Blogger di Masa Lalu

Di masa lalu, ketika warnet merupakan satu-satunya cara bagi saya untuk mengakses internet, saya sering sekali membaca postingan blog para blogger pada masa itu. Saya tidak ingat nama-nama mereka. Saya tidak ingat alamat blog mereka. Saya tidak tahu apakah mereka masih aktif ngeblog sampai sekarang. Tetapi saya masih ingat, di saat membaca tulisan dari blogger-blogger di masa itu saya bisa merasakan passion pada tulisan mereka.

Passion menulis.

Pada saat itu blogger adalah blogger. Mereka yang ingin menulis tentang apa saja yang ada di pikiran mereka. Mereka yang bangun di pagi hari dengan perasaan tidak sabar untuk menulis sesuatu di blog mereka. Menulis sesuatu yang menyenangkan. Menulis tentang pengalaman yang meraka alami. Menulis tentang perasaan mereka ke dalam gaya penulisan yang bervariasi dan berbeda antara blogger satu dengan blogger lainnya.

Pada saat itu ngeblog hanyalah ngeblog. Sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang untuk mengusir rasa jenuh dengan menulis. Sesuatu yang dilakukan untuk mengisi waktu luang dengan menulis. Sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang untuk menyampaikan ide-ide dengan menulis. Sesuatu yang pada saat itu hanyalah sebuah kegiatan menulis.

Apa itu SEO?

Apa itu Adsense?

Apa itu keyword?

Tidak ada yang peduli.

Semua blogger waktu itu hanya ngeblog.

Ngeblog waktu itu hanya dilakukan oleh blogger.

Ya, hanya blogger yang ngeblog. Bukan mereka yang ingin cepat dapat uang. Bukan mereka yang ingin terkenal. Bukan mereka yang ingin diterima Adsense. Bukan mereka yang berencana menjual blognya di masa depan.

Jika Anda membuat tulisan di sebuah blog, maka Anda adalah blogger.

Begitulah hukumnya dahulu.

Saat ini saya sedang duduk di depan komputer saya dengan koneksi internet 10Mbps. Bukan di kursi warnet dengan komputer Pentium III, layar tabung, Windows XP, koneksi 256Kbps dan biaya Rp 5000/jam.

Tapi entahlah…

Sepertinya semakin maju perkembangan teknologi internet, semakin jarang pula saya bisa menemukan orang-orang yang bisa dikatakan sebagai seorang blogger.

Author: Dipo Putra

Seorang pelukis gagal, musisi gagal, blogger gagal, audio engineer gagal, novelis gagal, mangaka gagal, programmer gagal, nuclear engineer gagal dan app developer gagal. Dari semua kegagalan itu akhirnya saya sadar akan satu hal yang tak pernah gagal saya lakukan: Procrastinating!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *