Mengapa Manusia Bisa Kehabisan Ide?

Tulisan kali ini cukup sulit. Sulit karena saya merasa tidak menemukan ide apapun tentang yang akan ditulis. Hal itu membuat saya heran, mengapa bisa begitu? Mengapa saya, seorang manusia bisa kehabisan ide?

Padahal kalau diingat-ingat lagi, suatu hari saya seakan-akan memiliki ide yang tidak terbatas. Atau setidaknya, banyak sekali. Saya pernah suatu hari memiliki banyak ide tentang aplikasi dan game Android. Pernah memiliki ide tentang film, novel, model bisnis bahkan strategi perang.

Tapi mengapa?

Mengapa pada saat tulisan ini diketik saya benar-benar kehabisan ide. Sampai-sampai saya harus menulis tentang kehabisan ide itu sendiri.

Apakah manusia perlu sebuah makanan khusus untuk bisa memunculkan ide-ide cemerlang?

Mungkin.

Apakah manusia perlu dalam keadaan mood tertentu agar ide-ide bermunculan?

Mungkin.

Aneh, semakin banyak saya mengetikkan kata-kata di artikel ini, perlahan-lahan saya menemukan jawaban akan pertanyaan saya sendiri.

Manusia butuh suatu tujuan agar bisa memunculkan ide.

Ya, itulah jawaban yang keluar dari pikiran saya beberapa detik lalu. Tapi mari kita analisa sedikit jawaban yang muncul entah dari mana tersebut.

Anggaplah sekarang saya membuat tulisan ini karena saya tidak ingin membuat rentetan artikel di blog ini berhenti. Saya tidak ingin melewatkan satu hari-pun tanpa menulis artikel. Jika saya tidak menulis satu hari saja, saya takut akan muncul hari-hari lainnya di mana saya tidak menulis artikel.

Ketakutan tersebut membuat saya berpikir, “Ah, buat saja artikel tentang kehabisan ide. Pendek saja, yang penting ada”. Tetapi kenyataannya, saya malah menemukan suatu ide dari kegiatan menulis ini. Saya menemukan jawaban mengapa manusia bisa kehabisan ide.

Manusia kehabisan ide jika ia tidak punya tujuan!

Tujuan saya membuat artikel ini adalah mencari jawaban mengapa manusia bisa kehabisan ide. Dengan begitu barulah muncul ide mengapa manusia kehabisan ide!

Serta ide tentang bagaimana agar kehabisan ide tidak terjadi lagi!

Ya! Untuk bisa menghasilkan ide, kita sebagai manusia butuh tujuan. Sekarang di samping saya ada sebuah korek api Zippo. Jika saya memantapkan tujuan saya untuk menulis artikel tentang Zippo di blog ini, saya bisa membuat tulisan yang panjang sekali tentang seluk beluk Zippo di blog ini!

Wow, jujur saja. Saat ini saya sudah memiliki banyak ide-ide yang muncul entah dari mana. Secepatnya saya akan membuat draft tentang ide-ide tersebut. Sepertinya bukan makanan atau mood yang bisa menunculkan ide. Tetapi sebuah tujuan yang pasti, maka ide akan muncul.

Luar biasa.

Kriteria Kamera Terbaik Untuk Video Youtube

Berangan-angan memiliki kamera yang mumpuni untuk membuat video Youtube sepertinya tidak ada  salahnya. Walaupun saat ini saya sendiri belum mengupload satu video-pun di channel pribadi saya, tapi saya sudah punya gambaran ke depannya kamera seperti apa yang akan saya pakai untuk membuat video Youtube yang lebih baik dan efisien. Oleh karena itu, tanpa berlama-lama lagi, inilah kriteria yang harus dimiliki sebuah kamera untuk membuat video Youtube versi saya:

1. Bisa Merekam dengan Resolusi FullHD

Video FullHD atau video dengan resolusi 1920×1080 adalah sebuah standar minimal jaman sekarang. Karena sekarang sudah banyak juga orang membuat video dengan resolusi 4K, maka video ‘HD’ saja atau 1280×720 terasa sudah ketinggalan jaman.

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin membeli kamera untuk keperluan vlogging atau membuat video Youtube, maka pastikan kamera tersebut bisa merekam dengan resolusi FullHD!

Tapi kalau bisa merekam dengan resolusi 4K akan lebih bagus.

2. Flip Screen

Kamera dengan flip screen memiliki keunggulan dalam hal merekam video Youtube. Karena video Youtube seperti vlogging biasanya direkam seorang diri. Oleh karena itu sebuah kamera yang memiliki flip screen akan sangat membantu untuk melihat apa yang sedang direkam oleh kamera.

3. Autofocus Cepat

Sejalan dengan poin nomor 2, autofocus yang cepat juga menjadi suatu hal yang sangat membantu ketika Anda membuat vlog atau merekam seorang diri. Tapi tentu saja, cepat saja tidak cukup. Harus akurat dan smooth. Karena ketika Anda merekam video seorang diri, akan menjadi suatu yang menjengkelkan jika kamera melakukan autofocus terlalu lama atau tidak akurat.

4. External Mic Jack

Jarang sekali ada kamera konsumer yang dirancang untuk merekam audio berkualitas. Biasanya, microphone yang tertanam pada kamera semacam DSLR, Mirrorles atau Handycam dengan rentang harga di bawah 10jutaan adalah microphone yang dirancang sebagai ‘syarat’ merekam video saja.

Toh, semua videographer professional bakalan pakai audio recorder terpisah untuk merekam audio.

Tapi untuk video Youtube, akan sangat membantu sekali jika sebuah kamera dilengkapi audio-jack untuk menyambungkan sebuah microphone lavalier atau shotgun-mic untuk mendapatkan hasil audio yang jauh lebih baik.

5. Harga di Bawah 10 Juta

Jika saya punya budget 1 Milyar untuk membeli kamera buat video Youtube, maka saya akan membeli kamera dengan rentang harga 10 juta atau di bawah 10 juta.

Kenapa?

Karena pada kenyataannya, saya belum menemukan alasan mengapa harus mengeluarkan uang lebih dari 10 juta untuk sebuah kamera yang diperuntukkan untuk merekam video Youtube. Terlepas dari fakta bahwa saat ini saya tidak memiliki budget 1 Milyar untuk membeli kamera, saya merasa kamera yang berharga puluhan juta terlalu overkill untuk membuat video Youtube.

Tapi jika Anda ingin membuat video yang cinematic atau film berkualitas Hollywood, sudah pasti uang 10 juta tidak akan cukup.

Semuanya tergantung tujuannya juga sih…

6. Harga Baterai Murah dan Banyak yang Jual

Berbeda dengan smartphone, untuk kamera saya tidak terlalu memusingkan kapasitas baterai. Saya lebih peduli apakah baterai kamera tersebut banyak dijual di pasaran dan memiliki harga yang masuk akal. Karena saya sendiri lebih mengandalkan baterai cadangan daripada mengandalkan satu baterai yang dicas full untuk melakukan pengambilan gambar atau video.

Kamera yang Memenuhi Semua Kriteria di Atas?

Saya sudah melakukan banyak pencarian kamera yang kiranya memenuhi kriteria kamera terbaik untuk Youtube, maka menurut saya kamera yang memenuhi semua kriteria yang saya sebutkan di atas adalah Panasonic Lumix G7.

Tulisan ini bukan iklan, tapi hey! Apa kira-kira yang kurang dari Panasonic Lumix G7? Ia bisa merekam dengan resolusi 4K, lebih dari yang saya harapkan, memiliki layar flip-screen, saya baca di banyak review kamera ini memiliki autofocus lumayan cepat, ada jack microphone external, harga di bawah 10 Juta dan baterainya juga banyak yang jual dengan harga masuk akal.

Ya, inilah kamera yang kemungkinan akan saya beli untuk video Youtube di masa depan. Tidak sekarang, mungkin beberapa bulan ke depan. Sekarang rasanya merekam video pakai smartphone saja sudah cukup.

Tujuan Ngeblog yang Sebenarnya

Dengan sangat terasa, tulisan ini adalah tulisan saya yang ke-9 dalam 9 hari berturut-turut. Ya, sangat terasa sekali karena inilah pertama kalinya saya melakukan sebuah konsistensi selama 9 hari. Tapi tentu saja, artikel yang saya buat di blog ini menjadi terkesan tidak ada maknanya bagi kehidupan orang banyak. Well, apakah saya peduli?

Tidak.

Karena pada kenyataannya, saya menemukan sesuatu yang lain dari aktifitas menulis blog ini. Jika dulu saya menulis karena ingin mendapat perhatian, ingin terkenal, ingin dianggap pintar, ingin dianggap luar biasa. Kini saya menemukan makna baru dari ngeblog.

Ini tentang diri saya sendiri.

Ngeblog, sebagaimana seharusnya, bukan tentang mendapat perhatian, bukan tentang ingin terkenal, bukan karena SEO, bukan karena Adsense, bukan karena ingin menjadi penulis novel. Bukan.

Bukan.

Ngeblog adalah tentang menyampaikan ide, menyampaikan gagasan, berbagi pengalaman, berbagi ilmu, memberikan sesuatu yang baru, memberikan informasi. Baik itu dari individu atau kelompok.

Jika Anda seorang diri dan menulis blog pribadi, maka sampaikanlah apa yang ingin Anda sampaikan. Tulislah apa yang ingin Anda tulis. Jika Anda mewakiliki suatu kelompok, maka sampaikanlah tentang ide-ide dan gagasan yang ada di kelompok Anda. Jika Anda mewakili sebuah perusahaan, yakinkan pada konsumen Anda bahwa perusahaan Anda adalah perusahaan yang berpengalaman, memiliki kapabilitas, memiliki integritas.

Sekarang kita sudah jauh dari tujuan aktifitas ngeblog dilakukan pada awalnya. Orang-orang ingin memiliki blog yang memiliki konten berkualitas, konten penuh informasi, konten yang banyak dicari, konten yang bisa menarik para pengiklan, konten yang bisa diterima Google Adsense.

Jika saya pikir lebih dalam lagi, apakah benar itu tujuan utama saya ngeblog?

Saya baru saja menemukan jawabannya.

Bukan.

Ngeblog bukan tentang mencari popularitas, bukan tentang membuat konten berkualitas, bukan tentang Adsense, bukan tentang semua itu.

Ngeblog adalah tentang diri saya sendiri.

Latihan Sebelum Menjadi Youtuber

Karena kebetulan saat ini saya sedang berusaha mempersiapkan diri saya untuk menjadi seorang youtuber, maka sepertinya tidak ada salahnya jika saya membagikan latihan yang saya lakukan sebelum memberanikan diri saya untuk mengupload video pertama saya.

Mungkin bagi sebagian orang saya terlalu berlebihan karena pakai latihan segala buat jadi youtuber, toh tinggal rekam video lalu upload: Selamat, Anda sudah jadi seorang youtuber.

Tapi tidak semudah itu juga sebenarnya.

Kalau untuk urusan tinggal upload itu saya sudah punya channel Kurang Kerjaan yang isinya adalah video-video yang kadang bermanfaat kadang tidak. ‘Kelebihannya’ di sana saya tidak menampakkan wajah saya.

Namun untuk channel pribadi dengan nama saya sendiri, saya perlu menampakkan sesuatu yang seharusnya dilihat oleh viewers: wajah yang punya channel.

Oleh karena itu saya perlu tampak meyakinkan dan tidak canggung di depan kamera, maka dari itu saya sudah melakukan beberapa latihan untuk mencapai hal tersebut.

Latihan tersebut adalah!!!

Latihan Berbicara

Ya! Latihan berbicara sangat penting. Karena pada kenyataannya saya hanya pandai berbicara dengan bahasa daerah saya. Itupun akan lancar jika berbicara dengan teman sendiri yang sudah dikenal. Tapi entah kenapa berbicara di depan kamera ternyata lebih sulit daripada berbicara di depan gebetan!

Oleh karena itu bagi Anda yang ingin jadi youtuber, terlebih bagi yang ingin berbahasa Indonesia di channel Anda tapi tidak terbiasa berbahasa Indonesia sehari-hari, Anda perlu berlatih berbicara dengan lancar, penuh percaya diri dan tidak gagap!

Latihan Bicara Jelas

Selain latihan berbicara dengan lancar, seorang youtuber juga perlu berbicara yang jelas! Karena biasanya pada saat berbicara dengan teman-teman, orang sering bicara lebih cepat daripada seharusnya. Hal itu mengakibatkan perkataan yang keluar dari mulut orang tersebut menjadi kurang jelas. Namun hal tersebut biasanya bisa dikompromi jika lawan bicara sudah kenal dengan orang tersebut dan sudah tahu maksud perkataan si orang tersebut.

Hal berbeda terjadi jika Anda bicara untuk orang-orang yang tidak Anda kenal dan tidak kenal Anda. Seperti viewers Youtube. Sebisa mungkin hindari bergumam seperti orang mengigau. Buka mulut lebih lebar dari biasanya dan pastikan Anda menghirup udara yang cukup untuk menyelesaikan kalimat yang ingin Anda sampaikan!

Latihan Menghilangkan Logat Daerah

Saya orang Sumatera Barat, saya biasa berbahasa Minang. Lalu setelah saya merekam diri saya berbicara dengan Bahasa Indonesia, saya terpukau. Ternyata masih ada terselip logat-logat orang Minang pada kalimat yang keluar dari mulut saya.

Tak jarang saya tertawa sendiri mendengarnya.

Namun saya cukup beruntung karena logat Minang saya tidak terlalu kental. Bagi orang-orang yang memiliki logat lebih kental, saya sudah bisa membayangkan kesulitan yang mereka alami.

Tapi tenang, triknya mudah saja: tonton berita di TV, dengarkan dan tiru bagaimana si pembawa berita berbicara.

Tentu saja, latihan ini hanya berlaku bagi mereka yang berasal dari daerah tapi ingin membuat video dalam bahasa Indonesia.

Latihan Mengurangi Berkedip di Depan Kamera

Saya sudah mencoba merekam diri saya sendiri beberapa kali untuk melihat seperti apa tampang saya di dalam kamera. Dan saya menemukan satu hal yang bikin saya sendiri terganggu.

Saya terlalu banyak berkedip!

Entahlah, mungkin selama ini saya memang banyak berkedip ketika berbicara dengan orang lain. Oleh karena itu, sedikit latihan mengurangi berkedip di depan kamera mungkin akan membantu.

Jadi bagi Anda yang ternyata juga banyak berkedip ketika berbicara, jaga mata Anda mulai dari kini!

Latihan Menulis Script

Berbicara secara spontan di depan kamera bukan bakat yang saya miliki sejak lahir. Seperti poin pertama kita tadi, berbicara di depan kamera ternyata memiliki tantangan tersendiri. Oleh karena itu, untuk menghemat waktu sebelum mengasah kemampuan berbicara spontan di depan kamera, saya perlu menulis script tentang apa yang akan saya katakan di depan kamera.

Satu hal yang perlu diketahui, menulis script sangat jauh berbeda dengan menulis artikel. Pada saat menulis script, Anda harus memastikan bahwa kalimat yang Anda tulis lebih masuk akal diucapkan oleh manusia normal. Selain itu untuk video Youtube, usahakan juga script yang dibuat lebih ramah dan tidak terlalu formal.

Saya pernah mencoba bereksperimen dengan menjadikan artikel berita sebagai script. Hasilnya saya terdengar seperti suara robot Google Translate yang biasa Anda temukan di video-video trending topic di Youtube.

Selain itu pastikan juga Anda membuat script dengan kalimat tidak terlalu panjang seperti yang Anda baca saat ini dikarenakan kalimat tersebut akan terdengar terburu-buru dan tidak alami sebagaimana manusia semestinya berbicara yang mana hal tersebut akan membuat Anda atau orang yang membaca script akan kehabisan nafas sebelum bisa menyelesaikan kalimatnya.

Boleh Anda coba sendiri.

Oh ya, dalam membuat script pastikan juga menggunakan kata-kata atau kalimat yang efektif. Hindarilah sebisanya membuat kalimat-kalimat yang terlalu berulang-ulang sekali dan sangat teramat tidak efisien seperti halnya kalimat yang saat ini Anda baca dan Anda pahami.

Latihan Senyum

Yup, senyum adalah hal penting jika Anda ingin menjadi seorang youtuber yang disukai banyak orang.

Saya sendiri menyadari hal ini setelah melihat video-video latihan saya. Di video-video tersebut saya ternyata jarang tersenyum dan tampak jelas bahwa saya sudah terlalu tua untuk memulai channel Youtube.

Dengan sedikit senyum semuanya berubah. Saya terlihat memiliki masa depan yang cerah dengan channel saya jika saya menyempatkan tersenyum di video yang saya buat.

Jadi bagi Anda yang jarang tersenyum, lebih baik mulai latihan tersenyum di depan kamera mulai saat ini.

Latihan Memupuk Percaya Diri

Well, ini khusus untuk saya sendiri. Karena pada saat tulisan ini diposting, saya belum mengupload video saya di Youtube karena merasa kurang percaya diri. Terlebih dengan banyaknya channel-channel ‘gaul’ di luar sana yang sangat tidak cocok dengan style saya. Tapi, semua akan berubah dengan teknik latihan memupuk percaya diri yang sayangnya tidak saya bagikan di artikel ini. lol

Membuat Tulisan Panjang atau Pendek?

Menjadi suatu hal sering diperdebatkan oleh blogger-blogger di luar sana: apakah lebih baik membuat postingan panjang atau pendek? Karena memang, saat ini harus kita akui bahwa SEO penting jika ingin sukses ngeblog. Tanpa SEO, blog sebagus apapun akan mati sebelum berkembang jika tidak ada yang mengunjungi lewat mesin pencari. Dan salah satu dari teknik SEO adalah membuat tulisan panjang lebar.

Minimal 2000 kata.

Tak ayal, para blogger-blogger pemula juga melakukan teknik yang sama. Semua berbondong-bondong membuat tulisan panjang lebar. Dengan harapan blog mereka bisa bersaing dengan blog-blog papan atas.

Banyak yang berhasil.

Banyak juga yang gagal.

Seperti saya.

Dengan sedikit menyalahkan blogger yang ngeblog dengan tujuan utama mendapatkan uang, sekarang banyak kita temui blog yang memiliki tulisan panjang lebar tapi memiliki sebuah isu: iklan.

Iklan kalau biasa saja (seperti iklan di blog ini) sih tidak masalah, tetapi ini mereka memasang iklan hampir setiap paragraf tulisan di blognya. Semakin panjang tulisannya, semakin banyak pula iklannya. Bahkan ada yang dengan senang hati memasang iklan pop-up di blognya atau iklan menjebak.

Jika ditanya mengapa memasang iklan sebanyak dan selapar itu, alasannya cukup membuat lega: karena banyak pengunjung yang  menggunakan adblock. Dengan memasang banyak iklan dan iklan pop-up maka memperbesar kemungkinan iklan mereka lolos dari saringan adblock. Selain itu, iklan yang menjebak juga meningkatkan banyaknya klik yang dilakukan pengunjung.

Siapa yang tidak akan mengklik sebuah peringatan kalau Xiaomi Redmi 4X Anda terinfeksi (32) virus berbahaya?

Hal ini tentu menimbulkan sebuah pertanyaan, apakah tujuan membuat tulisan panjang lebar hanyalah untuk menampilkan lebih banyak iklan?

Entahlah.

Karena tentu saja tidak semua blog yang begitu. Kita tentu masih melihat blog yang dikelola dengan profesional dengan menampilkan artikel panjang lebar yang mengupas secara tuntas suatu topik dengan mendalam.

Dan tidak banyak iklan.

Namun sayangnya blog seperti itu juga memiliki sebuah isu: sudah tua.

Ya, kebanyakan blogger yang menulis artikel panjang lebar dengan mengesampingkan pendapatan adalah mereka yang dahulu ngeblog dengan satu tujuan. Yaitu: ngeblog.

Mereka yang di dalam darahnya mengalir sebuah passion bernama menulis blog. Mereka yang saat ini sudah menjadi blogger besar, terkenal dan mendapatkan penghasilan mumpuni dari ngeblog.

Lalu bagaimana dengan blogger pemula seperti saya?

Well, saya lebih suka membuat tulisan pendek tanpa memikirkan pendapatan dan blog saya tidak banyak iklan.