Home Post Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli Tema WordPress Premium

Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli Tema WordPress Premium

Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli Tema WordPress Premium

Setelah memiliki sedikit pengalaman dalam menggunakan tema WordPress premium, baik itu yang dikasih gratis dan beli pakai uang sendiri, sepertinya sudah cukup bagi saya untuk berbagi pengalaman menggunakan tema-tema premium tersebut. Terlebih pengalaman yang menyangkut ‘uang keluar’ ini.

Karena banyak orang akan senang membaca pengalaman seseorang yang sudah keluar uang.

Tema-tema WordPress premium yang sudah pernah saya coba ada tiga. Yaitu EXTRA (dari creator DIVI), Higher Place (tema blog ini) dan Magazilla (tema Artupop ID). Dari ketiga tema tersebut, saya lumayan terkejut karena tidak ada satupun dari mereka yang sama. Bukan sama dari segi desain (sudah pasti beda), tapi tidak ada yang sama dari sisi pengalaman pengguna. Setiap tema memberikan pengalaman yang berbeda-beda.

Selain itu dari sisi harga, dari ketiga tema yang saya sebutkan di atas, tema yang paling mahal adalah EXTRA. Harga lisensinya dalah $89/tahun atau $249 untuk lisensi lifetime. Saya mendapatkannya dari Dewaweb secara cuma-cuma karena waktu itu ada promo. Tapi jika Anda berlangganan hosting Dewaweb paket Warrior, Anda bisa mendapatkannya secara cuma-cuma juga.

Setelah EXTRA, tema nomor dua mahal adalah Magazilla yang saya gunakan untuk blog gaming saya. Harganya saat ini adalah $59. Tapi saya cukup beruntung karena saat saya membelinya ada promo early selling. Harga promonya adalah $12 saja! Tanpa pikir panjang saya membeli tema tersebut, karena developer yang membuatnya adalah developer yang sudah memiliki reputasi tinggi di Envato Market. Jadi tidak akan rugi rasanya.

Waktu saya membeli tema Magazilla, yang beli baru 3 orang (saya pembeli ke-4). Sekarang sudah lebih dari 100.

Selanjutnya adalah tema Higher Place. Tema ini adalah tema yang memang diperuntukkan khusus untuk personal blogger. Temanya simple dan rapi. Tidak terlalu banyak fitur. Tapi memang itulah saya butuhkan sebagai orang yang ngeblog karena sekedar hobi saja. Dengan tidak banyaknya fitur, harga yang ditawarkan menjadi lebih murah. Cuma $19 untuk tema yang sudah digunakan oleh hampir 500 website dan rating hampir sempurna.

BIG deal.

Nah, dari pengalaman menggunakan ketiga tema premium tersebut, ada beberapa poin yang menurut saya perlu diperhatikan dan dipertimbangkan oleh mereka yang ingin membeli tema premium.

Apa saja itu?

1. Diskon!

Tidak bisa dipungkiri, bagi kita yang berada di Indonesia, masalah harga adalah masalah sensitif. Terlebih pada saat-saat dollar sedang melambung tinggi seperti saat ini. Karena memang tema-tema premium yang berkualitas banyak dijual di Envato Market. Tidak hanya developer luar negeri, developer lokal-pun menjual tema mereka di Envato Market. Hal ini menjadi masalah karena Envato Market hanya menerima mata uang U.S dollar.

Selain itu, Envato sendiri juga menarik fee sebesar $2 setiap transaksi yang Anda lakukan (untuk pembelian tema WordPress).

Belum lagi fee-fee lainnya yang akan Anda tanggung. Tergantung metode pembayaran apa yang Anda gunakan. Apakah menggunakan kartu kredit, PayPal atau menggunakan jasa pembayaran.

Oleh karena itu, membeli tema ketika ada diskon adalah pilihan yang bijak. Terlebih bagi Anda yang menggunakan tema tersebut untuk kebutuhan website pribadi. Ada kepuasan tersendiri ketika kita bisa membeli sesuatu dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran.

Patut dipertimbangkan juga, membeli tema pada saat ada diskon juga bisa menghindari Anda dari resiko ‘nyesek’ ketika membeli tema dengan harga penuh, eh tahu-tahu besok tema-nya didiskon 80%.

Perlu diketahui bahwa Envato Market memiliki event sales yang diadakan satu tahun sekali. Namanya Cyber Monday Sale. Mirip dengan event diskon game paling kesohor, apalagi kalau bukan Steam Summer Sale. Jadi tidak ada salahnya juga mengatur jadwal belanja Anda dengan jadwal Cyber Monday Sale.

Mungkin nanti di blog ini atau di sosial media saya akan men-share jadwal Cyber Monday Sale.

Tunggu saja.

Tapi bagaimana jika tema yang Anda inginkan tidak ada diskon?

Nah, Envato Market setiap harinya memiliki item-item yang didiskon secara dadakan. Itu semua tergantung dari developer yang membuat tema tersebut. Bisa jadi mereka memberikan diskon karena produknya baru dijual (seperti saat saya membeli tema Magazilla), bisa jadi merayakan penjualan ke-100, bisa jadi karena rekan kerjanya lagi ulang tahun atau bisa jadi karena butuh dana cepat. Semuanya tergantung developer untuk memberikan diskon atau tidak.

Dengan begitu, maka tidak ada salahnya untuk menghubungi pihak developer secara langsung melalui email atau layanan support di Envato Market untuk menanyakan kapan akan ada diskon. Tidak menutup kemungkinan, si developer akan mengadakan diskon khusus untuk Anda.

Sekalian mengetes kecepatan support dari developer yang membawa kita ke poin ke-dua…

2. Kecepatan Support

Ada ribuan tema yang bisa dibeli di Envato Market yang datang dari ribuan developer. Dengan begitu, sangat kecil kemungkinan jika tema yang Anda beli memiliki code yang sama. Code di sini maksud saya adalah syntax pemrogramannya.

Untuk membuat tema yang memiliki nilai jual, Anda harus menguasai setidaknya HTML, CSS, MySQL dan bahasa pemrograman PHP. Setiap developer tema memiliki ‘resep rahasia’ tersendiri dalam membangun sebuah tema. Oleh karena itu maka wajar jika yang tahu luar dalam tentang tema yang Anda beli adalah developer yang membuat tema itu sendiri.

Jika terjadi masalah pada tema yang Anda beli, maka yang bisa mengatasi masalah pada tema yang Anda beli adalah sang developer tema itu sendiri.

Oleh karena itu, kecepatan support dari sang developer tema adalah hal yang patut dipertimbangkan.

Bagaimana kita bisa mengetahui kecepatan support dari developer?

Tentu saja kita bisa membaca review dari orang-orang yang sudah membeli tema tadi. Atau Anda bisa menghubungi pihak developer dengan mengirim email support untuk sekedar tanya-tanya.

Perlu diingat juga, Envato Market adalah pasar internasional yang di dalamnya terdapat developer dari seluruh dunia. Jika Anda membeli tema dari developer asal Amerika Serikat dan Anda mengirim email pada jam 12 siang, maka Anda tidak bisa berharap untuk mendapat balasan segera. Karena jam di Amerika Serikat saat itu adalah pukul 12 malam!

Bagi Anda yang membeli tema dari developer asal Indonesia, maka akan lebih mudah lagi. Karena Anda tahu jam kerja di Indonesia dan Anda bisa mengirimkan email dalam bahasa Indonesia.

3. Multi-Purpose atau Niche

Jika Anda menengok tema-tema populer di Envato Market yang memiliki tingkat penjualan dan rating tinggi, maka sebagian besar dari tema-tema populer tersebut diisi oleh tema yang memiliki sifat multi-purpose.

Apa itu tema multi-purpose?

Dari namanya sudah jelas, tema multi-purpose adalah tema yang bisa digunakan untuk membuat banyak jenis website. Anda bisa membuat blog dengan tema itu, membuat website portofolio, membuat landing page,  membuat situs e-commerce, membuat situs wedding, membuat forum atau segala jenis website yang di-support oleh tema tersebut.

Biasanya tema jenis ini dibeli oleh mereka yang menyediakan jasa pembuatan website. Jika ada client yang ingin dibuatkan website, maka biaya pembelian tema akan dibebankan ke pada client. Maka tidak heran, jumlah pembelian tema multi-purpose  bisa mencapai ratusan ribu penjualan.

Yang jadi pertanyaannya adalah, apa kita membutuhkan semua fitur dari tema multi-purpose  tersebut?

Bagi penyedia jasa pembuatan website, tentu butuh. Karena dengan satu tema, mereka bisa membuat website seperti keinginan client. Client biasanya tidak mau tahu jika ada fitur-fitur yang tidak digunakan pada tema yang dibeli. Bagi client, asal websitenya sudah jadi sudah cukup.

Tapi bagaimana jika Anda adalah seorang blogger yang ngeblog sekedar hobi dan tidak memiliki pemasukan Adsense besar seperti saya?

Membeli tema multi-purpose akan terasa sia-sia.

Maka dari itulah, ada jenis tema lainnya yang memiliki fungsi, tujuan dan pangsa pasar yang spesifik. Tema seperti itu biasa disebut dengan niche theme.

Atau kita sebut saja tema niche.

Seperti yang saya tulisakan tadi, tema niche ini dirancang untuk tujuan tertentu. Ada yang dirancang khusus untuk blog, ada yang dirancang untuk website berita, ada yang dirancang untuk website e-commerce dan sebagainya. Pangsa pasarnya juga berbeda. Ada yang dirancang untuk website rumah sakit, website crypto-currency, website sewa hosting dan lain-lain.

Dengan begitu, jika Anda membeli tema yang dirancang untuk ngeblog, besar kemungkinan tema itu akan kurang cocok jika digunakan untuk tujuan e-commerce. Begitu juga jika Anda membeli tema yang dirancang untuk membuat website rumah sakit, akan tidak cocok jika Anda gunakan untuk membuat website gaming, misalnya.

Tapi tentunya, semua itu tergantung selera Anda.

Kelebihan dari tema niche ini adalah kemudahan dalam penggunaan. Seperti pengalaman saya menggunakan tema Higher Place yang dirancang khusus untuk tujuan ngeblog. Hanya dalam beberapa jam saja, saya sudah bisa merancang blog saya seperti apa yang saya kehendaki. Begitu juga dengan tema Magazilla yang dirancang untuk website berita, tidak banyak perubahan yang saya lakukan pada tema tersebut. Hanya menyesuaikan warna, font dan merancang logo saja, website baru saya sudah siap diluncurkan.

Berbeda halnya ketika saya menggunakan tema EXTRA. Walaupun pada dasarnya tema EXTRA adalah tema DIVI (tema multi-purpose) yang dibuat khusus untuk kebutuhan website berita dan blog, tapi saya sama sekali tidak merasa bahwa tema tersebut memang dirancang demikian. Ada banyak yang harus saya pelajari untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan tema tersebut. Banyak tulisan dan tutorial yang saya baca agar bisa melakukan customisasi seperti yang saya inginkan. Blog saya harus saya ubah ke maintenance-mode sebelum saya benar-benar mengerti apa yang saya lakukan.

Hingga akhirnya saya menyerah setelah beberapa hari menggunakan tema tersebut.

Oleh karena itu sangat bijak jika Anda mempertimbangkan apakah akan membeli tema multi-purpose dengan segala fitur dan pilihan customisasi-nya atau beli tema niche yang pada dasarnya bisa langsung dipakai?

4. Tanggal Rilis dan Update

Envato Market sudah lama malang melintang dalam dunia penjualan tema-tema website. Banyak developer tema yang sudah berjualan di market tersebut dalam waktu yang lama. Maka tidak heran, di sana juga terdapat tema ‘dari masa lalu’.

Saya pernah browsing-browsing tema-tema lama tersebut dan kesan nostalgia terasa kental ketika melihat design dari tema tersebut. Lihat saja design dari tema Blue Business, tema yang pertama kali dirilis pada tanggal 7 Juli 2009. Anda terasa di bawa ke masa lalu. Nggak lalu-lalu amat sih, tapi tetap.

Namun Anda tidak bisa menggunakan tema tersebut, karena itu bukan tema WordPress.

Point saya adalah, apakah Anda mau membeli tema dengan desain yang sudah ketinggalan jaman?

Memang beberapa tema lama dijual dengan harga murah. Tapi perlu dipikirkan juga desain serta fitur-fitur dari tema tersebut apakah masih kompatibel dengan fitur-fitur baru WordPress? Karena banyak tema lama yang sudah tidak di-support lagi oleh developernya.

Namun tentunya ada juga tema yang memiliki tanggal rilis tua yang masih di update oleh developernya. Sehingga tema tersebut tetap memiliki desain yang modern dan kompatibel dengan fitur-fitur baru WordPress.

Oleh karena itu perlu dipertimbangkan apakah tema yang Anda beli masih diupdate dan memiliki desain yang modern.

Menurut pendapat saya, desain yang modern lebih baik. Karena pada point selanjutnya kita perlu mempertimbangkan…

5. Fitur Kekinian

Sekarang sudah zamannya website yang responsive. Artinya website tersebut bisa menyesuaikan tampilannya ketika diakses melalui komputer maupun ketika diakses melalui smartphone. Desain dari website yang responsive ibarat mengalir begitu saja mengikuti ukuran dari layar perangkat yang mengaksesnya.

Sudah tidak zamannya lagi membuat dua versi website. Satu untuk diakses oleh komputer dan satunya lagi diakses oleh smartphone.

Tidak hanya itu, saat ini postingan blog tidak hanya sekedar tulisan saja. Saat ini blogger sudah harus beradaptasi dengan membuat postingan berupa video, gallery maupun audio.

Oleh karena itu kita juga harus mempertimbangkan tema yang memiliki fitur-fitur kekinian. Biasanya developer tema akan memberikan demo dari tema yang mereka jual. Jadi Anda bisa menilai langsung apakah temanya responsive atau tidak. Selain itu perhatikan juga contoh-contoh postingan video, gallery dan audionya. Akan lebih baik lagi jika tema yang akan Anda beli memiliki fitur sharing sosial media yang memang share-able.

Oh ya, instagramable juga boleh.

6. Tingkat Kebosanan

Jika Anda memiliki dana terbatas maka sudah barang tentu Anda membeli tema untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Setidaknya 3 tahun.

Selama 3 tahun tersebut Anda akan melihat tampilan website yang sama. Jika Anda adalah seorang blogger yang rajin posting setiap hari, maka setiap hari itu juga Anda akan melihat tampilan blog yang sama.

Maka jangan sampai, baru beberapa hari pakai tema yang Anda beli, eh sudah bosan melihatnya.

Oleh karena itu, Anda perlu untuk menilai ‘tingkat kebosanan’ tema yang Anda beli.

Caranya?

Saya sendiri menghabiskan waktu 5 hari sebelum memutuskan untuk membeli tema yang saya gunakan di blog ini (salah satu alasan mengapa saya tidak membeli tema ini ketika diskon).

Apa yang saya lakukan selama 5 hari tersebut?

Saya mengumpulkan tema yang akan saya beli, memasukkannya ke dalam wish-list dan melihat demo dari tema-tema tersebut ketika ada kesempatan selama 5 hari berturut-turut.

Nah, dengan begitu maka mata dan otak saya bisa menilai sendiri, mana tema yang membuat saya bosan dan mana tema yang tidak pernah bosan saya melihatnya. Tema yang membuat saya cepat bosan (memiliki tingkat kebosanan tinggi) saya hapus dari wish-list hingga menyisakan satu tema yang saya gunakan saat ini. Higher Place.

Mudah bukan?

Penutup

Membeli tema WordPress premium memang butuh banyak pertimbangan. Terlebih bagi mereka yang akan menggunakannya untuk kebutuhan personal. Seperti saya. Dengan sedikit pengalaman dalam menggunakan tema premium saya bisa mengatakan bahwa poin-poin di atas memang perlu untuk dipertimbangkan.

Tentunya di luar poin-poin essential seperti rating tema, rating developer, review dan desain.

Semoga tulisan tadi bermanfaat bagi Anda yang ingin membeli tema WordPress premium.

Ke depannya saya akan menulis lebih banyak tentang topik tema WordPress ini. Karena cukup menarik juga ternyata menuliskan tentang hal ini. Jadi, tunggu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.