Relativity

Google Hapus Fitur View Image: Sebuah Peluang, kah?

google-hapus-fitur-view-image-sebuah-peluang-kah

Beberapa hari yang lalu saya membaca berita bahwa Google baru saja menghapus salah satu fitur pencarian yang banyak diandalkan oleh banyak orang: View Image atau Lihat Gambar. Tidak banyak yang bisa saya ungkapkan dari penghapusan fitur ini. Hanya sedih dan senang.

Mengapa?

Sebagai pengguna Google, saya sendiri merasakan manfaat dari fitur Lihat Gambar ini. Jika saya ingin mencari sebuah gambar, katakanlah wallpaper misalnya. Saya tinggal ketik 'wallpaper', lalu muncul berbagai macam wallpaper di hasil pencarian. Selanjutnya tinggal saya pilih mana wallpaper yang ingin saya pasang di komputer saya, lalu klik 'Lihat Gambar', maka akan muncul tab baru di mana gambar wallpaper yang saya pilih sudah tersedia dalam resolusi tinggi dan tinggal klik 'simpan gambar' untuk mendownloadnya ke komputer.

Tidak hanya itu, dalam urusan blogging saya terkadang menggunakan fitur ini. Contohnya pada postingan Apa Itu Davinci Resolve?, pada postingan itu terdapat gambar sebuah color-grading tools berupa hardware merek da Vinci yang saya comot dari hasil pencarian Google dan fitur View Image-nya.

Saya tidak tahu itu dari situs apa. Saya tidak tahu siapa yang mengambil gambar tersebut. Saya tidak tahu apa konteks dari gambar tersebut. Yang saya pedulikan hanyalah hasrat ingin menampilkan gambar tersebut agar tulisan saya menjadi lebih menarik.

Hasrat menampilkan gambar agar tulisan saya menjadi lebih menarik tersebut dimungkinkan karena adanya fitur View Image di Google. Kalau tidak ada fitur tersebut, maka saya harus mengunjugi situs yang memiliki gambar tersebut. Situs tersebut bisa saja situs berbahasa yang tidak saya mengerti. Situs tersebut bisa saja mengandung virus atau bahkan situs tersebut baru saja ditutup dan tidak dapat diakses lagi.

Dan dengan begitu saya tidak bisa memenuhi hasrat saya tersebut.

Itulah sisi buruk dari dihilangkannya fitur View Image oleh Google. Yang paling banyak kena imbasnya adalah pengguna biasa yang gemar mendonwload gambar dari hasil pencarian Google.

Tetapi!

Tetapi!

Saya melihat ini bisa menjadi sebuah peluang baru bagi blogger di manapun Ia berada. Karena dengan dihilangkannya fitur View Image, maka sekarang pengguna diharuskan mengunjungi sumber dari gambar tersebut. Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan trafik pengunjung ke blog yang menjadi sumber gambar yang dicari pengunjung.

Berita bagus bukan?

Mungkin tidak bagi pengguna biasa. Karena seperti yang kita ketahui, cukup banyak pengguna Google yang enggan berkunjung ke blog.

Bagaimana tidak? Berkunjung ke blog banyak resikonya. Terkadang akan muncul pop-up besar yang meminta Anda untuk menyukai fans page si blogger (yang Anda tidak kenal karena baru sekali ini berkunjung). Terkadang muncul pula pop-up berisi iklan (yang jika Anda coba close, malah muncul iklan lainnya).  Terkadang muncul musik yang tidak ingin Anda dengar. Bahkan terkadang muncul gambar pocong yang meminta Anda mematikan Adblock.

Saya sendiri sudah merasakan pengalaman 'pahit' berkunjung ke blog seperti itu. Oleh karena itu saya berjanji tidak akan membuat blog yang seperti itu.

Tenang saja.

Balik lagi ke topik pembicaraan kita.

Saya melihat peluang ini karena pada prakteknya saya selalu memberikan nama yang unik pada gambar-gambar yang saya posting di blog ini. Hasilnya adalah gambar yang saya posting di blog ini muncul pada hasil pencarian gambar.

yaayyyy

Dengan tidak adanya tombol 'Lihat Gambar' maka sekarang jika pengguna ingin mendapatkan gambar tersebut dalam resolusi tinggi (original), maka yang bisa pengguna lakukan adalah mengunjungi situs yang menyediakan gambar tersebut. Itu artinya, sang blogger yang memiliki gambar tersebut akan mendapatkan pengunjung baru!

Tapi mungkin ini adalah cara lama yang digunakan oleh master-master SEO di luar sana. Saya sendiri tidak terlalu peduli dengan SEO. Tapi hey! Ini adalah peluang baru yang patut dicoba! Mungkin ke depannya saya akan sedikit bereksperimen agar bisa memanfaatkan ketiadaan fitur Lihat Gambar ini dengan lebih baik.

Kita tunggu saja hasilnya!

0 Comments

Dipo Putra

Seorang pelukis gagal, musisi gagal, blogger gagal, audio engineer gagal, novelis gagal, mangaka gagal, programmer gagal, nuclear engineer gagal dan app developer gagal. Dari semua kegagalan itu akhirnya saya sadar akan satu hal yang tak pernah gagal saya lakukan: Procrastinating!

    Reply your comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked*