Hours

Membuat Tulisan Panjang atau Pendek?

Menjadi suatu hal sering diperdebatkan oleh blogger-blogger di luar sana: apakah lebih baik membuat postingan panjang atau pendek? Karena memang, saat ini harus kita akui bahwa SEO penting jika ingin sukses ngeblog. Tanpa SEO, blog sebagus apapun akan mati sebelum berkembang jika tidak ada yang mengunjungi lewat mesin pencari. Dan salah satu dari teknik SEO adalah membuat tulisan panjang lebar.

Minimal 2000 kata.

Tak ayal, para blogger-blogger pemula juga melakukan teknik yang sama. Semua berbondong-bondong membuat tulisan panjang lebar. Dengan harapan blog mereka bisa bersaing dengan blog-blog papan atas.

Banyak yang berhasil.

Banyak juga yang gagal.

Seperti saya.

Dengan sedikit menyalahkan blogger yang ngeblog dengan tujuan utama mendapatkan uang, sekarang banyak kita temui blog yang memiliki tulisan panjang lebar tapi memiliki sebuah isu: iklan.

Iklan kalau biasa saja (seperti iklan di blog ini) sih tidak masalah, tetapi ini mereka memasang iklan hampir setiap paragraf tulisan di blognya. Semakin panjang tulisannya, semakin banyak pula iklannya. Bahkan ada yang dengan senang hati memasang iklan pop-up di blognya atau iklan menjebak.

Jika ditanya mengapa memasang iklan sebanyak dan selapar itu, alasannya cukup membuat lega: karena banyak pengunjung yang  menggunakan adblock. Dengan memasang banyak iklan dan iklan pop-up maka memperbesar kemungkinan iklan mereka lolos dari saringan adblock. Selain itu, iklan yang menjebak juga meningkatkan banyaknya klik yang dilakukan pengunjung.

Siapa yang tidak akan mengklik sebuah peringatan kalau Xiaomi Redmi 4X Anda terinfeksi (32) virus berbahaya?

Hal ini tentu menimbulkan sebuah pertanyaan, apakah tujuan membuat tulisan panjang lebar hanyalah untuk menampilkan lebih banyak iklan?

Entahlah.

Karena tentu saja tidak semua blog yang begitu. Kita tentu masih melihat blog yang dikelola dengan profesional dengan menampilkan artikel panjang lebar yang mengupas secara tuntas suatu topik dengan mendalam.

Dan tidak banyak iklan.

Namun sayangnya blog seperti itu juga memiliki sebuah isu: sudah tua.

Ya, kebanyakan blogger yang menulis artikel panjang lebar dengan mengesampingkan pendapatan adalah mereka yang dahulu ngeblog dengan satu tujuan. Yaitu: ngeblog.

Mereka yang di dalam darahnya mengalir sebuah passion bernama menulis blog. Mereka yang saat ini sudah menjadi blogger besar, terkenal dan mendapatkan penghasilan mumpuni dari ngeblog.

Lalu bagaimana dengan blogger pemula seperti saya?

Well, saya lebih suka membuat tulisan pendek tanpa memikirkan pendapatan dan blog saya tidak banyak iklan.

 

0 Comments

Dipo Putra

Seorang pelukis gagal, musisi gagal, blogger gagal, audio engineer gagal, novelis gagal, mangaka gagal, programmer gagal, nuclear engineer gagal dan app developer gagal. Dari semua kegagalan itu akhirnya saya sadar akan satu hal yang tak pernah gagal saya lakukan: Procrastinating!

    Reply your comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked*