Menjadi Seorang Procrastinator Professional

Jika saya memperhatikan postingan-postingan saya sebelumnya, saya menemukan suatu hal yang cukup lucu menurut saya sendiri: mayoritas postingan dipublish di jam-jam genting.

Kurang dari 2 jam sebelum pergantian hari.

Karena yaaaa sepertinya begitulah seorang procrastinator, selalu menyelesaikan sebuah pekerjaan di saat deadline sudah di depan mata. Seperti yang saya lakukan saat ini.

Tapi saya berhasil menyelesaikannya eh?

Jujur saja, menyelesaikan tulisan pada jam-jam seperti ini cukup melelahkan. Karena pada jam ini, komputer saya tidak tersedia. Yang ada saat saya menulis tulisan ini adalah  smartphone dan laptop. Sekarang saya menulis ini di smartphone. Kalau bisa memilih, sebenarnya saya lebih suka menulis di depan komputer. Karena lebih multi-tasking dan posisi saya lebih ergonomic.

Tapi yaaa begitulah…

Saya menghabiskan waktu browsing meme dan melakukan hal tidak signifikan sepanjang hari. Lalu mulai menulis blog setelah saya selesai menonton film Star Trek Beyond (yang sudah saya tonton 3 kali) pada jam 23:00, tepatnya 13 menit yang lalu.

Well, sebenarnya filmnya habis tidak tetap pukul 23:00, tapi saya memilih untuk mulai menulis tepat jam segitu.

Ah, sudahlah. Sepertinya memang begitu seorang procrastinator. Bukan sesuatu yang patut dibanggakan sebenarnya. Tetapi setidaknya saya bisa menganggap diri saya sendiri sebagai procrastinator yang profesional. Karena saya pada akhirnya bisa menyelesaikan target yang saya pasang sendiri.

Author: Dipo Putra

Seorang pelukis gagal, musisi gagal, blogger gagal, audio engineer gagal, novelis gagal, mangaka gagal, programmer gagal, nuclear engineer gagal dan app developer gagal. Dari semua kegagalan itu akhirnya saya sadar akan satu hal yang tak pernah gagal saya lakukan: Procrastinating!