Buat Tutorial Pemrograman Lagi?

Dahulu blog ini berisi tutorial-tutorial pemrograman. Kebanyakan berisi tutorial pemrograman Android. Membuat aplikasi Android dan sebagainya. Tapi, membuat tutorial adalah pekerjaan yang melelahkan. Mungkin karena saya sendiri tidak efisien dan terlalu banyak prinsip.

Tapi yah… itu dulu.

Saya merasa gagal dalam mengelola blog yang berisi tutorial pemrograman. Satu tahun saya habiskan untuk mengelola blog tersebut dan pengunjung yang datang hanya 3/hari. Sama sekali tidak bisa dibilang sukses.

Bukan karena tutorial saya jelek, tapi karena terlalu bagus. Saya terlalu perfectionist dalam membuat tutorial. Untuk membuat tutorial instalasi misalnya, saya akan menginstall ulang komputer saya agar saya benar-benar bisa merasakan pengalaman menginstall sesuatu yang belum pernah diinstall di sebuah komputer. Saya memastikan tidak ada masalah yang terjadi pada proses instalasi. Jika terjadi masalah, maka akan saya catat, saya bikin screenshot dan saya informasikan ke pada pembaca tutorial saya bahwa sesuatu harus dilakukan agar yang mengikuti tutorial dari saya tidak mengalami kendala.

Saya terlalu memanjakan pembaca tutorial saya.

Bukan karena apa-apa. Saya hanya ingin memastikan bahwa tutorial yang saya berikan merupakan tutorial terbaik yang bisa mereka temukan di jagat internet. Saya memastikan tutorial saya adalah tutorial yang paling fresh dan paling relevan dari tutorial-tutorial lainnya.

Saya juga memastikan tutorial saya mudah diikuti dan tidak membosankan. Terkadang saya menghabiskan waktu untuk mencari jokes yang bisa saya selipkan pada kalimat tutorial-tutorial saya. Tidak ada salahnya memang. Cuma saya terlalu banyak menghabiskan waktu mencari jokes ketimbang menyelesaikan tutorial yang saya tulis.

Kasihan…

Pemilik blog tutorial yang berkomitmen tinggi seperti itu berakhir menghapus semua isi blognya dan memulai dari awal lagi.

Tapi saya tidak menyesali keputusan saya. Pada saat ini saya memulai sesuatu yang saya rasa bisa membuat blog ini lebih baik dari pada sebelumnya. Sedikit demi sedikit saya mulai menemukan passion saya setelah konsisten untuk menulis di blog ini setiap hari. Saya mulai menemukan tujuan ngeblog yang sebenarnya. Saya mulai menemukan titik terang ke mana saya akan melangkah selanjutnya.

Dengan semangat yang baru saya temukan ini apakah nantinya saya akan membuat tutorial pemrograman lagi?

Ya.

Saya akan membuat tutorial pemrograman lagi. Tapi tidak dalam waktu dekat. Mungkin nanti. Beberapa bulan lagi. Ketika blog ini mulai menemukan tempatnya di sisi pembaca dan di sisi saya sendiri.

Mengubur Sebuah Mimpi

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan sebuah email. Email tersebut datang dari penyedia jasa hosting yang saya sewa. Mereka mengirimkan email pemberitahuan bahwa salah satu domain dan hosting yang saya sewa akan segera berakhir masa sewanya beberapa minggu ke depan.

Saya sedih.

Karena domain yang akan berakhir masa sewanya itu adalah…

barapi.com

Bagaimana tidak sedih? Domain tersebut adalah salah satu mimpi saya yang sudah tidak layak lagi saya perjuangkan. Saya sudah kehabisan waktu untuk mengejar mimpi tersebut. Mimpi membuat sebuah startup yang bergerak di bidang pembuatan game dan aplikasi Android. Sebuah mimpi yang seharusnya sudah terwujud 2 tahun yang lalu. Tapi yang ada sekarang hanyalah saya yang mencoba mengetik kata-kata yang tidak terlalu indah untuk meratapi mimpi yang harus saya kubur.

Ya, saya tidak akan memperpanjang masa sewa domain itu lagi.

Saya membeli domain tersebut pada tahun 2015. Pada saat itu saya juga menyewa hosting agar bisa menampilkan halaman under-construction supaya pengunjung tahu bahwa sebuah website dari salah satu developer Android asal Payakumbuh sedang dibangun.

Under Construction

Kami merupakan startup asal Payakumbuh yang saat ini berfokus pada pengembangan aplikasi berbasis sistem operasi Android. Saat ini kami baru memiliki dua aplikasi yang bisa di download di Google Play. Yaitu, Benar Atau Salah dan Harga Otak. Website ini dibangun agar kami selalu terhubung dengan pengguna aplikasi kami diseluruh dunia! Dan tentu saja setelah ini akan banyak aplikasi-aplikasi berkualitas yang akan dirilis untuk para pengguna Android di Indonesia!

former barapi.com

Tapi sayang, 3 tahun kemudian website tersebut masih dalam status under-construction. Karena pada kenyataannya, developer Android yang membuat website tersebut tidak pernah bisa mencapai tujuan yang dengan penuh motivasi tinggi mereka tampilkan pada website tersebut.

Tidak hanya itu jika kita mengklik link 'Tentang' yang ada di sana, kita bisa menemukan kata-kata yang tidak kalah antusiasnya.

Sangat antusias. Atau bisa dibilang 'naif'.

Banyak pengembang aplikasi Android asal Indonesia terkesan setengah-setengah dalam meluncurkan aplikasi untuk pengguna di Indonesia. Pengembang yang sukses pun biasanya lebih tertarik untuk mengembangkan aplikasi yang ditujukan pada pasar Internasional ketimbang Nasional. Untuk itulah, kami dari Barapi Software akan membuat seuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Nantikan gebrakan dari kami!

former barapi.com

Menyedihkan… mereka tidak pernah bisa mewujudkan apa yang mereka tulis di website tersebut sampai detik ini.

Sudah bisa Anda tebak, 'mereka' itu adalah saya sendiri.

Mungkin memang saya yang tidak berusaha lebih keras untuk membuat aplikasi Android hingga saya tidak pernah bisa membuat aplikasi Android seperti yang saya janjikan. Mungkin memang bukan keahlian saya membuat aplikasi Android yang tidak pernah ada sebelumnya. Mungkin saya salah jika saya hanya menargetkan pasar nasional, bukan internasional. Mungkin saya yang bodoh tidak menggunakan aplikasi re-skin saja untuk menambah portofolio start-up yang saya coba dirikan.

Mungkin semua mungkin…

Saya masih ingat ketika saya menemukan ide tentang nama Barapi Software tersebut. Saya melakukan survey ke teman-teman di kontak BBM saya untuk memilih, mana yang lebih keren? Barapi atau Pamenan?

Banyak yang memilih Barapi. Sesuatu yang sebenarnya tidak perlu harus disurvey-survey segala. Karena nama Barapi itu memang keren. Barapi itu adalah Bahasa Minang dari kata 'berapi'. Sebuah nama yang punya semangat membara dan berapi-api.

Sayang, api itu harus pudar pada tanggal 25 Februari nanti.

Saya tidak punya alasan lagi untuk mempertahankan nama domain yang keren tersebut. Saya harus segera melangkah pada targer-target lainnya yang lebih realistis. Sudah terlalu banyak target dan mimpi dalam hidup saya yang tidak pernah bisa saya capai. Menyesakkan dada saya menerima kenyataan bahwa mendirikan sebuah perusahaan software bernama Barapi Software adalah salah satunya.

Sesuatu yang tidak bisa saya capai. Sesuatu yang harus saya kubur.

Keputusan ini saya buat 15 hari setelah menerima email pemberitahuan tersebut. Saya tidak punya rencana untuk menyesali keputusan ini.

Salamek Tingga, Barapi Software.

Aplikasi Terbaik Untuk Merekam Layar Android

Beberapa waktu yang lalu saya pernah membuat video tutorial tentang cara membuat akun Gmail di smartphone Android yang saya upload di channel Kurang Kerjaan. Pada proses pembuatan video tersebut, saya berhadapan dengan kenyataan bahwa saya harus merekam layar smartphone Android saya.

Lha iya lah, kalau tidak ada itu sama aja bohong tutorialnya.

Beruntungnya, smartphone Xiaomi Redmi 4X saya ternyata sudah dibekali dengan aplikasi bawaan untuk merekam layar. Dengan perasaan senang, saya mulai membuat tutorial.

Tapi sayang, hasil rekamannya ampas.

Resolusinya tidak bisa Full HD, padahal smartphone-nya sendiri memiliki layar dengan resolusi Full HD. Lalu framerate-nya juga tidak mulus. Seperti yang saya bilang: ampas.

Oleh karena itulah saya merasa harus menjelajah Google Play untuk mencari aplikasi yang bisa memenuhi segala kebutuhan saya dalam merekam layar Android. Tentu saja, saya menginginkan aplikasi yang bisa bekerja tanpa harus memiliki akses root.

Masa iya cuma merekam layar saja harus pakai akses root? Smartphone-nya harus di-root dulu? Kalo gitu mending saya rekam pakai handycam saya saja!

Seperti yang sudah bisa Anda tebak, ada banyak sekali aplikasi perekam layar smartphone yang tersedia di Google Play. Dan ya, semua sudah saya coba satu persatu. Hasilnya, saya menemukan salah satu aplikasi perekam layar smartphone yang terbaik. Saking baiknya saya sampai membuat artikel untuk aplikasi tersebut tanpa dibayar!

Aplikasi terbaik yang bisa Anda gunakan untuk merekam layar smartphone Android Anda adalah!

DU Recorder

Yup, sebenarnya sudah bisa ditebak karena aplikasi Du Recorder ini sendiri memiliki rating yang tinggi dibanding dengan aplikasi serupa. Tetapi boleh jujur saja, saya sendiri skeptis dengan aplikasi ini. Karena boleh dibilang saya benci dengan aplikasi yang awalannya 'DU'. Alasannya? Mungkin Anda pernah mengalaminya, developer dari aplikasi yang awalan 'DU' tersebut sering melakukan marketing yang tidak menyenangkan. Mereka sering menaruh 'scare ads' atau iklan yang bikin pengguna takut akan keamanan smartphone mereka. Seperti:

Smartphone Anda terdeteksi Virus berbahaya! Segera install DU Antivirus untuk mengamankan smartphone Anda!

Ya, kira-kira seperti itu. Anda pernah mengalaminya, bukan? Oh? Tidak pernah? Mungkin nanti.

Karena situasi saya saat ini membutuhkan aplikasi perekam layar yang mumpuni, maka saya memutuskan untuk memberikan kesempatan pada DU Recorder ini.

Tapi tentu saja, dengan penuh rasa curiga akan aplikasi ini. Saya hanya memberikan izin yang saya rasa penting bagi sebuah aplikasi screen recorder. Izin seperti menampilkan pemberitahuan tidak saya izinkan.

Menampilkan pemberitahuan dan tips? Lain kali saja deh.

Dan pengalaman saya menggunakan DU Recorder ternyata bisa dibilang menyenangkan. Yang perlu Anda lakukan untuk merekam layar smartphone Android Anda hanyalah dengan cara membuka aplikasi DU Recorder. Lalu akan tampil di bagan pemberitahuan sebuah menu untuk mengatur proses perekaman.

Setelah Anda menekan tombol Record, maka proses perekaman akan berjalan. Anda sekarang hanya perlu melakukan kegiatan di smartphone Anda sesuai dengan apa yang ingin Anda rekam dan tampilkan nantinya. Setelah Anda selesai merekam, tekan tombol Stop. Maka hasil rekaman Anda akan muncul untuk Anda preview dan putuskan apakah rekaman tersebut akan disimpan atau tidak.

Performa aplikasi ini sendiri sangat mulus. Tapi saya tidak bisa bicara banyak tentang performa aplikasi yang sesungguhnya karena saya belum pernah melakukan perekaman game berat, misalnya, yang akan menguras tenaga dan menguras kemulusan aplikasi ini dalam bekerja.

Namun untuk kasus saya yang hanya ingin merekam tutorial, maka aplikasi ini sangat sempurna. Karena terdapat banyak pengaturan yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan Anda. Anda bisa memilih resolusi yang ingin Anda rekam, memilih FPS bahkan Anda bisa memilih untuk menampilkan watermark aplikasi ini hasil rekaman Anda atau tidak. Sebuah nilai plus menurut saya, karena kebanyakan aplikasi seperti ini biasanya akan meninggalkan watermark mereka demi kepentingan marketing di hasil video yang kita buat tanpa bisa dihilangkan. Kecuali kita membeli aplikasi tersebut secara legal.

Dan tentu saja, Anda bisa melihat sendiri hasil rekaman aplikasi DU Recorder pada video yang saya sebutkan di awal artikel tadi.

Ini videonya:

Penutup

Ini adalah pertama kalinya saya menginstall sebuah aplikasi yang di awali dengan 'DU' di namanya. Walaupun saya masih curiga dengan aplikasi ini, tapi dengan fungsi dan fitur yang berlimpah, aplikasi DU Recorder patut diacungi jempol. Ia bisa memenuhi segala kebutuhan Anda dalam melakukan perekaman layar smartphone tanpa membuat smartphone Anda bekerja terlalu keras. Pilihan untuk menampilkan watermark atau tidak menjadi sebuah nilai plus bagi aplikasi ini. Karena watermark akan membuat hasil rekaman Anda terlihat kurang profesional dan mengganggu.

Link Download Du Recorder

Tutorial DaVinci Resolve 14 – Kata Pembuka

Pada artikel Video Editor Gratis Terbaik Buat YouTube, sudah saya tekankan bahwa DaVinci Resolve 14 merupakan software editing gratis terbaik yang bisa Anda dapatkan di seantero jagat maya. Tetapi, mungkin karena software ini sendiri baru mendapat perhatian ketika rilis ke-14 nya yang banyak membawa perubahan besar, DaVinci Resolve 14 ternyata tidak terlalu dikenal oleh mereka yang sebenarnya membutuhkan software video editing gratis. Seperti youtubers, misalnya.

Hal ini bisa kita lihat dari minimnya tutorial tentang DaVinci Resolve 14 maupun versi sebelumnya yang berbahasa Indonesia.

Ya, jika Anda melakukan pencarian dengan kata kunci ‘tutorial davinci resolve 14 bahasa indonesia’, maka Anda hanya akan menemukan beberapa, atau lebih tepatnya jika saya tidak salah hitung, 3 buah link yang benar-benar berisi tutorial DaVinci Resolve 14. Tetapi sayangnya tutorial-tutorial tersebut juga tidak mengupas terlalu dalam tentang software ini sendiri. Hanya beberapa trik color-grading yang hanya dimengerti oleh orang yang sudah lama menggunakan DaVinci Resolve 14. Boro-boro dasar-dasar editing.

Karena alasan itu pulalah saya menjadi tertarik untuk membuat tutorial DaVinci Resolve 14. Mulai dari sangat dasar sekali. Karena saya sendiri juga baru belajar tentang DaVinci Resolve 14 ini. Oleh karena itu, bagi Anda yang juga baru belajar DaVinci Resolve 14 ini, maka kita akan belajar bareng-bareng.

Selain itu untuk tutorial ini nantinya saya juga akan mengupload beberapa video YouTube. Karena dari pengalaman saya, beberapa poin dari sebuah tutorial akan menjadi sulit dijelaskan jika kita hanya terpaku pada format artikel saja.

Ah, video tutorial DaVinci Resolve 14 ini nantinya akan menjadi video pertama saya di channel YouTube saya sendiri.

Oleh karena itu, nantikan artikel selanjutnya tentang tutorial DaVinci Resolve 14 di blog ini!

Pengalaman Menggunakan Wanikani

Dalam usaha saya mempelajari Bahasa Jepang guna mempermudah saya menonton anime tanpa subtitle telah membawa saya ke pada saat yang berbahagia di mana saya dengan selamat sentosa belajar kanji dengan bantuan website bernama Wanikani.

Tapi serius, bagi Anda yang mempelajari bahasa Jepang, sudah barang tentu mempelajari kanji. Dan mempelajari kanji bisa dibilang pain in the ass. Karena ada lebih dari 2.000 kanji yang paling sering digunakan pada teks-teks Jepang. Seperti koran, manga atau website.

Nah, kebetulan. Saya menemukan website ini. Namanya Wanikani. Alamatnya di wanikani.com. Website ini merupakan website buatan Tofugu yang merupakan website belajar Bahasa Jepang lainnya. Jika Anda pernah melakukan pencarian tentang pelajaran Bahasa Jepang menggunakan Bahasa Inggris, maka Tofugu.com akan menjadi hasil pencarian paling atas. Karena yaaa, website ini sudah cukup populer.

Screenshot WaniKani.com

Untuk menggunakan Wanikani, Anda cukup mendaftarkan alamat email dan Anda bisa mengakses secara gratis pelajaran tentang kanji yang terdapat di dalamnya.

Tapi…

Anda hanya bisa mangakses pelajaran sampai Level 3 dari 60 level yang ada. Jika Anda ingin mengakses semua level, Anda perlu menjadi member premium dengan biaya $9/bulan.

Tapi…

Dengan hanya bisa mengakses 3 level, Anda sudah bisa menghafal setidaknya 90 kanji dan 200 kosakata yang menggunakan kanji. Sudah cukup untuk membuat Anda mengangguk-angguk ketika mendengar kosakata yang Anda pelajari diucapkan oleh karakter anime yang sedang Anda tonton, karena Anda tahu artinya.

Tapi…

Sama sekali tidak cukup untuk membaca manga dalam Bahasa Jepang.

Saya sendiri berhasil mencapai Level 3 atau level gratis yang diberikan dalam kurun waktu 1 bulan. Selama satu bulan tersebut saya selalu mengulang-ulang hafalan kanji saya setiap hari. Ketika baru bangun tidur saya mengulang hafalan dan ketika akan tidur saya mengulang lagi hafalannya. Jika Anda sering mengulang hafalan yang diberikan setiap hari seperti yang saya lakukan, maka dalam 1 kali mengulang Anda cuma butuh waktu kira-kira 10 menit untuk mengulang semua hafalan kanji Anda. Tidak terlalu banyak makan waktu dan cukup efisien menurut saya.

Oh ya, tergantung kecepatan mengetik juga sih.

Berbicara tentang pengulangan hafalan, maksud saya adalah Wanikani akan memberikan Anda pelajaran awal tentang kanji. Mulai dari radical, arti dan mnemonic (cara mudah mengingat kanji). Setelah Anda selesai mempelajari kanji yang diberikan, Anda akan dibawa ke dalam tahap Review. Yaitu tahap di mana Anda akan disodorkan kanji yang sudah Anda pelajari untuk Anda tebak artinya apa dan cara bacanya apa.

Ya, mudah saja sebenarnya. Anda hanya menebak-nebak saja kanji yang disodorkan secara berulang-ulang hingga kanji tersebut tertanam di memori Anda secara permanen.

Ini adalah kanji dari Batu (stone)

Seperti gambar di atas, Anda disodorkan dengan kanji yang sebelumnya telah Anda pelajari. Pada gambar di atas, Anda harus menebak arti kosakata (vocabulary) dari kanji yang diberikan. Kanji tersebut adalah kanji dari 'batu'. Maka Anda ketikan 'Stone'.

Berbeda halnya jika Anda ditanya cara baca dari kanji 'batu' di atas. Kali ini Anda harus mengetikkan cara baca kanji tersebut ke dalam kolom yang secara otomatis akan langsung menerjemahkan huruf abjad dari keyboard Anda ke dalam hiragana.

Contohnya kanji batu tersebut dibaca 'ishi', lalu Anda ketik i-s-h-i. Maka hasilnya akan seperti gambar di bawah ini.

ishi berubah menjadi いし

Mudah bukan? Hanya menebak-nebak saja sampai Anda hafal 2.000 kanji yang disediakan.

Tetapi!

Agar proses menghafal yang Anda lalui berjalan dengan lebih efisien dan cepat, maka Wanikani menerapkan sistem yang mereka beri nama Spaced Repetition. Sistem ini akan menilai mana kanji yang mudah bagi dan mana yang sulit. Jika suatu kanji selalu Anda jawab dengan benar, maka kanji tersebut akan muncul lebih jarang pada saat Anda melakukan review keesokan harinya. Jika suatu kanji selalu Anda jawab salah atau keliru, maka kemungkinan besar kanji tersebut akan muncul setiap kali Anda melakukan review.

Cara tersebut memang cukup efisien menurut saya. Walaupun memang, terkadang cara ini membuat saya sering menyimpan rasa dendam terhadap kanji yang sulit saya hafal. Selain itu, cara ini juga sedikit membuat jantung berdebar ketika Anda bertemu dengan kanji yang sudah lama tidak Anda temui (karena selalu Anda jawab benar beberapa hari sebelumnya), Anda akan berpikir keras mengingat kanji tersebut. Jika Anda salah menjawab maka kanji yang sudah susah payah Anda jawab benar selama ini akan diturunkan levelnya menjadi kanji yang sulit Anda hafal.

Cukup menantang.

Melatih Komitmen

Dari pengalaman saya selama lebih dari sebulan menggunakan Wanikani, saya cukup menikmati perjalanan saya menghafal kanji-kanji dari hari ke hari. Tidak satupun hari saya lewatkan tanpa melakukan review kanji yang sudah saya pelajari.

Dan ya, seperti yang sudah saya sebutkan di atas, terkadang saya bisa mendengar karakter anime yang saya tonton menyebutkan kosakata kanji yang sudah saya pelajari dan saya tahu artinya tanpa harus melihat ke subtitle lagi. Membuat saya mengangguk-angguk sendiri. "Ah, ternyata begitu penggunaannya", pikir saya.

Tetapi, walaupun Wanikani memang bisa membantu Anda mempelajari kanji dengan cepat, Wanikani menurut saya memiliki kekurangan yang cukup berarti. Wanikani hanya tersedia dalam Bahasa Inggris. Bagi Anda yang tidak terlalu paham Bahasa Inggris, maka mungkin Wanikani tidak cocok untuk Anda.

Mnemonic yang disediakan Wankani juga lebih cocok digunakan oleh mereka yang sudah terbiasa dengan Bahasa Inggris. Contohnya, untuk menghafal kanji 四 (empat/four), Anda akan diberikan mnemonic seperti ini:

Despite how amazing this feat you just completed is, the audience watching you is really bored. "Yawn" (よん) they say, politely covering their mouth.

Ya, kanji 四 dibaca 'yon'. Tapi Anda diberikan mnemonic 'yawn' (menguap karena ngantuk). Saya rasa akan sulit bagi orang Indonesia menghafal sesuatu yang disebut 'yon' dengan mnemonic 'yawn'. Karena kemungkinan besar orang Indonesia akan membaca kata 'yawn' dengan 'yaaun'. Bukan 'yon'.

Itu hanya salah satu contoh saja, masih banyak mnemonic yang saya rasa tidak cocok digunakan oleh orang Indonesia dalam menghafal kanji. Saya sendiri lebih memilih 'menciptakan' mnemonic saya sendiri untuk membantu menghafal kanji. Seperti yang saya lakukan dalam menghafal hiragana dan katakana.

Tapi dari segala kekurangannya, saya rasa Wanikani bisa dilihat sebagai sebuah sarana latihan menghafal kanji yang patut dicoba bagi Anda yang ingin merasakan rasanya menghafal kanji. Memang Anda hanya diberikan gratis sampai dengan Level 3, tapi menurut saya itu sudah cukup untuk mengetes komitmen Anda dalam mempelajari kanji.

Penutup

Terlepas dari kenyataan bahwa Wanikani adalah layanan berbayar yang akan sulit diakses bagi mereka yang tidak memiliki kartu kredit, Wanikani setidaknya memberikan kemudahan bagi Anda yang ingin menghafal kanji kapan saja di mana saja. Atau ingin merasakan serunya menghafal kanji.

Ya, saya bilang seru karena memang bagi saya seru.

Saya melakukan review selama sebulan penuh setiap hari dan setiap saat ketika saya tidak ada kerjaan. Termenung sedikit saya bukan Wanikani, sambil makan saya buka Wanikani, di perjalanan saya buka Wanikani (kalau bukan saya yang bawa kendaraan). Menjadi sebuah adiksi tersendiri dalam menyelesaikan level yang diberikan dan kanji yang semakin sulit seiring dengan bertambahnya hafalan kanji Anda.

Saya sendiri kemungkinan besar akan mendaftar sebagai member premium nantinya. Karena dengan sudah selesainya Level 3, maka saya tidak menemukan adanya tantangan baru lagi. Jika Anda sudah sampai Level 3, maka kanji yang Anda review hanya itu-itu saja sampai Anda bosan. Tidak ada kanji baru untuk dipelajari hingga Anda menjadi member premium nantinya.

Ya, nantinya.