Home Post Bahaya Pakai Software Bajakan

Bahaya Pakai Software Bajakan

Bahaya Pakai Software Bajakan
Ah, software bajakan. Siapa yang tidak pernah pakai software bajakan? Secara sadar maupun tidak, hampir semua orang yang hidup di jaman serba canggih seperti saat ini pernah menggunakan software bajakan. Baik itu game, sistem operasi Windows, Office, Photoshop, Premiere Pro bahkan Antivirus-pun banyak yang pakai bajakan. Saya sendiri dulunya adalah pengguna software bajakan. Setidaknya sewaktu sekolah dan sewaktu kuliah dulu. Siapa yang dulu waktu kuliah mampu beli software original? Atau game AAA original? Hanya sebagian kecil orang yang mampu. Namun sekarang dengan bangga bisa saya katakan saya adalah orang yang sebisa mungkin menghindari menggunakan software bajakan. Jika ada alternatif yang gratis akan saya gunakan. Jika sebuah software rasanya mampu saya beli, maka akan saya beli. Jika ada game di Steam yang tidak mampu saya beli, well… saya tunggu summer sale. Mengapa saya menghindari menggunakan software bajakan? Ada alasan tersendiri. Salah satunya adalah karena saya sendiri tahu betapa sulitnya membuat sebuah software. Tahu berapa sebuah software pantas untuk dihargai. Tapi di tulisan kali ini saya hanya akan membahas bahaya-bahaya umum maupun laten yang perlu Anda waspadai ketika menggunakan software bajakan. Apa saja bahaya menggunakan software bajakan?

1. Virus

Ah, virus. Ketika Anda menggunakan software bajakan, baik itu yang dibajak menggunakan crack atau keygen, ada 70% kemungkinan software, crack atau keygen-nya menyimpan virus. Tergantung siapa cracker-nya. Kadang ada cracker baik yang dengan tulus memberikan crack bersih dari virus. Namun banyak juga yang menyelipkan virus. Dengan berbagai motivasi dan tujuan. Duh, sangat banyak keuntungan yang bisa didapat pembuat virus di jaman sekarang. Contohnya saja untuk menambang crypto-currency. Komputer Anda bisa saja membantu menambang mata uang digital untuk si pembuat virus tanpa Anda sadari. Kerugian semuanya ada pada Anda.

2. Dicegat di Bandara

Jika Anda bepergian ke luar negeri, terkadang pihak bandara akan melakukan razia software-software bajakan. Mereka akan memeriksa laptop seseorang yang dicurigai menggunakan software bajakan. Bagi sebagian orang akan terdengar konyol. Mana ada bandara yang sampai segitunya memeriksa isi laptop orang, lalu memeriksa satu per satu software yang terinstall di sana untuk memeriksa apakah bajakan atau tidak? Memang terdengar konyol. Saya sendiri sebelumnya tidak percaya. Namun ternyata memang pernah dilakukan razia seperti itu. Cuma metode pemeriksaannya ternyata cukup sederhana. Setiap laptop yang terinstall Windows original akan memiliki stiker serial number Windows di bawah laptopnya. Jika Anda membawa laptop (kecuali keluaran Apple), maka pihak bandara akan memeriksa stiker itu ada atau tidak. Jika tidak ada, kemungkinan Anda menggunakan Windows bajakan. Dicegat di bandara bukan sebuah pengalaman yang baik untuk kesehatan jantung Anda. Sebuah kerugian tersendiri menggunakan Windows bajakan.

3. Dipanggil Master

Siapa yang tidak mau dipanggil ‘Master’ oleh orang-orang? Tapi jika biasanya panggilan ‘Master’ sering disematkan ke pada mereka yang sudah ahli dalam suatu bidang tertentu, panggilan Master pada seorang pengguna software bajakan bukan karena Anda memiliki keahlian tertentu. Namun karena Anda adalah sumber dari master software gratis. Akan banyak teman-teman yang datang ke pada Anda untuk meminta master dari software yang mereka butuhkan. Sebagian besar (baca: semuanya) meminta secara gratis. Toh, Anda mendapatkannya secara gratis juga, bukan? Jika Anda berikan, maka mereka akan senang bukan main. Sehingga mereka akan mengabarkan ke teman-teman lain bahwa Anda memiliki banyak master software. Maka semakin banyaklah teman Anda yang akan datang meminta master ke pada Anda.

4. Disuruh Install

Menginstall software bajakan terkadang butuh pengetahuan khusus. Terkadang ada software yang tidak bisa di-install jika anti-virus sedang menyala. Ada pula yang tidak bisa di-install jika belum di-extract secara penuh. Ada pula yang harus digabung dulu file-nya baru bisa di-install. Apalagi crack-nya. Atau keygen-nya. Bagi mereka yang tidak terbiasa, akan kesulitan menginstall software bajakan. Lalu ke pada siapa lagi mereka akan bertanya? Tentu saja ke pada sumber software bajakan tadi. Tidak hanya minta master, kadang orang-orang juga akan meminta Anda untuk menginstall software tersebut ke komputer mereka. Keputusan tergantung Anda, apakah akan dengan rela meluangkan waktu Anda untuk menginstall software ke komputer mereka yang membutuhkan?

5. Dicaci dan Dihina

Pekerjaan saya saat ini tidak bisa dibilang pekerjaan yang bisa menghasilkan banyak uang. Tidak juga pekerjaan yang memiliki gengsi tinggi. Tapi seperti yang saya bilang sebelumnya, saya sebisa mungkin menghindari menggunakan software bajakan. Suatu hari, salah seorang teman saya menghubungi saya melalui pesan Whatsapp untuk meminta master Windows 10 beserta Office 2010. Teman saya tersebut bekerja di salah satu BUMN. Apa balasan saya? “wkwkwkwk… gua aja jualan cappuccino cincau pakai Windows ori” Begitulah kira-kira balasan dari saya jika diterjemahkan ke dalam bahasa gaul. Bisa Anda bayangkan bagaimana perasaan teman saya itu ketika mendapat balasan seperti itu? Betapa pedihnya? Betapa sakitnya? Seseorang yang memiliki pekerjaan mapan dihinakan oleh seorang pengangguran sukarela hanya gara-gara orang tersebut menggunakan software original? Sedangkan Ia yang punya gaji mencukupi tidak mampu membeli software original? Apakah Anda ingin suatu hari nanti mendapat penghinaan seperti itu? Itu semua tergantung Anda. Kalau saya dan teman saya tersebut sudah biasa berbicara seperti itu. Jadi tidak ada rasa bersalah dari diri saya yang muncul. Teman saya juga sudah maklum dengan kesombongan diri saya. Tidak jadi masalah.

6. Uang-nya Itu Lho

Sayangnya saya bukan orang yang memiliki kapabilitas mencukupi untuk menceramahi Anda tentang mana yang halal dan mana yang haram. Anda bisa pikir sendiri. Atau cari video ceramah tentang hukum menggunakan software bajakan. Kita bicara perumpamaan saja. Begini, Anda menggunakan software bajakan. Lalu Anda bisa menghasilkan uang dari software tersebut. Bisa jadi Anda menggunakan Adobe Premiere Pro bajakan untuk mengedit video YouTube yang Anda monetisasi, atau Anda menggunakan Photoshop bajakan di studio foto milik Anda. Intinya Anda menghasilkan uang dari software bajakan. Menurut Anda, bagaimana status dari uang yang Anda hasilkan tersebut? Umpama Anda mencuri sepeda motor untuk ngojek. Memang Anda mendapatkan uang dari hasil kerja Anda sebagai tukang ojek. Mengantarkan penumpang sampai ke tujuan. Tapi sumber dari uang tersebut adalah sepeda motor. Tanpa adanya motor Anda tidak bisa jadi tukang ojek. Namun motor tersebut Anda dapatkan dari hasil…? Yaaa… kira-kira begitulah.

7. Sulit Punya Mertua Orang IT

Ah, siapa yang bisa memprediksi kira-kira seperti apa jodohnya nanti? Atau siapa yang bisa tahu pasti jika jodohnya nanti adalah anak dari seorang yang ahli IT? Bagi Anda yang sering menggunakan software bajakan, maka mendapat mertua seorang ahli IT akan menjadi pengalaman yang kurang berkesan. Bisa Anda bayangkan bagaimana tatapan mertua Anda ketika mendapati laptop Anda yang merupakan laptop 3jutaan berisi software-software ‘kelas berat’ seperti Nuendo 5, Adobe Acrobat Capture, Vegas Pro, AutoCAD, AutoDesk Maya dan Visual Studio Ultimate? Anda bisa hitung sendiri berapa harga keseluruhan dari software yang saya sebut di atas! “Apa salahku hingga mendapat menantu seorang normies seperti ini?” Kira-kira begitulah ungkapan kekecewaan seorang ahli IT yang kecewa punya menantu pengguna software bajakan.

8. Memiliki Mental Gratisan

Memiliki mental gratisan tidak bisa dipungkiri telah menjamur di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak yang beranggapan jika sesuatu yang tidak memiliki ‘wujud’ tidak perlu dihargai mahal. Sudah banyak pula kita temui orang-orang yang tidak menghargai karya-karya desainer maupun software developer dengan harga yang pantas. Karena memang banyak yang beranggapan software itu gratis. Bisa di-download saja. Desainer palingan pakai software bajakan. Software developer cuma ngetik code saja. Nggak pakai modal. Mengapa harus dibayar mahal? Sebuah pemikiran yang salah tentunya.

9. Mental Gratisan Menurun ke Anak Cucu

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Jika Anda pengguna software bajakan, akan sulit untuk menghindari kebiasaan tersebut menurun ke anak cucu. Ketika anak Anda minta diajari cara menggunakan sebuah software atau minta install sebuah software di komputer-nya, Anda berikan Ia software bajakan. Maka sudah pasti nantinya anak Anda akan berpikiran bahwa software itu bisa didapat dengan mudah. Tinggal download saja.

10. Industri Software Indonesia Nggak Maju-maju

Jika kita mengamati perkembangan industri software di Indonesia, maka mayoritas developer software yang bisa dikatakan maju dan memiliki rekam jejak yang baik adalah mereka yang memiliki target pasar berupa perusahaan atau korporasi. Bagaimana dengan developer yang menyasar individual atau usaha kecil? Hancur lebur. Contohnya saja Billing Explorer. Software billing warnet yang terkenal seantero warnet ini sudah tidak ditemukan lagi jejaknya. Jika kita mencoba melakukan pencarian untuk membeli lisensi original, maka hasil pencarian akan dipenuhi oleh mereka yang menyediakan link download Billing Explorer bajakan. SMADAV, salah satu antivirus lokal yang juga terkenal seantero jagat Indonesia juga harus membanderol antivirus tersebut dengan harga murah. Itupun masih banyak juga yang menyediakan link bajakan. Bahkan di YouTube banyak yang memberikan tutorial cara install SMADAV bajakan. Namun tampaknya SMADAV tidak ambil pusing dan membiarkan hal tersebut. Padahal mereka bisa saja dengan mudah melaporkan channel YouTube yang memberikan tutorial install software bajakan dan akan segera ditindak oleh pihak YouTube. Dan ya… begitulah. Sulit bagi developer software asal Indonesia untuk berkembang jika mereka tidak menyediakan software mereka secara gratis. Menyebabkan industri software tanah air sulit untuk berkembang.

Penutup

Awalnya saya berencana menjadikan tulisan ini sebagai tulisan ringan. Tapi entah mengapa saya menjadi terbawa suasana dan tulisan kali ini menjadi tulisan berat dan menghakimi pembaca. LOL Saya minta maaf. Saya bukan orang yang cocok untuk men-judge seseorang. Saya juga tidak akan menghina Anda jika Anda adalah seorang pengguna software bajakan seperti saya menghina teman saya di point nomor 5. Namun tentu saja, saya cuma bisa menghimbau untuk sebisa mungkin menghindari menggunakan software bajakan. Ada banyak keuntungan menggunakan software original. Well, mungkin akan kita bahas lain kali. Jika Anda mampu untuk membeli software original, maka belilah software original. Jika Anda sebelumnya mampu menghasilkan uang menggunakan software bajakan, maka sisihkanlah pendapatan Anda untuk ‘menebus’ software tersebut dengan membeli original dan menggunakan software original untuk seterusnya. Dan yaa… begitulah. Untuk hidup yang lebih baik tentunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.