Personal Blog

Membuat URL Shortener Sendiri, Dua Hari Kemudian goo.gl Tutup

membuat-url-shortener-sendiri-dua-hari-kemudian-goo-gl-tutup

URL shortener itu penting. Untuk jaman sekarang, URL shortener itu sangat-sangat penting. Setidaknya begitulah pendapat saya.

Postingan-postingan dari blog ini, terkadang saya share di Twitter dan Facebook. Saya tidak punya banyak like maupun followers di Facebook maupun Twitter, tapi saya tetap sharing sebagai tanda bawah Page atau akun Twitter saya bukan akun yang ditinggalkan.

Setidaknya akun tersebut memiliki tanda-tanda ada penghuninya saja sudah cukup sebagai alasan saya sharing artikel blog ini di media sosial.

Namun karena di blog ini saya ngeblog asal ngeblog saja, terkadang URL dari blog saya menjadi sangat panjang. Saya tidak terlalu memikirkan permalink saya yang panjang. Tidak saya edit. Saya tidak mempedulikan hal-hal seperti itu lagi di blog ini.

Tentu saja, masalah muncul ketika saya akan men-share artikel di blog saya ke media social. URL panjang tentu akan sangat jelek dan terlihat tidak professional. Saya pun berpikir untuk menggunakan URL shortener untuk memendekkan URL blog ini.

Pilihan pertama pada awalnya adalah URL shortener bawaan JetPack. Tapi sekarang sudah tidak bisa digunakan lagi. Lalu saya berpikir untuk menggunakan Bitly.

Bitly adalah layanan URL shortening yang bagus dan sudah sangat terkenal. Namun lagi-lagi, karena ego saya sendiri, saya merasa menggunakan URL shortening dari Bitly dirasa masih kurang profesional.

Oh, bukan kurang profesional. Tapi amatir.

Semua orang bisa menggunakan Bitly. Blogger bisa menggunakan Bitly, spammer bisa menggunakan Bitly, scammer bisa menggunakan Bitly. Robotpun bisa menggunakan Bitly. Nah, jika saya juga menggunakan Bitly, tidak butuh waktu lama bagi orang untuk menilai saya juga seorang spammer ataupun scammer. Sedangkan saya ingin orang memandang saya sebagai (setidaknya) seorang blogger.

Orang takut mengklik link yang dimulai dengan bit.ly

Saya sendiri juga takut. Kemungkinan besar link itu akan menuju ke safe-link. Tempat orang-orang mencari receh dari setiap klik di link tersebut.

Oleh karena itu, solusinya adalah menggunakan domain sendiri.

Saya mengecek layanan di Bitly dan mereka ternyata memiliki layanan yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan domain sendiri sebagai domain shortlink. Tapi sayang, cuma bisa maksimal 500 link. Karena saya punya mimpi untuk membuat 1.000 tulisan blog ini, maka 500 link sangat tidak cukup. Memang, Bitly memiliki layanan premium agar Anda bisa memiliki lebih banyak shortlink dengan domain sendiri. Tapi harganya…

Entahlah.

Setelah memutar otak dan browsing sana sini saya akhirnya menemukan YOURLS. Sebuah script open source yang memungkinkan seseorang untuk membuat shortlink-nya sendiri!

Saya baca-baca, ternyata tidak banyak hal-hal teknis untuk membuat shortlink saya sendiri. Saya cuma perlu beli domain dan hosting. Lalu install YOURLS layaknya menginstall WordPress dengan bantuan Softaculous.

Saya memilih domain dipo.me

Sebuah nama domain yang sangat pas akan kebutuhan saya membuat domain. Dipo itu nama saya. Dan me adalah saya.

Saya malah sempat berpikir untuk menggunakan domain tersebut sebagai domain utama blog saya. Tapi setelah dipikir-pikir lagi dengan masak, lebih baik jangan. DipoPutra.com saja sudah sangat bagus.

Saya membeli domain + hosting untuk dipo.me di Domainesia. Karena cuma Domainesia yang memberikan harga murah dengan kualitas kelas atas.

Singkat cerita, pada tanggal 28 Maret 2018 saya sudah bisa menggunakan URL shortener saya sendiri. Dengan analytic yang bisa saya akses sendiri dan segala kelebihan lainnya. Yang mungkin akan saya ceritakan lain kali.

Dua hari berlalu sejak saya menggunakan URL shortener saya sendiri. Saya sudah beberapa kali men-share link-link pendek dan cantik saya di beberapa media social. Saya terkadang membalas diskusi menggunakan URL dengan link awal dipo.me

Membuat orang terheran-heran pastinya. Cukup untuk memuaskan ego saya sendiri.

Di YouTube-pun juga begitu. Direct link yang saya sertakan di description  saya ganti dengan short link. Ah, keren sekali lah pokoknya.

Tapi saya terkejut ketika mendengar kabar bahwa layanan link shortener dari Google malah ditutup.

Ya, layanan goo.gl berlahan-lahan akan dimatikan oleh Google. Pada tanggal 30 Maret 2019 nanti, goo.gl tidak akan bisa digunakan lagi.

Setelah terkaget, saya malah tertawa sendiri.

Ada apa?

Baru saja saya bikin layanan pribadi short link saya sendiri. Dan sekarang layanan short link dari Google mau di tutup? Kebetulan? Takdir?

LOL

Yang pasti 2 kejadian tersebut tidak ada sangkut pautnya sama sekali. Saya malah bersyukur goo.gl ditutup. Dengan begitu, short link dipo.me akan menjadi terasa spesial ketika nantinya banyak orang yang masih pakai Bitly.

Semoga saja banyak yang klik!

3 Comments

Dipo Putra

Seorang pelukis gagal, musisi gagal, blogger gagal, audio engineer gagal, novelis gagal, mangaka gagal, programmer gagal, nuclear engineer gagal dan app developer gagal. Dari semua kegagalan itu akhirnya saya sadar akan satu hal yang tak pernah gagal saya lakukan: Procrastinating!

    3 Comments

    1. Revan
      10 September 2018 at 6:00 am

      Opo iki?
      Bikin artikel yg jelas napa. Mlaah curhat…
      Kasih step caranya ke yg jelas…

      • Dipo Putra
        10 September 2018 at 11:26 am

        wkwkwk… Ini blog 80% isinya memang curhat. Tapi okelah, nanti saya bikin artikel “Cara Membuat URL Shortener Sendiri”.

    2. Haikal
      9 February 2019 at 10:12 pm

      Iya nih google banyak menutup layanannya gikgigk dibikin enjoy aja wae lah

    Reply your comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked*