Fokus ke DaVinci Resolve Dulu, BRO!

Kemarin saya memposting tentang hasrat saya untuk membuat visual novel. Ide cerita sudah ada, gambaran tentang art-nya sudah ada, RenPy sudah saya pelajari, bahkan saya sudah membeli beberapa visual novel di Steam untuk ‘menganalisis’ bentuk dan jalan cerita di visual novel yang bagus itu bagaimana.

Untuk ide cerita seperti yang saya tuliskan sebelumnya, hanya akan ada dua karakter yang berinteraksi. Kedua karakter ini sama-sama tidak diketahui asal-usulnya pada awal cerita. Well, cuma saya saja yang tahu siapa ke dua karakter tersebut. Yang pasti, ada sebuah kejadian yang membuat mereka tidak kompatibel satu sama lain.

Gambaran tentang art-nya nanti saya cuma akan mengedit foto-foto dari Pixabay sebagai background. Untuk karakter, tidak ada yang perlu saya gambar karena yang satu adalah pemeran utama dan yang satu lagi misterius.

RenPy. Saya sudah membaca semua tutorial yang diperlukan untuk saya baca. Saya sudah mempelajari bahasa pemrograman Phyton agar lebih mudah menggunakan RenPy nantinya. Tidak banyak yang perlu dipelajari kalau hanya sekedar membuat visual novel sederhana.

Terakhir, di Steam banyak terdapat visual novel berharga terjangkau yang bisa dibeli dan ‘dipelajari’. Saya sudah menghabiskan waktu berjam-jam membaca beberapa visual novel dan itu membuat saya tersadar….

SAYA LAGI NGAPAIN???

Banyak… sangat BANYAK hal-hal tentang DaVinci Resolve yang belum saya bahas di channel YouTube saya. Banyak pula hal yang belum saya pelajari tentang DaVinci Resolve untuk dibagikan di YouTube. Sedangkan ini adalah kesempatan saya untuk bisa menjaring banyak penonton karena jarang sekali Youtuber Indonesia yang membahas tentang DaVinci Resolve.

Sekarang mengapa saya membuat visual novel? Sama sekali belum penting membuat visual novel sekarang! Yang perlu itu membuat video tentang DaVinci Resolve atau apalah yang berhubungan dengan YouTube agar channel saya selalu punya konten terbaru.

Saya mau gagal lagi?

Padahal saya sendiri sudah tahu bahwa ketidak-fokusan adalah penyebab utama kegagalan seseorang dalam merintis usaha. Apapun usahanya. Saya sudah banyak gagal dalam berbagai bidang karena tidak fokus pada satu bidang.

Ah, sudahlah. Lebih baik sekarang saya mempelajari DaVinci Resolve dengan lebih dalam lagi. Tidak perlu memikirkan yang tidak perlu. Selain itu saya perlu membuat jadwal untuk merilis video baru.

Hmmm… Senin dan Kamis sepertinya adalah jadwal yang bagus. Ada 2 video dalam satu minggu.

Sudahlah. Fokus ke DaVinci Resolve saja dulu!

Leave a Reply

Your email address will not be published.