SEO Tidak Penting Bagi Personal Blog

Sebelum ini saya membuat tulisan dengam judul SEO Nggak Penting Lagi?. Namun setelah dipikir-pikir lagi selama hampir 24 jam, saya salah. Pada artikel tersebut, saya menyamaratakan semua blog tanpa mempedulikan berbagai faktor dan pertimbangan. Faktor yang membuat blog itu unik antara satu dengan yang lainnya. Tidak semua blog butuh SEO dan tidak semua blog tidak butuh SEO.

Jika Anda mengelola blog demi kepentingan bisnis, untuk meningkatkan penjualan, menjalin hubungan dengan customer, menaikkan traffic website Anda, maka Anda akan sangat membutuhkan SEO.

Berbeda halnya jika Anda hanya membuat blog personal. Sebuah blog yang berisi ide-ide dan tulisan tentang pengalaman Anda sendiri, maka Anda akan sangat jarang membutuhkan SEO.

Seperti blog ini.

Jadi, pada artikel tersebut saya salah jika bilang bahwa SEO itu tidak penting lagi karena algoritma Google sudah berevolusi menjadi kecerdasan buatan.

Saya rasa pendapat saya sebelumnya dikarenakan kesombongan saya sendiri. Saya besar kepala hanya karena blog saya nangkring di page one Google paling atas. Suatu kesombongan yang saya rasa tidak perlu saya lakukan lagi di masa depan.

Semoga ini menjadi pelajaran bagi saya sendiri.

SEO Nggak Penting Lagi?

Sekitar 5 hari yang lalu saya membuat sebuah artikel dengan judul Haruskah Membuat Postingan Lebih Dari 300 kata? yang mana tulisan tersebut hanya terdiri dari nnggg… 48 kata. Tulisan yang simple, tegas, to-the-point dan murni pendapat saya saja. Dan jujur saja, tulisan tersebut saya buat hanya untuk memenuhi target harian saya.

Iseng-iseng, karena penasaran saya mencoba melihat ada di mana tulisan tersebut di hasil pencarian Google. Saya ketikan judul lengkapnya di kotak pencarian Google. Hasilnya ternyata lumayan. Ada di page one paling atas.

Saya berpikir, “Huh? Oke, mungkin karena pencarian saya berupa judul artikel yang sama persis. Mari kita kurangi sedikit”. Sayapun menutup lalu membuka incognito sekali lagi agar cache-nya tidak tersimpan yang mana hal tersebut bisa mempengaruhi hasil pencarian. Kali ini saya mengetik “posting lebih dari 300 kata”.

Well, hasilnya ternyata masih sama. Artikel saya yang terdiri dari 48 kata masih memuncaki page one. Lalu saya mencoba lagi sekali lagi, kali ini saya mengetikan “lebih dari 300 kata”.

Dan hasilnya bisa Anda tebak sendiri.

Yup, masih sama.

Sayapun berpikir, “WHAT THE F**K? Artikel kayak gitu bisa masuk page one? Paling atas pula? Itu teorinya bagaimana?”.

Setelah tenang saya mulai berpikir bahwa, tampaknya sekarang algoritma pencarian Google sudah benar-benar berubah. Bukan algoritma lagi mungkin, tetapi sudah artificial intelligence alias kecerdasan buatan. Sepertinya artikel 48 kata saya ada benarnya, membuat artikel panjang dengan kajian yang mendalam bukan lagi suatu hal yang diperhatikan oleh kecerdasan buatannya Google. Lalu apa?

Entahlah…

Saya sendiri tidak begitu mengerti bagaimana cara berpikir kecerdasan buatan ini dalam menentukan ranking suatu website di hasil pencarian. Apakah sekarang membuat artikel panjang tidak menentukan ranking Anda lagi? Apakah membuat artikel penuh keyword tidak lagi suatu yang seksi di mata Google? Apakah SEO nggak penting lagi?

Entahlah…

Tetapi yang pasti, sekarang saya menjadi lega karena blog saya bisa mendapatkan ranking tinggi di hasil pencarian walaupun tanpa menerapkan satupun teknik SEO. Hal itu membuat saya menjadi bebas menulis sesuka hati saya dengan tenang tanpa satupun yang mengekang tulisan saya.

Ah, saya bisa melihat masa depan yang cerah pada blog ini.

Sehari Sebelum Super Blue Blood Moon

Seperti yang pernah saya bahas pada artikel Kamera Murah Berkualitas Buat Bikin Video YouTube 2018, bahwa kamera Panasonic HC-V180 yang saya beli punya kemampuan zoom yang mengagumkan. Setidaknya pendapat tersebut saya dapatkan dari hasil melihat-lihat video test yang beredar di YouTube. Dan setelah memiliki kamera itu sendiri, saya pun setuju dengan pendapat saya sebelumnya. Kemampuan zoom-nya memang patut diacungi jempol.

Zoom-nya bisa sampai ke Bulan.

Well, tentu saja kita tidak akan bisa mengamati permukaan Bulan dan kawah-kawahnya menggunakan kamera ini. Tetapi dengan optical zoom yang mencapai 90 kali, maka setidaknya kita bisa merekam Bulan lebih baik dari pada menggunakan kamera smartphone.

Dan mungkin sudah takdirnya kali ya? Beberapa hari setelah saya membeli kamera ini, saya mendapat kabar bahwa akan ada fenomena alam langka yang akan terjadi pada 31 Januari nanti. Akan ada 3 fenomena Bulan yang akan terjadi pada waktu bersamaan: supermoon, blue moon dan gerhana bulan.

Alias Super Blue Blood Moon!

Saya tidak tahu siapa orang yang punya ide penamaan tersebut, tetapi saya sama antusiasnya dengan orang tersebut untuk menyambut fenomena langka ini menggunakan handycam yang baru saya beli.

Saya sudah melakukan cukup banyak latihan agar bisa merekam gerhana secara time-lapse nantinya. Beberapa dari hasil latihan tersebut bisa Anda lihat di Instagram saya @DipoHimself.

Ah, saya tidak sabar lagi menunggu hari esok!

Blogger di Masa Lalu

Di masa lalu, ketika warnet merupakan satu-satunya cara bagi saya untuk mengakses internet, saya sering sekali membaca postingan blog para blogger pada masa itu. Saya tidak ingat nama-nama mereka. Saya tidak ingat alamat blog mereka. Saya tidak tahu apakah mereka masih aktif ngeblog sampai sekarang. Tetapi saya masih ingat, di saat membaca tulisan dari blogger-blogger di masa itu saya bisa merasakan passion pada tulisan mereka.

Passion menulis.

Pada saat itu blogger adalah blogger. Mereka yang ingin menulis tentang apa saja yang ada di pikiran mereka. Mereka yang bangun di pagi hari dengan perasaan tidak sabar untuk menulis sesuatu di blog mereka. Menulis sesuatu yang menyenangkan. Menulis tentang pengalaman yang meraka alami. Menulis tentang perasaan mereka ke dalam gaya penulisan yang bervariasi dan berbeda antara blogger satu dengan blogger lainnya.

Pada saat itu ngeblog hanyalah ngeblog. Sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang untuk mengusir rasa jenuh dengan menulis. Sesuatu yang dilakukan untuk mengisi waktu luang dengan menulis. Sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang untuk menyampaikan ide-ide dengan menulis. Sesuatu yang pada saat itu hanyalah sebuah kegiatan menulis.

Apa itu SEO?

Apa itu Adsense?

Apa itu keyword?

Tidak ada yang peduli.

Semua blogger waktu itu hanya ngeblog.

Ngeblog waktu itu hanya dilakukan oleh blogger.

Ya, hanya blogger yang ngeblog. Bukan mereka yang ingin cepat dapat uang. Bukan mereka yang ingin terkenal. Bukan mereka yang ingin diterima Adsense. Bukan mereka yang berencana menjual blognya di masa depan.

Jika Anda membuat tulisan di sebuah blog, maka Anda adalah blogger.

Begitulah hukumnya dahulu.

Saat ini saya sedang duduk di depan komputer saya dengan koneksi internet 10Mbps. Bukan di kursi warnet dengan komputer Pentium III, layar tabung, Windows XP, koneksi 256Kbps dan biaya Rp 5000/jam.

Tapi entahlah…

Sepertinya semakin maju perkembangan teknologi internet, semakin jarang pula saya bisa menemukan orang-orang yang bisa dikatakan sebagai seorang blogger.