Pengalaman Menggunakan Wanikani

belajar bahasa jepang dengan wanikani

Dalam usaha saya mempelajari Bahasa Jepang guna mempermudah saya menonton anime tanpa subtitle telah membawa saya ke pada saat yang berbahagia di mana saya dengan selamat sentosa belajar kanji dengan bantuan website bernama Wanikani.

Tapi serius, bagi Anda yang mempelajari bahasa Jepang, sudah barang tentu mempelajari kanji. Dan mempelajari kanji bisa dibilang pain in the ass. Karena ada lebih dari 2.000 kanji yang paling sering digunakan pada teks-teks Jepang. Seperti koran, manga atau website.

Nah, kebetulan. Saya menemukan website ini. Namanya Wanikani. Alamatnya di wanikani.com. Website ini merupakan website buatan Tofugu yang merupakan website belajar Bahasa Jepang lainnya. Jika Anda pernah melakukan pencarian tentang pelajaran Bahasa Jepang menggunakan Bahasa Inggris, maka Tofugu.com akan menjadi hasil pencarian paling atas. Karena yaaa, website ini sudah cukup populer.

Screenshot WaniKani.com

Untuk menggunakan Wanikani, Anda cukup mendaftarkan alamat email dan Anda bisa mengakses secara gratis pelajaran tentang kanji yang terdapat di dalamnya.

Tapi…

Anda hanya bisa mangakses pelajaran sampai Level 3 dari 60 level yang ada. Jika Anda ingin mengakses semua level, Anda perlu menjadi member premium dengan biaya $9/bulan.

Tapi…

Dengan hanya bisa mengakses 3 level, Anda sudah bisa menghafal setidaknya 90 kanji dan 200 kosakata yang menggunakan kanji. Sudah cukup untuk membuat Anda mengangguk-angguk ketika mendengar kosakata yang Anda pelajari diucapkan oleh karakter anime yang sedang Anda tonton, karena Anda tahu artinya.

Tapi…

Sama sekali tidak cukup untuk membaca manga dalam Bahasa Jepang.

Saya sendiri berhasil mencapai Level 3 atau level gratis yang diberikan dalam kurun waktu 1 bulan. Selama satu bulan tersebut saya selalu mengulang-ulang hafalan kanji saya setiap hari. Ketika baru bangun tidur saya mengulang hafalan dan ketika akan tidur saya mengulang lagi hafalannya. Jika Anda sering mengulang hafalan yang diberikan setiap hari seperti yang saya lakukan, maka dalam 1 kali mengulang Anda cuma butuh waktu kira-kira 10 menit untuk mengulang semua hafalan kanji Anda. Tidak terlalu banyak makan waktu dan cukup efisien menurut saya.

Oh ya, tergantung kecepatan mengetik juga sih.

Berbicara tentang pengulangan hafalan, maksud saya adalah Wanikani akan memberikan Anda pelajaran awal tentang kanji. Mulai dari radical, arti dan mnemonic (cara mudah mengingat kanji). Setelah Anda selesai mempelajari kanji yang diberikan, Anda akan dibawa ke dalam tahap Review. Yaitu tahap di mana Anda akan disodorkan kanji yang sudah Anda pelajari untuk Anda tebak artinya apa dan cara bacanya apa.

Ya, mudah saja sebenarnya. Anda hanya menebak-nebak saja kanji yang disodorkan secara berulang-ulang hingga kanji tersebut tertanam di memori Anda secara permanen.

Ini adalah kanji dari Batu (stone)

Seperti gambar di atas, Anda disodorkan dengan kanji yang sebelumnya telah Anda pelajari. Pada gambar di atas, Anda harus menebak arti kosakata (vocabulary) dari kanji yang diberikan. Kanji tersebut adalah kanji dari 'batu'. Maka Anda ketikan 'Stone'.

Berbeda halnya jika Anda ditanya cara baca dari kanji 'batu' di atas. Kali ini Anda harus mengetikkan cara baca kanji tersebut ke dalam kolom yang secara otomatis akan langsung menerjemahkan huruf abjad dari keyboard Anda ke dalam hiragana.

Contohnya kanji batu tersebut dibaca 'ishi', lalu Anda ketik i-s-h-i. Maka hasilnya akan seperti gambar di bawah ini.

ishi berubah menjadi いし

Mudah bukan? Hanya menebak-nebak saja sampai Anda hafal 2.000 kanji yang disediakan.

Tetapi!

Agar proses menghafal yang Anda lalui berjalan dengan lebih efisien dan cepat, maka Wanikani menerapkan sistem yang mereka beri nama Spaced Repetition. Sistem ini akan menilai mana kanji yang mudah bagi dan mana yang sulit. Jika suatu kanji selalu Anda jawab dengan benar, maka kanji tersebut akan muncul lebih jarang pada saat Anda melakukan review keesokan harinya. Jika suatu kanji selalu Anda jawab salah atau keliru, maka kemungkinan besar kanji tersebut akan muncul setiap kali Anda melakukan review.

Cara tersebut memang cukup efisien menurut saya. Walaupun memang, terkadang cara ini membuat saya sering menyimpan rasa dendam terhadap kanji yang sulit saya hafal. Selain itu, cara ini juga sedikit membuat jantung berdebar ketika Anda bertemu dengan kanji yang sudah lama tidak Anda temui (karena selalu Anda jawab benar beberapa hari sebelumnya), Anda akan berpikir keras mengingat kanji tersebut. Jika Anda salah menjawab maka kanji yang sudah susah payah Anda jawab benar selama ini akan diturunkan levelnya menjadi kanji yang sulit Anda hafal.

Cukup menantang.

Melatih Komitmen

Dari pengalaman saya selama lebih dari sebulan menggunakan Wanikani, saya cukup menikmati perjalanan saya menghafal kanji-kanji dari hari ke hari. Tidak satupun hari saya lewatkan tanpa melakukan review kanji yang sudah saya pelajari.

Dan ya, seperti yang sudah saya sebutkan di atas, terkadang saya bisa mendengar karakter anime yang saya tonton menyebutkan kosakata kanji yang sudah saya pelajari dan saya tahu artinya tanpa harus melihat ke subtitle lagi. Membuat saya mengangguk-angguk sendiri. "Ah, ternyata begitu penggunaannya", pikir saya.

Tetapi, walaupun Wanikani memang bisa membantu Anda mempelajari kanji dengan cepat, Wanikani menurut saya memiliki kekurangan yang cukup berarti. Wanikani hanya tersedia dalam Bahasa Inggris. Bagi Anda yang tidak terlalu paham Bahasa Inggris, maka mungkin Wanikani tidak cocok untuk Anda.

Mnemonic yang disediakan Wankani juga lebih cocok digunakan oleh mereka yang sudah terbiasa dengan Bahasa Inggris. Contohnya, untuk menghafal kanji 四 (empat/four), Anda akan diberikan mnemonic seperti ini:

Despite how amazing this feat you just completed is, the audience watching you is really bored. "Yawn" (よん) they say, politely covering their mouth.

Ya, kanji 四 dibaca 'yon'. Tapi Anda diberikan mnemonic 'yawn' (menguap karena ngantuk). Saya rasa akan sulit bagi orang Indonesia menghafal sesuatu yang disebut 'yon' dengan mnemonic 'yawn'. Karena kemungkinan besar orang Indonesia akan membaca kata 'yawn' dengan 'yaaun'. Bukan 'yon'.

Itu hanya salah satu contoh saja, masih banyak mnemonic yang saya rasa tidak cocok digunakan oleh orang Indonesia dalam menghafal kanji. Saya sendiri lebih memilih 'menciptakan' mnemonic saya sendiri untuk membantu menghafal kanji. Seperti yang saya lakukan dalam menghafal hiragana dan katakana.

Tapi dari segala kekurangannya, saya rasa Wanikani bisa dilihat sebagai sebuah sarana latihan menghafal kanji yang patut dicoba bagi Anda yang ingin merasakan rasanya menghafal kanji. Memang Anda hanya diberikan gratis sampai dengan Level 3, tapi menurut saya itu sudah cukup untuk mengetes komitmen Anda dalam mempelajari kanji.

Penutup

Terlepas dari kenyataan bahwa Wanikani adalah layanan berbayar yang akan sulit diakses bagi mereka yang tidak memiliki kartu kredit, Wanikani setidaknya memberikan kemudahan bagi Anda yang ingin menghafal kanji kapan saja di mana saja. Atau ingin merasakan serunya menghafal kanji.

Ya, saya bilang seru karena memang bagi saya seru.

Saya melakukan review selama sebulan penuh setiap hari dan setiap saat ketika saya tidak ada kerjaan. Termenung sedikit saya bukan Wanikani, sambil makan saya buka Wanikani, di perjalanan saya buka Wanikani (kalau bukan saya yang bawa kendaraan). Menjadi sebuah adiksi tersendiri dalam menyelesaikan level yang diberikan dan kanji yang semakin sulit seiring dengan bertambahnya hafalan kanji Anda.

Saya sendiri kemungkinan besar akan mendaftar sebagai member premium nantinya. Karena dengan sudah selesainya Level 3, maka saya tidak menemukan adanya tantangan baru lagi. Jika Anda sudah sampai Level 3, maka kanji yang Anda review hanya itu-itu saja sampai Anda bosan. Tidak ada kanji baru untuk dipelajari hingga Anda menjadi member premium nantinya.

Ya, nantinya.

Author: Dipo Putra

Seorang pelukis gagal, musisi gagal, blogger gagal, audio engineer gagal, novelis gagal, mangaka gagal, programmer gagal, nuclear engineer gagal dan app developer gagal. Dari semua kegagalan itu akhirnya saya sadar akan satu hal yang tak pernah gagal saya lakukan: Procrastinating!

One thought on “Pengalaman Menggunakan Wanikani”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *