Home Post Penyebab Error YouTube Mulai Menemui Titik Terang

Penyebab Error YouTube Mulai Menemui Titik Terang

Penyebab Error YouTube Mulai Menemui Titik Terang

Setelah beberapa hari berlalu sejak munculnya error pada YouTube yang menyebabkan video-video tidak dapat diakses karena penyebab yang belum jelas, kini perlahan-lahan penyebab dari kejadian itu mulai menemui titik terang.

Jika pada artikel sebelumnya muncul beberapa dugaan bahwa penyebab error pada YouTube disebabkan oleh pemblokiran Kominfo, pemblokiran oleh provider internet dan bug pada YouTube (dugaan saya). Maka siap-siap, sekarang dugaan itu mengarah pada satu kesimpulan yang cukup bikin bingung:

Perintah penggunaan Safe Search oleh Kominfo ditanggapi oleh provider internet yang malah menyebabkan bug pada YouTube.

Well, cukup bulit bagi saya untuk menjelaskan penyebab error pada YouTube menggunakan satu kalimat. Oleh karena itu, mari kita bahas kronologisnya.

Kominfo Memerintahkan ISP Untuk Mengaktifkan ‘Safe Search’

Bagi Anda yang mengamati pemberitaan tentang pemblokiran yang gencar dilakukan oleh Kominfo, maka Anda tidak akan ketinggalan berita bahwa beberapa hari yang lalu Kominfo memerintahkan 25 ISP (Internet Service Provider) untuk mengaktifkan fitur Safe Search di jaringan masing-masing ISP.

Anda bisa baca salah satu artikelnya di sini: Saring Pornografi, Kominfo Andalkan Fitur Google

Fitur Safe Search adalah fitur dari Google yang memudahkan pengelola jaringan internet untuk menyaring konten-konten negatif di jaringannya.

Artinya jika Anda adalah admin dari suatu jaringan internet (warnet, sekolah, cafe atau bahkan ISP sekalipun), maka Anda bisa mengaktifkan fitur ini di jaringan yang Anda kelola.

Hanya admin jaringan saja (yang tahu username dan password modem) yang bisa men-aktifkan dan me-nonaktifkan fitur ini.

Fitur Safe Search ini sendiri memang cukup ampuh menyaring konten-konten negatif dari hasil pencarian. Bahkan ketika Anda mencari konten negatif dengan kata kunci paling jorok yang pernah Anda pikirkan sekalipun, hasilnya pencarian tidak akan (atau jarang) menampilkan apa yang Anda inginkan.

ISP Menanggapi Perintah Kominfo

Sebagai penyedia jaringan internet yang tunduk pada aturan pemerintahan yang berlaku, sangat dimaklumi jika para ISP dengan segera menanggapi perintah dari Kominfo. Penyedia jaringan internet sudah pasti memperkerjakan admin-admin jaringan yang handal.

Tidak butuh waktu lama bagi para admin-admin tersebut untuk mengaktifkan fitur Safe Mode di jaringan internet yang mereka kelola.

Bahkan, saya-pun bisa mengatifkan fitur Safe Mode jika diberi waktu beberapa jam untuk googling sana-sini.

Google: Fitur Safe Search aktif, berarti fitur Restricted Mode di YouTube juga harus aktif, donk?

Dengan diaktifkannya fitur Safe Search di jaringan ISP, maka secara LOGIKA fitur Restricted Mode di YouTube juga harus aktif.

Bukan begitu?

Safe Search berfungsi untuk menyaring hasil pencarian berupa konten negatif yang masuk ke jaringan, sedangkan fitur Restricted Mode untuk menyaring konten negatif berupa video YouTube.

Jika Anda mengaktifkan Safe Search di jaringan milik Anda untuk melindungi anak Anda ketika melakukan pencarian internet, sudah barang tentu Anda juga ingin fitur serupa aktif ketika anak Anda menggunakan YouTube di jaringan yang sama!

Secara YouTube adalah milik Google, ketika Anda mengaktifkan fitur Safe Search, maka tidak mengherankan jika Google dengan senang hati mengaktifkan fitur yang serupa di YouTube.

Ada logika yang lebih baik dari pada itu?

Tetap BUG

Itulah yang menurut saya menjadi penyebab utama mengapa Restricted Mode pada YouTube menjadi tidak bisa di-nonaktifkan. Karena aktifnya fitur Safe Search yang memancing aktifnya fitur Restricted Mode di YouTube secara permanen.

Dan hal semacam itu adalah bug.

Bug adalah sebuah kesalahan pada logika pemrograman. Hal-hal seperti ini memang biasa terjadi di dunia pemrograman. Terkadang, logika yang awalnya terdengar solid dan masuk akal (jika Safe Mode aktif maka Restricted Mode juga aktif) bisa serba salah jika dihadapkan pada situasi tertentu. Bagi perusahaan se-raksasa Google sekalipun, bug adalah hal yang sulit untuk dihindari.

Lalu Mengapa Channel ‘Bersih’ Terkena Dampak?

Sulit untuk mengetahui mengapa banyak channel-channel YouTube yang memiliki konten positif malah terkena dampak Restricted Mode. Karena saya sendiri tidak mengetahui dengan pasti bagaimana Restricted Mode bekerja.

Namun, menilai dari ‘kekejaman’ Restricted Mode, saya berpendapat bahwa Restricted Mode dan Safe Search menggunakan program yang sama. Seperti pencarian Google dan YouTube yang hampir sama.

Oleh karena itu Safe Search dan Restricted Mode bisa saja menggunakan variabel yang sama kejamnya ketika menyaring konten negatif.

Bisa saja tag pada video YouTube di channel tersebut diisi kata kunci yang berpotensi negatif. Seperti ‘video me*um’, misalnya. Karena tidak bisa dipungkiri, memang banyak channel YouTube yang menggunakan cara itu dengan harapan bisa menggaet penonton dari hasil pencarian, sedangkan video mereka tidak memiliki konten seperti itu.

Atau bisa saja pada deskripsi video terdapat kata kunci yang juga bermuatan negatif atau bahkan berpotensi sebagai spam. Karena memang banyak channel-channel yang menaroh link di deskripsi video mereka.

Tapi tentu saja, itu hanya spekulasi saya saja. Pendapat saya tentang cara kerja Restricted Mode pada YouTube ini.

Tidak bermaksud menuduh channel YouTube yang terkena dampak Restricted Mode.

Bagaimana Kelanjutannya?

Menarik untuk menunggu reaksi Google atau YouTube dalam menanggapi masalah ini. Karena masalah ini berpotensi merusak pemasukan Google, maka kita bisa berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan cepat.

Bagaimana kelanjutannya? Kita lihat perkembangannya dan tunggu saja tulisan berikutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.