Software Edit Video Pengganti Movie Maker Terbaik Menurut Saya

Semua orang yang pernah menikmati kejayaan sistem operasi Windows XP kemungkinan besar juga pernah menikmati masa-masa kejayaan Windows Movie Maker. Bagaimana tidak? Itu adalah salah satu software legendaris. Software yang selalu menjadi andalan orang-orang di masa itu untuk mengedit video mereka. 

Ah, saya masih ingat ketika itu saya mengedit video buat lucu-lucuan dulu. Satu-satunya software video editing yang saya tahu waktu itu hanyalah Windows Movie Maker. Menggunakannya mudah minta ampun. Saya tidak perlu belajar banyak dan boom. Video saya selesai di edit.

Tapi itu dulu.

Sekarang Windows Movie Maker sudah di-discontinue. Sudah tidak dikembangkan lagi. Sudah tidak tersedia di Windows 10 lagi.

Memang, sekarang  Microsoft mencoba mengganti Windows Movie Maker dengan Microsoft Story Remix yang terinstall di Windows 10. Tapi setelah saya coba, Microsoft Story Remix sama sekali bukan pengganti Windows Movie Maker. Cara kerjanya software-nya jauh berbeda. Tidak seperti Windows Movie Maker lagi.

Seiring waktu berjalan dan kebutuhan akan software edit video yang mumpuni semakin mendesak. Saya memutuskan untuk mencari apa kira-kira software yang bisa menggantikan Windows Movie Maker di hati saya.

Duh, perjalanan pencarian software ini tidak mudah. Terlebih saya punya  syarat-syarat tertentu untuk sebuah software yang menurut saya tepat digunakan dalam bekerja. Pertama, harganya harus terjangkau (saya sebisa mungkin menghindari software bajakan). Kedua, komunitas penggunanya harus aktif (jika ada masalah, bisa tanya). Canggih tapi mudah digunakan.

Mengapa saya tidak pilih yang gratis? Duh, software gratisan sulit menjamin masa depannya. Jangan sampai sudah terlanjur cinta dengan software tersebut, eh softwarenya malah di-discontinue. Seperti Windows Movie Maker.

Pada awalnya pilihan saya jatuh pada PowerDirector. Harga softwarenya cuma $69.99. Cukup terjangkau untuk sebuah software video editing. Tapi setelah mencoba software ini selama kurang lebih satu bulan, saya menyerah. Terlalu banyak alasan mengapa saya tidak menyukai software ini. Saking banyaknya, saya sampai lupa apa saja. Mungkin lain kali saya ingat-ingat.

Power Director adalah software yang bagus. Tapi…

Selanjutnya saya memilih Lightworks. Tapi sayang sekali saya tidak terlalu mendalami software ini, karena cuma dalam hitungan hari saya berpikir, "Ah, fu*k it. Pakai Adobe Premiere Pro saja!". Sontak saya berkunjung ke situs penyedia torrent favorit saya dan mendownload Adobe Premiere Pro CC. "Nanti saja saya bayar kalau sudah punya kartu kredit", pikir saya saat itu.

Dan ya, perjalanan saya menggunakan Adobe Premiere Pro dimulai.

Tapi juga tidak berlangsung begitu lama.

Entah mungkin karena sudah takdir, saya menemukan software DaVinci Resolve 14 secara tidak sengaja. Software ini gratis dengan versi berbayar yang masih terjangkau. $299. Seharga sebuah kamera DSLR kelas pemula.

Hanya dalam hitungan jam saja saya merasa jatuh cinta dengan software ini. Saya bahkan sudah bisa membayangkan diri saya menggunakan software ini ketika saya menikah dan punya anak nantinya. Softwarenya canggih dan mudah digunakan. Color-gradingnya merupakan yang terbaik di kelasnya. Bahkan color-gradingnya Adobe Premiere Pro tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan DaVinci Resolve 14. Performanya juga patut diacungi jempol. Hasil render cepat selesai walau PC saya sudah lumayan uzur.

Duh, saya tidak  bisa lagi mengungkapkan bagaimana perasaan saya menggunakan DaVinci Resolve 14 ini. Ini adalah software yang benar-benar bisa menggantikan Windows Movie Maker yang melekat di hati saya selama ini.

Saya bahkan berencana membuat tutorial tentang DaVinci Resolve 14 di blog ini! Dari tingkat pemula sampai tingkat mahir!

Eh? Saya sendiri masih pemula.

Tidak peduli!

Yang pasti, nantikan tutorial-tutorial tentang DaVinci Resolve 14 di blog ini!

Penutup

Yup, tidak perlu banyak kata penutup lagi. Itulah pendapat saya tentang software edit video yang bisa menggantikan Windows Movie Maker sebagai alat perang yang bisa Anda gunakan dalam mengedit video. Bahkan lebih dari Windows Movie Maker (sudah pasti sih)!

Bagaimana menurut Anda?

Apa Itu DaVinci Resolve?

Seperti yang sudah pernah kita bahas pada artikel Video Editor Gratis Terbaik Buat YouTube, bahwa DaVinci Resolve 14 merupakan software gratis terbaik yang bisa Anda dapatkan untuk keperluan editing YouTube atau untuk keperluan editing filmmaker pemula maupun profesional. Tetapi sebenarnya apa itu DaVinci Resolve? Apa kelebihannya? Apa kekurangannya? Mengapa kita tidak menggunakan software yang lebih terkenal saja seperti Adobe Premiere Pro?

Awal Mula DaVinci Resolve

Dari namanya kita sudah bisa menebak bahwa DaVinci Resolve diambil dari nama sang genius: Leonardo da Vinci. Masuk akal memang, sebuah software yang berurusan dengan seni diambil dari nama seorang master seni.

DaVinci Resolve awalnya merupakan software buatan perusahaan asal Amerika Serikat yang bernama da Vinci Systems pada tahun 2004. Pada saat itu namanya adalah da Vinci Resolve (dengan awalan huruf d kecil dan tanpa spasi). da Vinci Systems sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri perfilman. Mereka terkenal dengan produk 'orang-orang film' seperti: color corrector, color grading, digital mastering system dan restorasi film.

Nah, untuk urusan color corrector, da Vinci Systems memiliki dua solusi. Yaitu solusi berbasis hardware(da Vinci Renaissance 888, da Vinci 2K dan da Vinci 2K Plus) dan solusi berbasis software, yaitu da Vinci Resolve!

Ini dahulu digunakan oleh produser film Hollywood.

Setelah berkecimpung selama 25 tahun (oh ya, da Vinci Systems didirikan pada tahun 1984), pada tahun tahun 2009, da Vinci Systems diakuisisi oleh perusahaan perfilman lainnya. Yaitu Blackmagic Design. Sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 2001 dan bermarkas di Australia. Sejak akuisisi itulah software DaVinci Resolve berevolusi menjadi software yang kita kenal saat ini.

Mengapa saya sebut berevolusi?

Seperti yang sudah saya sebutkan, da Vinci Systems adalah perusahaan yang bergerak di industri film. Hardware maupun software yang digunakan oleh industri tersebut bukanlah hardware/software yang bisa dibeli dan digunakan oleh masyarakat umum. Karena harganya yang mahal dan butuh keahlian khusus untuk mengoperasikannya.

Saya tidak menemukan berapa harga software da Vinci Resolve pada masa awal rilisnya, dari informasi yang saya dapat software ini membutuhkan hardware seharga $500,000 (Rp6.770.750.000) agar bisa berjalan!

Bandingkan dengan sekarang. Anda bisa mendownload DaVinci Resolve secara gratis dan menjalankannya di komputer dengan spesifikasi tidak terlalu tinggi.

Sebuah evolusi yang mampu mengubah industri perfilman di masa depan!

Penantang Adobe Premiere Pro

Adobe Premiere Pro sudah tidak bisa diragukan lagi sebagai non-linear video editing software yang populer dan banyak digunakan oleh para filmmaker di luar sana. Youtubers pun banyak yang menggunakan Adobe Premiere Pro. Karena Anda bisa dengan mudah menemukan tutorial tentang Adobe Premiere Pro dan belajar menggunakan software tersebut, serta ada banyak diskusi dan bantuan yang bisa Anda andalkan ketika mengalami kendala dalam menggunakan Adobe Premiere Pro.

Saya sendiri juga merupakan pengguna Adobe Premiere Pro. Atau bisa dibilang mantan pengguna Adobe Premiere Pro. Karena jujur saja, selama ini saya menggunakan Adobe Premiere Pro bajakan.

Selama menggunakan Adobe Premiere Pro, selalu tersirat rasa bersalah dalam diri saya setiap kali membuka Adobe Premiere Pro di komputer saya. Karena saya sendiri merupakan lulusan Sistem Informasi yang kerjanya berhubungan dengan software. Saya tahu bagaimana susahnya membangun sebuah software dan apa rasanya hasil kerja keras kita tidak membuahkan hasil. Dari rasa bersalah itulah saya mencoba mencari alternatif software video editing yang bisa menggantikan Adobe Premiere Pro. Pada saat itulah saya menemukan DaVinci Resolve 14.

Dari pengalaman saya, saya bisa pastikan bahwa DaVinci Resolve merupakan penantang serius Adobe Premiere Pro. Tidak hanya karena software ini gratis, tetapi performa software ini sendiri melebihi Adobe Premiere Pro. Walaupun saat ini saya menilainya menggunakan hardware yang terbatas, tapi bisa saya pastikan DaVinci Resolve lebih cepat dibandingkan dengan Adobe Premiere Pro.

Selain itu kemudahan penggunaannya. Hanya butuh beberapa jam bagi saya untuk memulai menggunakan DaVinci Resolve dan mengedit video secepat saya mengedit menggunakan Adobe Premiere Pro. Bahkan lebih cepat!

Saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut bagaimana DaVinci Resolve 14 bisa menjadi penantang serius Adobe Premiere Pro. Namun yang pasti, Anda akan membuktikannya sendiri dari tutorial menggunakan DaVinci Resolve 14 di blog ini.

Kelebihan

Dari pengalaman saya selama kurang lebih 15 hari menggunakan DaVinci Resolve 14, saya bisa menemukan beberapa kelebihan DaVinci Resolve 14 dibandingkan software-software lainnya.

  • Gratis! Sudah pasti.
  • Multi-platform. Anda bisa menginstall DaVinci Resolve 14 di Windows, macOS X dan Linux!
  • Rendering cepat! Jauh lebih cepat dari pada Adobe Premiere Pro!
  • Mudah digunakan! Semudah menggunakan Windows Movie Maker!
  • Fungsi software terorganisir dengan baik. Tidak acak-acakan.
  • Gratis! Anda bisa menggunakan DaVinci Resolve 14 tanpa dipungut biaya!

Kekurangan

Dan tentu saja, tidak ada software yang sempurna. Berikut beberapa kekurangan yang saya temukan selama kurang lebih 15 hari menggunakan DaVinci Resolve 14:

  • Bug. Karena DaVinci Resolve 14 tergolong software baru, maka bug adalah sesuatu yang wajar.
  • Navigasi kaku. Mungkin karena kurang terbiasa, saya sering secara tak sengaja menghapus sesuatu yang tidak ingin saya hapus dan tanpa sengaja menimpa sesuatu yang tidak ingin saya timpa.
  • Harus hati-hati dan teliti sebelum me-render. Sebelum melakukan proses rendering, Anda akan dihadapkan pada beberapa pilihan yang harus akan pilih dengan teliti. Saya pernah menghabiskan waktu 2 jam untuk merender, tapi hasilnya tidak ada suaranya karena saya lupa memilih channel audio yang akan di-render.

Penutup

Saya berharap artikel ini bisa sedikit memberikan gambaran ke pada Anda tentang apa sebenarnya DaVinci Resolve itu. Harus saya akui bahwa artikel ini tidak terlalu berisi banyak informasi karena memang agak sulit menemukan informasi tentang DaVinci Resolve di internet. Sedangkan saya baru menggunakan software ini selama kurang lebih 15 hari. Masih butuh waktu bagi saya untuk menguasai software ini dan membagikannya ke pada Anda melalui blog ini.

Oleh karena itulah, nantikan tulisan selanjutnya tentang DaVinci Resolve di blog ini!

Software Video Editor yang Mungkin Sempurna Buat YouTube?

Seperti biasa karena tidak ada pekerjaan yang lebih penting untuk dilakukan, saya putar-putar keliling dunia internet untuk mencari info akurat tentang apa saja yang terlintas di pikiran. Kali ini saya terpikirkan untuk menengok-nengok kamera yang dulu menarik perhatian saya, yaitu cinema camera dari Blackmagic Design. Sebuah perusahaan asal Australia yang bergerak di bidang hardware dan software untuk keperluan profesional. Seperti cinema camera dan berbagai macam hardware yang saya sendiri tidak tahu untuk apa fungsinya.

Dan yaaa… seperti biasa, saya berangan-angan untuk membeli kamera dari Blackmagic ini. Kamera yang tidak mampu saya beli. Tapi hey! Blackmagic sudah cukup terkenal karena cinema camera-nya memiliki harga cukup murah dan memiliki spesifikasi cukup mumpuni untuk merekam film kelas Hollywood jika dibandingkan dengan ‘kamera Hollywood sungguhan’ seperti Arri Alexa.

Seberapa murah? Well, kamera Blackmagic Ursa Mini 4K EF dijual seharga Rp 49.500.000 di Tokopedia.

Mahal??

Tidak jika dibandingkan dengan ‘kamera Hollywood sungguhan’ yaitu Arri Alexa Mini yang memiliki kisaran harga Rp700.000.000.

Dan tidak ada yang jual di Tokopedia.

Tetapi, dari semua kamera-kamera yang mahal tersebut, ada satu yang menarik perhatian saya. Yaitu sebuah software yang dibuat oleh Blackmagic Design ini. Software itu bernama DaVinci Resolve 14. Ya, dari namanya Anda bisa tebak, itu adalah software versi ke 14 yang diluncurkan oleh Blackmagic Design. Software yang cukup lama malang melintang di industri perfilman.

Saya sendiri pernah mendengar nama DaVinci Resolve ini (kalau Leonardo da Vinci saya kenal. Dulu satu SD). Yang saya dengar DaVinci Resolve merupakan software color-grading yang banyak digunakan oleh editor di Hollywood sana. Tetapi sekarang dengan versi ke-14 nya, Blackmagic Design memberikan kemampuan video editing yang lebih baik dari pada sebelumnya.

Ya, ternyata selain color-grading DaVinci Resolve juga bisa untuk edit video layaknya Adobe Premiere Pro.

Dan yang lebih menariknya lagi, ternyata DaVinci Resolve 14 memiliki versi gratis!

Saya sendiri sudah sedikit mencoba kemampuan video editing dari DaVinci Resolve 14 versi gratisan ini. Dan saya berpikir, “Hey! Ini bisa menggantikan Adobe Premiere Pro CC bajakan yang saya pakai selama ini!”.

Hmmm… well… saya akui. Saya pakai software bajakan. Karena saya tidak punya kartu kredit buat membayar biaya berlangganan Adobe Creative Cloud dan tidak ada jasa pembayaran yang bisa menangani masalah tersebut.

LoL. Siapa yang tidak pernah pakai software bajakan?

Tapi hey! DaVinci Resolve 14 memberikan angin segar bagi Anda yang merasa bersalah menggunakan software bajakan selama ini! Seperti saya!

Bayangkan, dengan versi gratisnya saja, Anda sudah bisa merender video dengan resolusi 2K! Lebih dari cukup untuk sebuah video YouTube.

Selain itu, walaupun gratis, DaVinci Resolve 14 tidak menambahkan watermark di hasil rendering seperti kebanyakan software-software video editor di luar sana!

Dari hasil percobaan saya, DaVinci Resolve 14 memiliki semua yang dibutuhkan oleh seorang youtuber untuk mengedit videonya. Dan oleh karena itu, sesuai judul artikel ini, bisa saya katakan DaVinci Resolve 14 adalah software video editing yang mungkin sempurna untuk YouTube.

Kenapa mungkin?

Karena saya belum menyelami lebih dalam kemampuan software ini. Beri saya waktu beberapa hari lagi untuk melakukan banyak eksperimen terhadap software ini dan mungkin nanti akan kita lihat apakah DaVinci Resolve 14 ini benar-benar bisa menggantikan Adobe Premiere Pro bajakan yang saya gunakan selama ini.