Blog Ini Mulai Menggunakan Google AMP

Belajar dari pengalaman saya sendiri yang sering melakukan pencarian hal-hal aneh di Google, saya merasa bahwa Google AMP penting untuk diimplementasikan di blog ini. Bagaimana tidak? Saya lebih suka mengklik situs yang ada logo ‘petir’-nya dari pada mengklik yang tidak ada logo petir (tapi tentu saja, itu hanya berlaku pada saat melakukan pencarian dengan smartphone).

Saya sendiri mengenal Google AMP pada bulan Januari lalu. Ceritanya hampir sama, saya mengklik situs yang ada logo petir di hasil pencarian Google dan saya terpana dengan kecepatan situs tersebut. Bisa dikatakan hanya dalam hitungan millisecond, Anda sudah sampai ke situs yang Anda tuju.

Logo Petir

Saya penasaran apa arti logo petir tersebut?

Setelah melakukan pencarian intensif, saya menemukan fakta bahwa ternyata logo petir tersebut merupakan Google AMP. Sebuah project baru lagi dari Google untuk membuat kecepatan sebuah website meningkat tajam. Lebih tajam dibandingkan sekedar keterangan 'mobile friendly' yang sebelumnya nangkring di  hasil pencarian situs yang sudah dioptimisasi agar tampilannya lebih enak saat diakses menggunakan smartphone.

Google AMP tidak hanya sekedar memberitahu pengguna bahwa situs yang dituju sudah mendukung tampilan mobile, tetapi mereka juga menyimpan cache dari situs yang sudah mendukung Google AMP di server Google sendiri. Sehingga pengguna pada prosesnya tidak secara langsung mengakses situs yang dituju, tetapi 'hanya' mengakses cache yang disimpan oleh Google. Dengan begitu kecepatan mengakses situs di hasil pencarian Google yang sudah mendukung Google AMP menjadi secepat mengakses Google itu sendiri.

Suangat cepat.

Saya sendiri sudah membaca dokumentasi Google AMP ini, serta cara mengimplementasikannya di WordPress. Untuk WordPress sendiri cukup mudah karena sudah ada plugin untuk itu. Kalau untuk CMS lain, mungkin agak rumit. Apalagi jika Anda membangun CMS Anda sendiri. Silahkan pusing sendiri.

Seperti yang saya sebutkan di atas, saya tidak langsung mengimplementasikan Google AMP di blog ini pada saat saya mengenalnya di bulan Januari. Saya baru mengimplementasikannya sekarang. Mengapa? Karena saya sendiri sebelumnya skeptis dengan Google AMP. Saya tidak tahu apakah Google AMP merupakan project jangka panjang atau hanya sekedar project lainnya yang pada akhirnya akan ditinggalkan oleh Google.

Tetapi saya juga menemukan kenyataan lainnya bahwa situs-situs berita besar seperti BBC, TechCrunch dan situs berita tanah air pun sudah banyak yang menggunakan Google AMP. Jadi jika nanti di masa depan Google ingin melakukan perubahan besar pada Google AMP (seperti menutup project), maka Google akan banyak menghadapi masalah.

Oleh karena pertimbangan itulah saya berpikir, tidak ada salahnya menggunakan Google AMP. Toh, saya hanya tinggal menginstall plugin, melakukan customisasi kecil dan blog saya sudah menggunakan Google AMP. Jika tidak suka tinggal uninstall saja pluginnya dan berharap file WordPress saya tidak menjadi error.

Mungkin di lain kesempatan saya akan membuat tutorial tentang cara mengimplementasikan Google AMP di situs WordPress Anda menggunakan plungin yang saya pilih.

Author: Dipo Putra

Seorang pelukis gagal, musisi gagal, blogger gagal, audio engineer gagal, novelis gagal, mangaka gagal, programmer gagal, nuclear engineer gagal dan app developer gagal. Dari semua kegagalan itu akhirnya saya sadar akan satu hal yang tak pernah gagal saya lakukan: Procrastinating!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *