Menulis Blog: Kualitas atau Kuantitas

Banyak para ahli SEO berpendapat bahwa tulisan yang berkualitas lebih baik dari pada tulisan asal jadi yang penting banyak.

Seperti tulisan di blog ini.

Dan saya setuju dengan pendapat para ahli SEO tersebut.

Karena, siapa juga yang mau membaca tulisan yang asal jadi?

Saya sendiri tidak mau.

Lalu mengapa sampai saat ini saya masih saja membuat tulisan yang asal-asalan? Apakah saya berencana untuk gagal ngeblog lagi? Apakah saya hanya membuang-buang waktu dan tenaga hanya untuk membuat tulisan yang tidak dibaca orang?

Jawabannya saya simpel saja: Untuk membuat tulisan berkualitas Anda butuh banyak latihan.

Karena pada kenyataannya tidak semua orang bisa menulis blog kemudian tulisannya langsung menjadi tulisan yang berkualitas dengan sekali mencoba. Tidak semua orang.

Dan orang itu bukan saya.

Saya masih harus banyak belajar dari kegagalan-kegagalan masa lalu. Salah satu kegagalan tersebut adalah terlalu memikirkan kualitas dari tulisan yang saya buat. Mungkin dahulu, untuk membuat tulisan ini saya membutuhkan waktu berhari-hari. Tidak seperti sekarang, kalau bukan karena sibuk di pasar, mungkin tulisan ini selesai dalam hitungan menit dan masuk ke kategori Minutes.

Ya, saya masih dalam tahap latihan menulis. Dan sampai sekarang pun saya masih memiliki banyak kesalahan-kesalahan dalam penulisan. Kesalahan-kesalahan yang baru saya sadari ketika saya mulai rutin menulis setiap hari sejak awal tahun 2018 ini. Hal yang masih saya banggakan sampai sekarang.

Oleh sebab itu, saya sendiri walaupun setuju dengan pendapat para ahli SEO bahwa konten itu harus berkualitas dari pada kuantitas, tapi saya tidak terlalu mendengarkan pendapat para ahli SEO yang saya sendiri tidak yakin apakah tulisan mereka sendiri bisa dianggap berkualitas. Yang perlu saya lakukan adalah memperbanyak latihan dan latihan setiap harinya.

Saya yakin, pada akhirnya dengan latihan menulis ini saya bisa meningkatkan kualitas tulisan saya. Sehingga nantinya, isi blog ini adalah tulisan dengan kualitas dan kuantitas tinggi!

Author: Dipo Putra

Seorang pelukis gagal, musisi gagal, blogger gagal, audio engineer gagal, novelis gagal, mangaka gagal, programmer gagal, nuclear engineer gagal dan app developer gagal. Dari semua kegagalan itu akhirnya saya sadar akan satu hal yang tak pernah gagal saya lakukan: Procrastinating!