mereka bisa bersaing dengan blog-blog papan atas.

Banyak yang berhasil.

Banyak juga yang gagal.

Seperti saya.

Dengan sedikit menyalahkan blogger yang ngeblog dengan tujuan utama mendapatkan uang, sekarang banyak kita temui blog yang memiliki tulisan panjang lebar tapi memiliki sebuah isu: iklan.

Iklan kalau biasa saja (seperti iklan di blog ini) sih tidak masalah, tetapi ini mereka memasang iklan hampir setiap paragraf tulisan di blognya. Semakin panjang tulisannya, semakin banyak pula iklannya. Bahkan ada yang dengan senang hati memasang iklan pop-up di blognya atau iklan menjebak.

Jika ditanya mengapa memasang iklan sebanyak dan selapar itu, alasannya cukup membuat lega: karena banyak pengunjung yang  menggunakan adblock. Dengan memasang banyak iklan dan iklan pop-up maka memperbesar kemungkinan iklan mereka lolos dari saringan adblock. Selain itu, iklan yang menjebak juga meningkatkan banyaknya klik yang dilakukan pengunjung.

Siapa yang tidak akan mengklik sebuah peringatan kalau Xiaomi Redmi 4X Anda terinfeksi (32) virus berbahaya?

Hal ini tentu menimbulkan sebuah pertanyaan, apakah tujuan membuat tulisan panjang lebar hanyalah untuk menampilkan lebih banyak iklan?

Entahlah.

Karena tentu saja tidak semua blog yang begitu. Kita tentu masih melihat blog yang dikelola dengan profesional dengan menampilkan artikel panjang lebar yang mengupas secara tuntas suatu topik dengan mendalam.

Dan tidak banyak iklan.

Namun sayangnya blog seperti itu juga memiliki sebuah isu: sudah tua.

Ya, kebanyakan blogger yang menulis artikel panjang lebar dengan mengesampingkan pendapatan adalah mereka yang dahulu ngeblog dengan satu tujuan. Yaitu: ngeblog.

Mereka yang di dalam darahnya mengalir sebuah passion bernama menulis blog. Mereka yang saat ini sudah menjadi blogger besar, terkenal dan mendapatkan penghasilan mumpuni dari ngeblog.

Lalu bagaimana dengan blogger pemula seperti saya?

Well, saya lebih suka membuat tulisan pendek tanpa memikirkan pendapatan dan blog saya tidak banyak iklan.