Personal Blog

Alternatif Google Setelah Mode Aman Tidak Bisa Dimatikan

alternatif-google-setelah-mode-aman-tidak-bisa-dimatikan

Seperti yang mungkin sudah sangat diketahui oleh kita semua bahwa sejak beberapa minggu yang lalu fitur Google Safe Mode atau Mode Aman diaktifkan secara massal di seluruh jaringan internet di Indonesia.

Hasilnya, kita semua kini mendapati hasil pencarian Google yang sudah difilter dari konten-konten negatif. Seperti judi, pornografi, JAV (pornografi juga) dan hentai (juga pornografi).

Hal ini tentu saja membuat bahagia segenap masyarakat Indonesia yang tidak memiliki hal-hal negatif di hidupnya. Tidak ada lagi kekhawatiran generasi penerus bangsa terpengaruh hal-hal negatif di internet yang bisa merusak kesehatan mental dan jasmani. Serta harapan berkurangnya kebiasan tidak terpuji di kalangan anak muda yang hanya meningkatkan penjualan tisu dan baby oil saja.

Namun tentu saja, hal ini mendapat protes keras dari mereka yang memiliki keseimbangan dalam hidup. Mereka yang hidupnya terdiri dari hal positif dan hal negatif. Hitam dan putih. Yin dan Yang. Keseimbangan yang sangat berguna untuk membuka pikiran dengan leluasa tanpa merasa seperti katak dalam tempurung.

Baiklah, tanpa banyak bacot lagi. Sekarang melakukan pencarian dengan kata kunci sedikit aneh di Google saja sudah sulit. Kita butuh alternatif selain Google untuk melakukan pencarian di internet. Sebuah mesin pencari yang tidak bisa difilter oleh siapapun juga.

Apa saja?

DuckDuckGo

cara mematikan google safe mode

Saya termasuk blogger yang tidak ingin membuang-buang waktu Anda lebih banyak dengan membaca keseluruhan artikel. Oleh karena itu, saya menempatkan DuckDuckGo sebagai alternatif Google paling atas.

Mengapa?

Karena saya sendiri sering menggunakan DuckDuckGo. Bahkan sebelum filter Mode Aman Google diaktifkan. Hasil pencariannya cukup akurat dan bisa diandalkan.

Salah satu fitur yang paling ditonjolkan oleh DuckDuckGo yang membedakannya dengan Google adalah DuckDuckGo sama sekali tidak menyimpan data pengguna untuk membuat hasil pencarian menjadi lebih personal. Karena mereka tidak mengumpulkan data, maka tidak ada data yang bisa mereka jual untuk kepentingan pengiklan.

Anda bisa mengakses DuckDuckGo di alamat ini https://duckduckgo.com/

Qwant

Qwant merupakan mesin pencari buatan Prancis yang juga memiliki misi menghargai privasi pengguna mereka layaknya DuckDuckGo. Mereka tidak mengumpulkan atau menjual data pengguna mereka.

Mesin pencari ini cukup populer di Eropa dan telah digunakan lebih dari 50 juta pengguna per bulan.

Saya sendiri sudah mencoba Qwant dan memang, mesin pencari ini pantas menempati urutan ke dua mesin pencari alternatif Google.

Anda bisa mengakses Qwant di alamat ini https://www.qwant.com/

Oscobo

Tidak ada bedanya dengan mesin pencari yang saya sebutkan di atas, Oscobo juga tidak mengumpulkan data pengguna. Salah satu pendiri Oscobo, Fred Cornell, adalah mantan karyawan Yahoo yang sudah menghabiskan waktu 12 tahun bekerja di sana. Ia membuat Oscobo karena melihat sendiri bagaimana mesin pencari yang mengumpulkan data pengguna untuk mendapatkan pemasukan sebesar mungkin. Oleh karena itu Fred Cornell berniat untuk memberikan alternatif ke pada pengguna internet sebuah mesin pencari yang tidak mengumpulkan data demi kepentingan bisnis.

Anda bisa mengakses Oscobo di alamat berikut: https://www.oscobo.com/

Penutup

Well, saya rasa ke-tiga mesin pencari alternatif Google tersebut sudah cukup untuk Anda yang ingin privasi Anda terjamin dan tidak dijadikan barang dagangan. Memang masih banyak mesin pencari anonymous lainnya yang bisa saya masukkan ke daftar ini. Tapi sebagian hasil pencariannya tidak terlalu akurat dan sebagian lagi seperti sudah lama tidak dilakukan update.

Ketiga mesin pencari di atas adalah yang terbaik sebagai alternatif Google. Setidaknya menurut saya.

Memang sangat disayangkan sekali kita harus menerima kenyataan bahwa hasil pencarian Google harus difilter secara massal di Indonesia. Tapi ya, mau bagaimana lagi…

0 Comments

Dipo Putra

Seorang pelukis gagal, musisi gagal, blogger gagal, audio engineer gagal, novelis gagal, mangaka gagal, programmer gagal, nuclear engineer gagal dan app developer gagal. Dari semua kegagalan itu akhirnya saya sadar akan satu hal yang tak pernah gagal saya lakukan: Procrastinating!

    Reply your comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked*