Google Buka 24 Jam

“Google buka 24 jam”, “Buat apa Google diciptakan?”, “Google masih buka”, “Pakai Google gratis, nggak bayar”. Ya, itulah jawaban yang kemungkinan besar akan Anda dapatkan jika Anda bertanya suatu pertanyaan yang ‘katanya’  bisa di cari di Google. Terlebih di forum-forum dan grup online. Jujur saja, jawaban orang-orang seperti itu membuat saya sedih.

Memang, ya, memang. Terkadang jika kita tergabung pada suatu forum diskusi, entah itu forum teknologi, forum blog atau forum lainnya, kita sering menemukan pertanyaan-pertanyaan yang rasanya ‘katrok banget’. Biasanya pertanyaan seperti itu datang dari newbie atau dalam istilah saya: orang yang baru belajar.

Misalnya di forum tentang blog, seseorang menulis pertanyaan seperti ini, “Permisi suhu, saya mau bertanya, supaya blog kita diindex Google bagaimana caranya ya?”. Lalu dijawab oleh seorang ‘suhu’ seperti ini:

“Google buka 24 jam”

Maksud si suhu itu mudah dimengerti, ia bermaksud menyuruh si orang yang bertanya tadi untuk mencari jawaban atas pertanyaan tersebut di Google. Karena Google buka 24 jam. Nggak pernah tutup.

Setiap kali saya menemukan hal seperti itu, saya selalu merasa sedih. Apa hanya sampai di situ peran kita sebagai manusia? Ketika ada manusia yang ingin berinteraksi dengan sesama manusia, kita menyuruh manusia tersebut untuk berinteraksi dengan mesin?

Tidak bisa saya pungkiri bahwa saya adalah seseorang yang gemar ‘googling’. Setiap kali ada pertanyaan lewat di pikiran, saya langsung buka Google dan mengetikkan pertanyaan saya. Maka saya akan menemukan jawabannya dengan sangat cepat. Tetapi kegiatan tersebut lama-lama membuat saya merasa kehilangan sesuatu.

Kehilangan interaksi dengan sesama manusia secara langsung.

Memang, algoritma pencarian Google sangat canggih. Google bisa menemukan jawaban yang sangat relevan dengan pertanyaan yang kita ketik di mesin pencari. Google bisa menemukan jutaan tulisan dan artikel blog tentang permasalahan yang kita alami. Memang, hasil pencarian Google adalah hasil karya manusia, artikel buatan manusia, tulisan karangan manusia.

Tetapi Google bukan manusia.

Manusia lebih lamban daripada Google.

Jika Anda bertanya ke pada manusia, Anda bisa saja mendapatkan jawaban yang tidak relevan. Manusia terkadang lama menanggapi pertanyaan Anda. Manusai terkadang tidak tahu jawaban dari pertanyaan Anda.

Tapi, bukankah itu yang membuat kita merasakan indahnya menjadi manusia?

Merasakan indahnya berinteraksi dengan sesama manusia?

Jika saya ingat-ingat lagi ke masa lalu, saat saya juga masih seorang newbie di sebuah forum musik, rasanya memang agak sedikit lain ketika saya mendapat pemberitahuan bahwa pertanyaan yang ajukan dijawab oleh seseorang di forum tersebut. Ada perasaan senang, penasaran, suka, deg-degkan ketika melihat jawaban pertanyaan saya. Dengan begitu saya tahu, bahwa saya tidak sendirian di forum tersebut, saya bukan satu-satunya manusia di forum tersebut. Ada manusia lainnya yang peduli dengan pertanyaan saya tersebut.

Sebuah perasaan yang tidak akan bisa saya temukan ketika googling berapa ribu kalipun.

Perasaan yang membuat saya merasa dianggap sebagai manusia.

Perasaan bahwa ada seseorang di luar sana yang duduk di depan komputernya membaca pertanyaan dari saya dan menanggapi pertanyaan saya sebagai seorang manusia.

Tinggalkan Komentar...